ilustrasi pesugihan (pexels.com/Anastasia Lashkevich)
Salah satu alasan Gunung Kawi viral adalah beredarnya foto di beberapa media sosial yang disebut sebagai price list pesugihannya. Bahkan, dalam poster itu terdapat skema penukaran uang ritual dengan klaim bisa memperoleh uang gaib dalam waktu singkat.
Namun, setelah ditelusuri, informasi tersebut tidak benar, ya. Pengelola Pesarean Gunung Kawi menegaskan bahwa mereka gak pernah menyediakan, mendukung, maupun memfasilitasi ritual penggandaan uang.
Pengelola menjelaskan bahwa daftar biaya yang tersedia di kawasan Pesarean Gunung Kawi adalah biaya perlengkapan selamatan dan nazar, bukan tarif pesugihan. Biaya tersebut mencakup berbagai kebutuhan upacara, seperti ayam besek seharga Rp130 ribu, tumpeng ayam Rp270 ribu, dan tumpeng kambing sayur Rp650 ribu.
Sementara itu, untuk pelaksanaan upacara yang lebih besar terdapat perlengkapan kambing sajen senilai Rp2,5 juta, sapi sajen Rp20 juta, pagelaran wayang kulit Rp7 juta, hingga wayang ruwatan seharga Rp15 juta. Jadi, jangan salah paham, ya.
Jadi, kenapa Gunung Kawi viral di media sosial? Penyebab utamanya karena banyaknya konten viral yang membuat publik penasaran dengan sejarah dan mitos di baliknya. Kalau kamu mengenal Gunung Kawi sebagai apa?
Kenapa Gunung Kawi viral di media sosial? | Karena banyak konten yang membahas mitos pesugihan serta viralnya foto daftar biaya selamatan yang memicu rasa penasaran masyarakat. |
Apa mitos paling terkenal di Gunung Kawi? | Mitos Pohon Dewandaru pembawa rezeki, ritual kontrak gaib, dan anggapan bahwa Ciam Si dapat memberikan nomor keberuntungan. |
Mengapa banyak orang tetap datang ke Gunung Kawi? | Mayoritas pengunjung datang untuk berziarah, berdoa, menunaikan nazar, dan menikmati wisata religi serta budaya, bukan untuk melakukan ritual pesugihan |