Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Gunung Kawi Viral di Media Sosial? Ini Alasannya
Potret Ciamsi di Klenteng Dewi Kuam Im dan Tie Kong di Pesarean Gunung Kawi. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
  • Gunung Kawi di Malang kembali viral setelah banyak kreator konten membahas kisah mistis dan pesugihan yang dikaitkan dengan kawasan tersebut di media sosial.
  • Kawasan Pesarean Gunung Kawi sebenarnya merupakan tempat ziarah dua tokoh Jawa, namun berkembang mitos bahwa berziarah ke sana bisa membawa keberuntungan dan kekayaan.
  • Beberapa mitos populer mencakup pohon Dewandaru pembawa rezeki, tradisi Ciam Si pemberi nomor keberuntungan, serta cerita ritual perjanjian dengan makhluk gaib demi kekayaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan ini, pembahasan mengenai Gunung Kawi tengah viral di berbagai media sosial. Gunung yang berada di Kabupaten Malang ini telah lama dikenal dengan berbagai mitos, terutama berkaitan dengan pesugihan.

Perbincangan itu makin memanas setelah sejumlah kreator konten membahas kembali mitos-mitos Gunung Kawi melalui berbagai platform media sosial. Lantas, sebenarnya kenapa Gunung Kawi viral di media sosial dan benarkah kawasan ini identik dengan pesugihan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Kenapa Gunung Kawi viral di media sosial?

Keraton Gunung Kawi, Jawa Timur (commons.wikimedia.org/Javanesecode)

Ramainya pembahasan Gunung Kawi dipicu oleh warganet yang penasaran dengan kebenaran kisah mistis pada kawasan tersebut. Gunung Kawi bahkan kerap dikaitkan dengan praktik pesugihan, terlebih setelah beredarnya foto daftar biaya pesugihan yang viral di media sosial.

Padahal, kawasan Pesarean Gunung Kawi merupakan tempat dimakamkannya dua tokoh yang dihormati masyarakat Jawa, yakni Kiai Zakaria II (Eyang Djoego) dan Raden Mas Iman Soedjono (Eyang Sujo). Sejak dahulu, masyarakat datang ke tempat ini untuk berziarah, memanjatkan doa, menunaikan nazar, serta memohon keberkahan.

Seiring berjalannya waktu, muncul cerita tentang pedagang dan pengusaha yang mengaku usahanya semakin berkembang setelah berziarah ke Gunung Kawi. Nah, cerita tersebut akhirnya menyebar hingga memunculkan anggapan bahwa kawasan ini merupakan tempat untuk melakukan pesugihan.

2. Mitos Gunung Kawi

Area perkemahan Sabana Kawi yang terletak di Gunung Kawi. (commons.wikimedia.org/Cak bholor)

Di balik sejarahnya sebagai tempat ziarah, terdapat sejumlah mitos Gunung Kawi yang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat. Berikut beberapa mitosnya:

  • Gunung Kawi adalah tempat pesugihan

Mitos ini adalah cerita yang paling banyak dipercaya orang. Banyak masyarakat yang percaya seseorang bisa memperoleh kekayaan dengan melakukan ritual tertentu di Gunung Kawi.

  • Pohon Dewandaru membawa rezeki

Buat yang belum pernah ke Gunung Kawi, jadi di area pesarean terdapat Pohon Dewandaru. Konon, orang yang mendapatkan daun, ranting, atau buah yang jatuh secara alami akan memperoleh keberuntungan.

  • Ciam Si bisa memberikan nomor keberuntungan

Di kawasan klenteng Gunung Kawi terdapat tradisi Ciam Si, yakni mengambil batang bambu bernomor yang berisi petunjuk kehidupan. Namun, sebagian orang mengaitkannya dengan nomor keberuntungan atau angka perjudian.

  • Ada ritual kontrak dengan makhluk gaib

Cerita lain yang sering beredar, yaitu adanya ritual membuat perjanjian dengan makhluk gaib demi memperoleh kekayaan.

3. Beredar foto price list pesugihan di Gunung Kawi di media sosial

ilustrasi pesugihan (pexels.com/Anastasia Lashkevich)

Salah satu alasan Gunung Kawi viral adalah beredarnya foto di beberapa media sosial yang disebut sebagai price list pesugihannya. Bahkan, dalam poster itu terdapat skema penukaran uang ritual dengan klaim bisa memperoleh uang gaib dalam waktu singkat.

Namun, setelah ditelusuri, informasi tersebut tidak benar, ya. Pengelola Pesarean Gunung Kawi menegaskan bahwa mereka gak pernah menyediakan, mendukung, maupun memfasilitasi ritual penggandaan uang.

Pengelola menjelaskan bahwa daftar biaya yang tersedia di kawasan Pesarean Gunung Kawi adalah biaya perlengkapan selamatan dan nazar, bukan tarif pesugihan. Biaya tersebut mencakup berbagai kebutuhan upacara, seperti ayam besek seharga Rp130 ribu, tumpeng ayam Rp270 ribu, dan tumpeng kambing sayur Rp650 ribu.

Sementara itu, untuk pelaksanaan upacara yang lebih besar terdapat perlengkapan kambing sajen senilai Rp2,5 juta, sapi sajen Rp20 juta, pagelaran wayang kulit Rp7 juta, hingga wayang ruwatan seharga Rp15 juta. Jadi, jangan salah paham, ya.

Jadi, kenapa Gunung Kawi viral di media sosial? Penyebab utamanya karena banyaknya konten viral yang membuat publik penasaran dengan sejarah dan mitos di baliknya. Kalau kamu mengenal Gunung Kawi sebagai apa?

FAQ seputar kenapa Gunung Kawi viral di media sosial

Kenapa Gunung Kawi viral di media sosial?

Karena banyak konten yang membahas mitos pesugihan serta viralnya foto daftar biaya selamatan yang memicu rasa penasaran masyarakat.

Apa mitos paling terkenal di Gunung Kawi?

Mitos Pohon Dewandaru pembawa rezeki, ritual kontrak gaib, dan anggapan bahwa Ciam Si dapat memberikan nomor keberuntungan.

Mengapa banyak orang tetap datang ke Gunung Kawi?

Mayoritas pengunjung datang untuk berziarah, berdoa, menunaikan nazar, dan menikmati wisata religi serta budaya, bukan untuk melakukan ritual pesugihan

Editorial Team

Related Article