Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
still cut drakor When Life Gives You Tangerines
still cut drakor When Life Gives You Tangerines (dok. Netflix/When Life Gives You Tangerines)

Intinya sih...

  • Tempest mengisahkan struggle calon presiden perempuan yang diremehkan, dijatuhkan dengan gosip murahan, serta dinilai tidak layak memimpin negara

  • The Queen Who Crowns menyajikan potret pemimpin perempuan yang dominan, namun sulit diterima oleh orang lain karena kemampuannya melebihi laki-laki

  • The Dream Life of Mr. Kim berfokus pada kisah hidup Kim Nak Su sebagai kepala rumah tangga yang arogan sering bersikap patriarki pada istrinya

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Drama Korea di tahun 2025 terbilang banyak yang menyinggung isu patriarki, yakni mengagungkan laki-laki dan meremehkan posisi perempuan, baik di keluarga maupun di masyarakat. Deretan drakor ini mengemas isu itu dalam alur cerita yang menarik dan seru.

Bahkan, di antaranya mengangkat isu patriarki sebagai konflik utama, lho. Patriarki yang mengganggu dan mengecilkan kontribusi perempuan ini patut dijadikan salah satu pelajaran berharga bagi penggemar drakor. Nah, berikut ini deretan drakor 2025 yang dengan lantang menyinggung isu patriarki dalam ceritanya.

1. Tempest mengisahkan struggle calon presiden perempuan yang diremehkan, dijatuhkan dengan gosip murahan, serta dinilai tidak layak memimpin negara

poster drama Korea Tempest (instagram.com/disneypluskr)

2. The Queen Who Crowns menyajikan potret pemimpin perempuan yang dominan, namun sulit diterima oleh orang lain karena kemampuannya melebihi laki-laki

poster drama Korea The Queen Who Crowns (dok. tvN/The Queen Who Crowns)

3. The Dream Life of Mr. Kim berfokus pada kisah hidup Kim Nak Su sebagai kepala rumah tangga yang arogan sering bersikap patriarki pada istrinya

poster drama Korea The Dream Life of Mr. Kim (dok. JTBC/The Dream Life of Mr. Kim)

4. Patriarki di When Life Gives You Tangerines dalam bentuk menantu perempuan sulit diterima di keluarga suami, apalagi ditekan tidak boleh bersuara

poster drama Korea When Life Gives You Tangerines (x.com/NetflixID)

5. Bon Appétit, Your Majesty mengisahkan koki perempuan sukses, namun kesuksesannya tidak diakui karena ada anggapan koki adalah pekerjaan laki-laki

Lim Yoona dan Lee Chae Min di drakor Bon Appétit, Your Majesty (dok. tvN/Bon Appétit, Your Majesty)

6. Buried Hearts menampilkan karakter perempuan yang dipaksa menikah oleh keluarganya demi kekuasaan meski harus korbankan kebahagiaan diri sendiri

cuplikan drakor Buried Hearts (dok. SBS/Buried Hearts)

7. Young Rye (Kim Da Mi) di A Hundred Memories dilarang berpendidikan tinggi karena biaya diberikan untuk kakak laki‑lakinya padahal ia sangat cerdas

poster drama Korea A Hundred Memories (dok. JTBC/A Hundred Memories)

8. Karakter perempuan utama di The Murky Stream dilarang keras berkarier sebagai pedagang karena ia perempuan yang dianggap gak boleh terlalu dominan

poster drama Korea The Murky Stream (dok. Disney+/The Murky Stream)

9. Dear Hongrang menyinggung patriarki lewat Jae Yi yang gak dianggap keluarganya semata karena ia perempuan, ia gak bisa menerima warisan keluarga

poster drama Korea Dear Hongrang (dok. Netflix/Dear Hongrang)

10. As You Stood By mengangkat isu patriarki dibungkus dalam KDRT yang dialami tokoh utamanya, bagaimana perempuan hanya dianggap budak oleh suami

poster drama Korea As You Stood By (dok. Netflix/As You Stood By)

Deretan drakor 2025 di atas seperti menyinggung patriarki yang berdasarkan cerita dari kehidupan nyata, bahwa dari berbagai timeline, baik dulu maupun sekarang patriarki masih tumbuh subur di tengah masyarakat. Bagaimana perempuan tidak begitu dianggap, bahkan diremehkan, sementara laki-laki diberikan kekuasaan penuh dan toleransi yang tinggi.

Perempuan dituntut sempurna tanpa cela, sementara laki-laki boleh berperilaku apa saja sesuai yang diinginkan. Jika perempuan berprestasi, mereka tidak akan diapresiasi dan diakui, malah sebaliknya didiskreditkan. Nah, di antara deretan drakor di atas, manakah yang paling kental mengangkat isu patriarki?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorInaf Mei