Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Karakter di The Scarecrow Berubah Jahat demi Harta dan Kekuasaan
still cut drakor The Scarecrow (dok. ENA/The Scarecrow)
  • Drakor The Scarecrow menyoroti ketimpangan sosial dan hukum yang membuat karakter-karakternya berubah dari baik menjadi tamak demi harta serta kekuasaan.
  • Park Dae Ho, Kang Sun Young, dan Cha Si Young digambarkan mengalami perubahan moral drastis akibat ambisi pribadi dan tekanan lingkungan sekitar.
  • Kisah mereka menjadi kritik sosial tentang bagaimana kekuasaan dapat merusak nilai kemanusiaan dan mengubah seseorang menjadi sosok yang gelap mata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
tahun 1988

Cha Si Young memanipulasi kasus pembunuhan berantai di Kangseong saat masih menjadi jaksa. Tindakan ini menandai awal perubahan moralnya demi ambisi dan pengakuan.

tahun 2019

Tiga puluh tahun setelah kasus pembunuhan berantai, Park Dae Ho telah menjadi komisaris kepolisian. Ia bekerja sama dengan jaksa Cha Si Young dan memberikan kesaksian palsu di persidangan ulang 2019 untuk mempertahankan kekuasaan.

kini

Ketiga karakter—Park Dae Ho, Kang Sun Young, dan Cha Si Young—digambarkan telah berubah karena harta dan kekuasaan, menunjukkan sisi gelap manusia dalam drama The Scarecrow.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Tiga karakter dalam drama Korea The Scarecrow digambarkan berubah menjadi jahat karena ambisi terhadap harta dan kekuasaan, menyoroti sisi gelap manusia serta ketimpangan sosial dan hukum.
  • Who?
    Park Dae Ho, Kang Sun Young, dan Cha Si Young adalah tiga tokoh utama yang mengalami perubahan moral signifikan akibat keserakahan dan tekanan lingkungan sekitar mereka.
  • Where?
    Kisah berlangsung di kota fiktif Kangseong, dengan latar tempat meliputi kepolisian, kantor kejaksaan, serta lingkungan sosial yang menggambarkan ketimpangan hukum.
  • When?
    Peristiwa utama terjadi antara tahun 1988 hingga 2019, mencakup masa lalu para karakter hingga perkembangan mereka setelah tiga puluh tahun berlalu.
  • Why?
    Mereka berubah karena dorongan untuk memperoleh pengakuan, jabatan tinggi, serta kekayaan materi yang membuat nilai keadilan dan ketulusan terkikis oleh ambisi pribadi.
  • How?
    Perubahan terjadi melalui tindakan manipulatif seperti korupsi, kesaksian palsu di persidangan, serta pengkhianatan terhadap orang terdekat demi mempertahankan posisi dan kekuasaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada tiga orang di cerita The Scarecrow yang dulu baik tapi jadi jahat karena mau punya banyak uang dan kuasa. Ada polisi namanya Dae Ho, dia dulu jujur tapi sekarang suka bohong dan curang. Ada Sun Young yang dulu sayang kakaknya tapi sekarang pilih orang kaya. Ada juga jaksa Si Young yang ingin dipuji ayahnya sampai rela menipu. Sekarang mereka semua berubah dan lupa kebaikan karena harta dan kekuasaan bikin hati mereka gelap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Melalui kisah tiga karakter yang berubah karena godaan harta dan kekuasaan, *The Scarecrow* menghadirkan refleksi mendalam tentang rapuhnya moral manusia di tengah ketimpangan hukum. Dengan menampilkan sisi gelap para tokohnya secara jujur, drama ini justru memperkuat pesan moral tentang pentingnya keadilan dan integritas dalam kehidupan sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Drakor The Scarecrow tidak hanya menampilkan kisah pembunuhan berantai yang diadaptasi dari kehidupan nyata, tetapi juga menyelipkan banyak kritik sosial terhadap ketimpangan hukum yang merugikan banyak pihak tidak bersalah.

Ketimpangan sosial dan hukum ini bahkan mengubah karakteristik seseorang, dari yang awalnya berperilaku baik menjadi rakus dan menghalalkan segala cara demi harta dan kekuasaan. Berikut ini tiga karakter di The Scarecrow yang menunjukkan sisi manusiawi yang gelap mata akan kekuasaan!

1. Park Dae Ho (Ryu Hae Jun)

still cut drakor The Scarecrow (dok. ENA/The Scarecrow)

Park Dae Ho adalah bawahan sekaligus orang kepercayaan Kang Tae Joo (Park Hae Soo) di kepolisian Kangseong. Di saat polisi yang lain bekerja ala kadarnya dan berperilaku curang demi jabatan dan kekuasaan, Dae Ho tetap berpegang teguh pada keadilan. Namun, siapa sangka suatu hari Dae Ho akan berubah sebaliknya dari dirinya yang dulu. Ia berubah menjadi sosok yang tamak dan melanggengkan praktik korupsi dan nepotisme di badan kepolisian.

Di tahun 2019, tiga puluh tahun kemudian setelah kasus pembunuhan berantai yang ditangani Dae Ho dan rekannya, Dae Ho telah menjadi seorang komisaris kepolisian. Ia mendapatkan jabatan itu dengan instan, yakni bekerja sama dengan jaksa Cha Si Young dan kaki tangannya. Karena tamak akan harta dan kekuasaan, ia pun tega mengkhianati Kang Tae Joo dengan memberikan kesaksian palsu di persidangan ulang 2019. Perubahan Park Dae Ho yang signifikan ini dari pria tulus menjadi bengis terbilang salah satu plot twist yang menunjukkan bahwa harta dan kekuasaan mampu bikin seseorang gelap mata dan berubah.

2. Kang Sun Young (Seo Ji Hye)

Seo Ji Hye di drakor The Scarecrow (dok. ENA/The Scarecrow)

Kang Sun Young adalah salah satu korban dari kasus pembunuhan berantai yang terjadi di desa Kangseong. Calon suaminya tewas karena disiksa polisi dan jaksa saat jadi korban salah tangkap. Kang Sun Young merupakan keluarga satu-satunya yang dimiliki oleh Kang Tae Joo. Sejak kecil keduanya hidup rukun bersama dan saling mendukung satu sama lain. Semua momen manis itu pun berubah seketika saat calon suami Kang Sun Young tewas.

Ia yang sedang hamil lebih memilih tawaran ayah kandungnya untuk meninggalkan Kang Tae Joo yang telah membesarkannya. Bahkan hingga tiga puluh tahun kemudian, Sun Young begitu arogan dan tampak culas pada Tae Joo. Ia lebih memilih keluarga barunya yang memiliki kelebihan harta dan punya kekuasaan di mana-mana dibanding kakak kandungnya sendiri.

3. Cha Si Young (Lee Hee Jun)

Lee Hee Jun di drakor The Scarecrow (dok. ENA/The Scarecrow)

Digambarkan lewat masa lalunya, Cha Si Young awalnya adalah remaja yang baik. Namun ia berubah menjadi arogan dan ambisius semenjak tahu ia adalah anak seorang pejabat terkenal. Ia pun berusaha sekuat tenaga untuk belajar dan bekerja keras agar diakui dan diapresiasi sang ayah.

Kebiasaan ini terbawa hingga dewasa. Apa pun yang ia lakukan bukanlah karena dedikasi dan ketulusan, melainkan demi apresiasi dan pengakuan orang lain, terutama ayahnya. Ia pun menghalalkan segala cara agar bisa naik pangkat dan menduduki posisi mentereng di jabatan pemerintahan. Termasuk memanipulasi kasus pembunuhan berantai yang terjadi di Kangseong saat ia masih menjadi jaksa pada tahun 1988.

Ketiga karakter di atas menunjukkan dan membuktikan kepada para penggemar drakor bahwa hati manusia itu mudah goyah. Siapa pun jika dihadapkan dengan harta dan kekuasaan yang mentereng, kemungkinan akan berubah menjadi buruk, bahkan bisa saja lebih dari itu.

Harta dan kekuasaan yang memang tidak tampak kasat mata ini menjadi suatu hal yang bisa merusak dan mengubah karakteristik seseorang. Ketulusan dan kebaikan yang awalnya melekat, seketika dibuat tak berdaya dan berubah menjadi bengis dan tamak di depan kekuasaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorInaf Mei

Related Article