Sejak awal drama Perfect Crown, Pangeran Agung I An selalu memilih berada di belakang layar dan membiarkan keponakannya memegang posisi Baginda Raja meskipun usianya masih sangat muda. Ia berusaha menghormati keputusan istana sekaligus mengabaikan keinginan terakhir mendiang kakaknya yang sebenarnya ingin I An mengambil alih takhta demi menjaga kerajaan tetap stabil. Selama bertahun-tahun, I An menekan keinginannya sendiri dan memilih menjalani hidup dengan tenang tanpa terlibat penuh dalam perebutan kekuasaan di dalam istana.
Namun, setelah berbagai kekacauan terjadi akibat terbongkarnya kontrak pernikahannya dengan Seong Hui Ju, Pangeran Agung I An mulai menyadari bahwa sikap diamnya justru membuat semakin banyak orang terluka. Tekanan terhadap Baginda Raja kecil semakin besar, konflik istana makin tidak terkendali, dan keselamatan Seong Hui Ju terus terancam. Semua itu perlahan mendorong Pangeran Agung I An untuk berhenti menjadi penonton dan mulai mengambil kembali posisi yang sejak awal sebenarnya memang menjadi miliknya. Berikut tiga pemicu Pangeran Agung I An akhirnya mengambil alih takhta di Perfect Crown.
