Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Kejanggalan Seputar Keberadaan Ibu Lee Woo Gyeom di Bloody Flower
still cut Bloody Flower (dok. Disney+ Korea/Bloody Flower)
  • Kasus pembunuhan berantai oleh Lee Woo Gyeom menarik perhatian publik karena ia mengaku membunuh 17 orang demi eksperimen menciptakan obat penyakit mematikan.
  • Keberadaan ibunya, Kim Hye Joo, menimbulkan kejanggalan setelah diketahui pernah melapor kehilangan anaknya dan disebut memberi izin eksperimen tanpa mengetahui kondisi putranya.
  • Kematian Kim Hye Joo dianggap misterius karena lokasi dan penyebabnya tak selaras, sementara polisi serta jaksa yang menangani kasusnya terhubung dengan dugaan malapraktik medis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kasus kematian Kim Hye Joo, ibu dari Lee Woo Gyeom, menimbulkan sejumlah kejanggalan dalam alur cerita drama Bloody Flower yang berkaitan dengan eksperimen medis dan pembunuhan berantai.
  • Who?
    Tokoh utama meliputi Lee Woo Gyeom, Kim Hye Joo, Chae Jeong Su, Jaksa Cha Yi Yeon, Polisi Gong Min Chul, dan Jaksa Oh Hyun Deuk.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di berbagai lokasi fiktif dalam drama, termasuk Pusat Medis Chaeum dan tepi sungai dekat rumah Kim Hye Joo.
  • When?
    Kronologi terjadi sebelum dan sesudah Lee Woo Gyeom koma akibat tabrak lari serta saat penyelidikan kasus pembunuhan berantai berlangsung.
  • Why?
    Kematian Kim Hye Joo dianggap janggal karena lokasi dan penyebabnya tidak sesuai laporan medis, sementara keterlibatannya dalam izin eksperimen masih dipertanyakan.
  • How?
    Penyelidikan menunjukkan adanya hubungan antara aparat penegak hukum dan pihak medis yang pernah menangani keluarga Lee Woo Gyeom, sehingga memunculkan dugaan adanya keterkaitan tersembunyi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kasus pembunuhan berantai menjadi pembuka cerita drakor Bloody Flower. Lee Woo Gyeom (Ryeo Un) ditangkap atas pembunuhan terhadap 17 orang sehingga kasusnya mendapat atensi besar. Namun, ini bukan pembunuhan atas dasar kepuasan pribadi semata.

Lee Woo Gyeom sendiri mengungkap bahwa korban digunakannya sebagai subjek eksperimen. Tujuannya adalah menciptakan obat penyakit yang tak tersembuhkan. Meskipun begitu, ada banyak kejanggalan yang ditemukan semakin dalam kasus ini diselidiki.

Salah satunya mengenai keberadaan ibu Lee Woo Gyeom, Kim Hye Joo (Kim Hye Joo). Kehadirannya mulai menarik perhatian pihak pengacara dan jaksa karena sejumlah kejanggalan berikut ini. Simak selengkapnya, yuk!

1. Pernah membuat laporan bahwa Lee Woo Gyeom menghilang

still cut Bloody Flower (dok. Disney+ Korea/Bloody Flower)

Kim Hye Joo ternyata pernah membuat laporan orang hilang ke kepolisian. Ia melaporkan bahwa putranya yang tidak lain adalah Lee Woo Gyeom menghilang usai belajar malam di perpustakaan. Tentu sang ibu panik ketika anaknya tak bisa dihubungi setelah malam itu.

Kim Hye Joo terus berusaha mencari putranya yang hilang hingga menolak makan. Ia tidak hanya mengandalkan polisi, tapi turun langsung ke jalan untuk memberi selebaran kepada siapa pun yang lewat. Sebab, polisi tak kunjung mendapatkan petunjuk setelah dua minggu. Fakta ini menunjukkan bahwa Kim Hye Joo tidak tahu bagaimana kondisi Lee Woo Gyeom setelah menjadi korban tabrak lari.

2. Chae Jeong Soo mengaku pernah bertemu dengannya

still cut Bloody Flower (dok. Disney+ Korea/Bloody Flower)

Chae Jeong Su (Kwon Soo Hyun) merupakan pimpinan Pusat Medis Chaeum. Ia mendatangi Pengacara Park Han Jun (Sung Dong Il) usai demonstrasi medis Lee Woo Gyeom dinyatakan berhasil. Tujuannya adalah untuk membujuknya agar bersedia bekerja sama dengan Chaeum.

Chae Jeong Su sendiri sudah mengenal Lee Woo Gyeom. Sebab, mahasiswa kedokteran itu pernah mengirim proposal untuk kompetisi yang diadakan oleh Chaeum. Bukan hanya itu, Lee Woo Gyeom juga pernah menjadi subjek eksperimen Profesor Han Sang Ho (Seung Eui Yeol) yang dilakukan di Pusat Medis Chaeum.

Anehnya, Chae Jeong Su mengaku pernah bertemu dengan Kim Hye Joo. Pimpinan Chaeum itu mengungkap eksperimen terhadap Lee Woo Gyeom tak dilakukan tanpa izin dari pihak keluarga. Kim Hye Joo sendiri disebut sudah setuju, padahal ia tidak tahu di mana putranya berada dan dilaporkan meninggal dunia saat Lee Woo Gyeom masih koma.

3. Lokasi kematian dirasa aneh mengingat penyebab kematiannya

still cut Bloody Flower (dok. Disney+ Korea/Bloody Flower)

Jaksa Cha Yi Yeon (Keum Sae Rok) diberi tahu bahwa Kim Hye Joo berpulang saat putranya belum sadar dari koma. Dalam laporan autopsi tertulis bahwa penyebab kematian Kim Hye Joo adalah serangan jantung. Namun, lokasi kematiannya justru di tepi sungai.

Lokasi dan penyebab kematiannya dianggap tidak cocok. Meski sungai yang dimaksud dekat dengan rumahnya, tapi terasa janggal jika Kim Hye Joo jatuh ke sungai karena penyakitnya. Akan tetapi, tidak ada tanda-tanda pembunuhan yang dilaporkan.

4. Polisi dan jaksa penanggung jawab berkaitan dengan kasus malapraktik

still cut Bloody Flower (dok. Disney+ Korea/Bloody Flower)

Orang-orang yang terlibat dalam kasus kematian Kim Hye Joo juga terasa tidak beres. Polisi yang bertugas adalah Gong Min Chul (Ko Kyu Pil). Saat itu ia bekerja sama dengan Jaksa Oh Hyun Deuk (Ri Woo Jin) yang sekarang menjadi atasan Cha Yi Yeon.

Oh Hyun Deuk juga merupakan jaksa yang menangani kasus malapraktik Han Sang Ho. Pada akhirnya kasus tersebut mendapat penangguhan penuntutan karena kurangnya bukti. Sementara itu, Gong Min Chul adalah orang yang menangani laporan Kim Hye Joo terkait hilangnya Lee Woo Gyeom. Hubungan keduanya dengan ibu Lee Woo Gyeom terlalu mencurigakan untuk disebut kebetulan.

Keberadaan Ibu Lee Woo Gyeom menjadi variabel penting yang sempat dilewatkan di drakor Bloody Flower. Fakta di balik kematian Kim Hye Joo perlu diungkap di dua episode terakhir agar teka-teki bisa terpecahkan. Menurutmu, apa yang terjadi pada ibu Lee Woo Gyeom, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorInaf Mei