Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Alasan Kasus Pembunuhan Berantai di The Scarecrow Sulit Diungkap
still cut drama The Scarecrow (dok.Ena /The Scarecrow)

Kemunculan pembunuh berantai di desa Gangseong menimbulkan kegaduhan serta rasa takut yang berkepanjangan dalam drama The Scarecrow. Sebab, sang pembunuh tak kunjung tertangkap meski para detektif telah menggunakan berbagai cara untuk memburunya.

Puluhan tahun berlalu, pembunuh yang sempat mengguncangkan warga setempat di tahun 1988 akhirnya mengakui kejahatannya di tahun 2019. Namun, sayangnya pengakuan itu telah melewati batas penuntutan. Sehingga polisi tak bisa menuntut perbuatan keji pelaku di masa lalu.

Sebenarnya apa alasan yang membuat polisi kesulitan menangkap pelaku pembunuhan berantai di The Scarecrow?

1. Teknologi forensik kala itu masih terbatas

still cut drama The Scarecrow (dok.Ena /The Scarecrow)

Di tahun 1980-an, kala itu teknologi forensik masih terbatas dan belum secanggih sekarang. Polisi belum memiliki akses cepat terhadap tes DNA modern atau sistem pelacakan digital yang akurat. Sehingga tim penyidik hanya bisa mengandalkan sidik jari, laporan saksi, dan bukti fisik sederhana di lokasi kejadian.

Kalau ada bukti yang rusak atau hilang, peluang menemukan pelaku jadi semakin kecil. Akibatnya, kasus tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama hanya untuk mengerucutkan ciri maupun latar belakang pelaku berdasarkan DNA dan bukti lain yang ditemukan.

2. Tidak adanya CCTV di wilayah tersebut

still cut drama The Scarecrow (dok.Ena /The Scarecrow)

Sebagian besar pembunuhan terjadi di area sepi Gangseong yang minim pengawasan. Khususnya, pada sawah atau ladang tanpa penerangan yang cukup jauh dari perumahan dan juga sangat sepi. Namun, karena di zaman itu belhm ada CCTV, polisi tak mampu melacak pergerakan korban maupun orang-orang yang tampak mencurigakan di wilayah tersebut.

Akibatnya, banyak detail penting yang akhirnya hanya bergantung pada ingatan saksi dan bukti tak langsung yang belum tentu akurat. Polisi pun hanya bisa mengelompokkan tersangka berdasarkan pencocokan keterangan penyitas serta bukti yang dinilai dengan prasangka.

3. Metode penyelidikan kala itu juga masih manual

still cut drama The Scarecrow (dok.Ena /The Scarecrow)

Pada masa itu, polisi belum memiliki teknologi modern untuk melacak keberadaan pelaku secara cepat. Semua proses investigasi dilakukan secara manual, mulai dari pencatatan data hingga pemeriksaan saksi. Akibatnya, penyelidik harus menghabiskan waktu lebih lama hanya untuk mencocokkan informasi dasar.

Kesalahan kecil yang ada bisa membuat arah investigasi berubah total. Bahkan bisa berakibat fatal bila sampai terjadi salah tangkap. Ditambah setiap kali ditemukan bukti baru, maka akan muncul pula tersangka baru.

4. Penyelidikan dilakukan dengan terburu-buru

still cut drama The Scarecrow (dok.Ena /The Scarecrow)

Kasus pembunuhan berantai yang terjadi membuat suasana di Gangseong semakin kacau. Warga mulai panik dan terus menuntut polisi segera menangkap pelaku. Tekanan tersebut membuat penyelidikan berjalan tidak stabil. Polisi sering dipaksa mengambil keputusan cepat meski bukti yang dimiliki belum benar-benar kuat.

Penyelidikan yang harusnya tersusun dengan rapi dan cermat justru terkesan dilakukan dengan buru-buru. Fokus utama para detektif pun bukan lagi menemukan pelaku agar tak lagi terjadi pembunuhan, tetapi menyelesaikan kasus supaya tak ada lagi tekanan baik dari warga maupun para atasan. Sehingga kerap terjadi salah tangkap karena yang diutamakan adalah pengakuan bukan kebenaran.

5. Pelaku terkadang bergerak tanpa pola yang tetap

still cut drama The Scarecrow (dok.Ena /The Scarecrow)

Pembunuhan yang terjadi memiliki pola yang tak tetap dan terus mengalami perubahan seiring bertambahnya kejahatan. Awalnya, pelaku hanya menggunakan barang milik korban sebagai alat pembunuhan, lalu ia beralih pada stoking yang dinilai memiliki elastisitas. Kemudian, akhirnya menggunakan benda tajam untuk menambah penyiksaan dan juga mengganti TKP dari ladang atau jalanan yang sepi ke rumah korban.

Pola yang tak tetap, namun dengan beberapa hal yang masih sama membuat polisi makin kepayahan. Si pelaku seakan ingin mengacaukan investigasi sehingga polisi makin sulit untuk menemukannya. Ditambah minimnya barang bukti serta saksi membuat proses investigasi makin tak tahu arah. Hal inilah yang membuat kasus pembunuhan berantai di Gangseong makin sulit untuk diungkap.

Kasus pembunuhan berantai di The Scarecrow terasa begitu kompleks lantaran setiap petunjuk yang muncul selalu mengarah pada sebuah misteri baru. Penonton pun dibuat terus curiga pada semua karakter yang ada. Di antara beberapa karakter yang mencurigakan, kira-kira siapa nih yang menurutmu pelakunya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team