Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Intinya sih...

  • Yoon Bom memilih diam karena trauma masa lalu yang membuatnya merasa perlu melindungi diri dan menghindari situasi menyakitkan.

  • Sebagai pendidik, Yoon Bom berhati-hati dalam berbicara agar tidak terluka lagi dan menjaga ketenangan batinnya.

  • Datang ke desa kecil dengan tujuan hidup tenang, Yoon Bom menjauhi masalah dan mencoba membangun citra guru yang lebih netral.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Yoon Bom (Lee Joo Bin) menjadi karakter yang cukup kontras dalam drama Korea Spring Fever. Sebagai guru baru di SMA Shinsu, ia dikenal pendiam, menjaga jarak, dan terkesan dingin, jauh berbeda dari citranya sebagai guru populer di Seoul pada masa lalu. Sikap ini membuat banyak orang, baik murid maupun rekan sesama guru, merasa kesulitan untuk benar-benar memahami dirinya.

Namun, perubahan sikap Yoon Bom bukan tanpa alasan. Setiap diam, kehati-hatian, dan jarak yang ia bangun merupakan mekanisme bertahan dari luka lama yang belum sepenuhnya sembuh. Berikut lima alasan utama yang menjelaskan mengapa Yoon Bom bersikap berbeda saat berada di lingkungan sekolah dalam drakor Spring Fever.

1. Memilih diam karena trauma masa lalu

still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Yoon Bom tidak serta-merta menjadi pribadi yang tertutup tanpa sebab. Trauma masa lalu yang berkaitan dengan pekerjaannya sebagai guru membuatnya memilih diam sebagai bentuk perlindungan diri. Ia belajar bahwa berbicara terlalu banyak justru bisa menyeretnya kembali ke situasi yang menyakitkan.

Diam bagi Yoon Bom bukan tanda ketidakpedulian, melainkan cara paling aman untuk bertahan. Dengan membatasi diri, ia merasa memiliki kendali atas emosinya dan menghindari kemungkinan terluka kembali oleh keadaan yang tidak bisa ia prediksi.

2. Tak ingin ucapannya menjadi kekeliruan yang menyakitinya

still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Sebagai seorang pendidik, Yoon Bom sangat menyadari bahwa setiap ucapan guru memiliki dampak besar. Pengalaman pahit di masa lalu membuatnya takut jika kata-katanya kembali disalahartikan atau dipelintir hingga berujung pada masalah serius.

Karena itu, ia memilih berbicara seperlunya dan selalu berhati-hati dalam menyampaikan pendapat. Sikap ini membuatnya terkesan kaku, tetapi bagi Yoon Bom, kehati-hatian adalah harga yang harus dibayar demi ketenangan batin.

3. Berusaha menjauhi masalah sekecil apa pun

still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Yoon Bom datang ke desa kecil dengan satu tujuan utama, hidup tenang tanpa konflik. Ia tidak ingin lagi terlibat dalam drama, gosip, atau pertikaian yang bisa mengganggu stabilitas hidupnya. Sekolah seharusnya menjadi tempat bekerja, bukan medan pertempuran emosional.

Sikap menjaga jarak dan tidak ikut campur dalam urusan orang lain menjadi strategi Yoon Bom untuk menjauh dari masalah. Ia percaya bahwa semakin sedikit keterlibatan, semakin kecil pula risiko dirinya terseret dalam situasi rumit.

4. Ingin mengubah citra dirinya sebagai guru

still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Masa lalu Yoon Bom di Seoul membentuk citra tertentu yang justru ingin ia tinggalkan. Ia tidak lagi ingin dikenal sebagai guru yang terlalu dekat, terlalu peduli, atau terlalu terlibat secara emosional. Di SMA Shinsu, ia mencoba membangun identitas baru yang lebih netral dan profesional.

Perubahan sikap ini menjadi upaya sadar untuk mengontrol persepsi orang-orang terhadap dirinya. Yoon Bom berharap dengan citra baru yang lebih dingin, ia bisa menjalani profesinya tanpa ekspektasi berlebihan dari lingkungan sekitar.

5. Menutupi masa lalu yang ingin ia lupakan

still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Di balik sikap dingin dan tertutup, Yoon Bom menyimpan masa lalu yang ingin ia kubur rapat-rapat. Ia tidak siap membagikan kisah kelam tersebut, apalagi jika harus menghadapi penilaian dan rasa iba dari orang lain.

Menjaga jarak menjadi cara Yoon Bom untuk melindungi rahasia itu tetap aman. Selama orang tidak terlalu dekat, selama itu pula masa lalunya tidak akan terungkap, setidaknya sampai ia sendiri siap menghadapinya.

Sebagai penutup, Spring Fever dengan cermat menggambarkan bahwa sikap dingin Yoon Bom bukanlah bentuk kesombongan, melainkan hasil dari luka dan ketakutan yang belum pulih. Melalui perjalanan emosionalnya, drama Spring Fever mengajak penonton memahami bahwa setiap perubahan sikap memiliki alasan yang tidak selalu terlihat di permukaan. Pada akhirnya, Spring Fever menunjukkan bahwa keberanian terbesar Yoon Bom bukanlah saat ia mengajar di kelas, melainkan ketika ia perlahan belajar membuka diri dan berdamai dengan masa lalunya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorInaf Mei