Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Bentuk Dukungan Rakyat untuk Gil Dong di Akhir To My Beloved Thief
still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Akhir drakor To My Beloved Thief terasa seperti panggung raksasa yang tiba-tiba jadi milik orang banyak. Bukan hanya karena Gil Dong (Nam Ji Hyun) berada di titik paling genting, tapi karena rakyat akhirnya berhenti jadi penonton dan mulai memilih posisi.

Hal yang menarik, dukungan mereka bukan tipe yang manis-manis atau aman-aman saja. Ada yang diam-diam, ada yang terang-terangan, ada juga yang nekat, seolah mereka sudah capek hidup dalam ketakutan dan butuh satu simbol untuk percaya lagi, dan simbol itu kebetulan bernama Gil Dong. Dari semua momen itu, ada 5 bentuk dukungan rakyat yang paling terasa dampaknya, karena masing-masing menunjukkan cara mereka melindungi, menyembunyikan, dan menguatkan langkah Gil Dong sampai akhir.

1. Menjadi 'Gil Dong' beramai-ramai demi melancarkan pelarian

still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Di momen yang paling tegang, rakyat justru memilih cara paling cerdas, mengaburkan target. Mereka beramai-ramai “menjadi Gil Dong”, membuat para pengejar tidak lagi yakin siapa yang harus ditangkap, siapa yang harus diserang, dan siapa yang hanya warga biasa.

Strategi ini sederhana tapi brutal efeknya, karena kekuatan aparat yang biasanya rapi mendadak lumpuh oleh keraguan. Gil Dong jadi seperti bayangan yang berpindah-pindah, bukan karena ia lari sendirian, tapi karena ia dilindungi oleh banyak tubuh dan banyak keberanian.

2. Menggantung topeng 'penjagal' sebagai simbol dukungan

still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Topeng itu awalnya identik dengan ketakutan, sesuatu yang membuat orang menahan napas saat melihatnya. Namun di akhir, rakyat memutar maknanya, topeng “penjagal” tidak lagi sekadar tanda ancaman, melainkan tanda keberpihakan pada sosok yang menantang ketidakadilan.

Saat banyak orang mulai menggantung topeng itu, mereka seperti berkata, “Kami tidak lagi takut pada simbol yang kalian pakai untuk menekan kami”. Gil Dong memang satu orang, tapi ketika topengnya dipakai massal, ia berubah jadi gagasan yang tidak bisa ditangkap dengan tangan kosong.

3. Membantu menyembunyikan sosok aslinya selama ini

still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Dukungan paling licin biasanya datang dari orang-orang yang terlihat paling biasa. Rakyat membantu menyembunyikan sosok asli Gil Dong, menjaga rahasia itu tetap aman, seakan mereka sepakat bahwa identitasnya bukan milik musuh untuk dibongkar.

Ada ketegangan yang diam-diam indah di sini, karena mereka berbohong bukan demi keuntungan pribadi, melainkan demi melindungi harapan yang sudah telanjur mereka titipkan. Di titik ini, Gil Dong tidak lagi sekadar pelarian, tapi seseorang yang keberadaannya sengaja “diadakan” oleh orang banyak melalui kebisuan kolektif.

4. Ikut mendukung kudeta yang dilakukan Gil Dong

still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Mendukung pelarian itu satu hal, tapi mendukung kudeta adalah level yang berbeda, lebih berbahaya, lebih politis, dan lebih sulit untuk ditarik kembali. Rakyat ikut mendukung langkah Gil Dong, bukan dengan sorak kosong, melainkan dengan keberpihakan yang membuat kudeta itu punya napas.

Dukungan ini terasa seperti keputusan massal untuk berhenti percaya pada tatanan lama. Gil Dong mungkin pemantik, tetapi rakyatlah yang memberi legitimasi emosional, seolah mereka berkata bahwa perubahan tidak bisa terus diminta baik-baik pada sistem yang sejak awal tidak mau mendengar.

5. Berdiri di alun-alun sebagai bentuk dukungan terbuka

still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Kalau empat dukungan sebelumnya banyak bermain di strategi, dukungan ini bermain di keberanian. Berdiri di alun-alun berarti menampakkan diri, mengakui pilihan, dan siap menerima konsekuensi jika situasi berbalik.

Massa yang berdiri itu bukan sekadar kerumunan, mereka adalah pernyataan yang sulit disangkal. Dalam diam mereka, ada pesan yang jelas. Gil Dong tidak sendirian, dan setiap langkah untuk menjatuhkannya akan berhadapan dengan wajah-wajah yang selama ini dianggap tak penting.

Di ujung cerita To My Beloved Thief, lima bentuk dukungan itu terasa seperti satu kalimat panjang yang ditulis ramai-ramai, Gil Dong mungkin diburu, tetapi ia sudah telanjur menjadi milik rakyat yang memilih berdiri di sisinya. Dan ketika layar menutup bab terakhir To My Beloved Thief, yang tertinggal bukan cuma kemenangan atau kekalahan, melainkan keyakinan bahwa Gil Dong hidup sebagai simbol yang tak bisa dipadamkan, karena ia telah dibentuk, disembunyikan, dan ditegakkan oleh keberanian orang banyak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team