Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
still cut drama Korea Idol I
still cut drama Korea Idol I (instagram.com/channel.ena.d)

Di balik citra dingin dan tertutup yang melekat pada Do Ra Ik (Kim Jae Young), Idol I perlahan membongkar sisi lain dari dirinya. Ia bukan sosok egois yang hanya memikirkan keselamatan sendiri. Justru sebaliknya, Do Ra Ik kerap menempatkan dirinya sebagai tameng bagi orang-orang di sekitarnya. Perlindungan yang ia berikan tidak selalu terlihat heroik atau diucapkan secara langsung, melainkan hadir dalam pilihan-pilihan sunyi yang sering kali justru merugikan dirinya sendiri.

Berikut lima bentuk perlindungan Do Ra Ik terhadap orang-orang di sekitarnya yang memperlihatkan kompleksitas karakternya. Simak satu per satu jangan sampai ada yang terlewat, ya!

1. Menutupi fakta demi melindungi Hong Hye Joo

still cut drama Korea Idol I (youtube.com/@Studio_Genie)

Salah satu bentuk perlindungan paling jelas adalah keputusannya menutupi sejumlah fakta yang berkaitan dengan Hong Hye Joo (Choi Hee Jin). Do Ra Ik sadar bahwa menyeret nama Hye Joo ke dalam kasusnya hanya akan membuat perempuan itu ikut terseret pusaran hukum dan opini publik.

Meski sikap ini memperberat posisinya sebagai tersangka, ia tetap memilih diam. Perlindungan ini menunjukkan bahwa Do Ra Ik lebih memilih disalahpahami daripada menjadikan orang lain sebagai korban tambahan dari kasus yang menimpanya.

2. Menahan diri untuk tidak melawan opini publik

still cut drama Korea Idol I (instagram.com/channel.ena.d)

Ketika publik dan media dengan cepat menghakiminya sebagai pembunuh, Do Ra Ik tidak melakukan perlawanan emosional yang bisa memicu kekacauan lebih besar. Ia menahan diri, meski tuduhan itu menghancurkan mentalnya.

Sikap pasif ini sering disalahartikan sebagai tanda bersalah, padahal justru menjadi bentuk perlindungan terhadap orang-orang terdekatnya, termasuk grup Gold Boys. Ia tidak ingin kontroversi yang lebih besar menyeret rekan-rekannya ke dalam badai kebencian publik.

3. Melindungi Maeng Se Na dari tekanan emosional

still cut drama Korea Idol I (instagram.com/channel.ena.d)

Meski berada di posisi lemah sebagai klien, Do Ra Ik justru beberapa kali berusaha melindungi Maeng Se Na (Sooyoung), pengacaranya. Ia tidak selalu jujur sepenuhnya bukan karena ingin memanipulasi, melainkan karena takut Maeng Se Na ikut terluka jika mengetahui semua kenyataan pahit.

Dalam perspektif Do Ra Ik, Se Na sudah mengambil risiko besar dengan membelanya. Ia tidak ingin beban emosional itu semakin berat, meski konsekuensinya adalah kesulitan dalam pembelaan hukum.

4. Menjadi tameng bagi Gold Boys sebagai sebuah grup

still cut drama Korea Idol I (instagram.com/channel.ena.d)

Do Ra Ik memahami bahwa sebagai personel paling populer, setiap skandal yang menimpanya akan berdampak besar pada Gold Boys. Ia memilih memikul stigma sendirian agar citra grup tidak sepenuhnya runtuh.

Bahkan ketika rekan-rekannya mulai menjaga jarak, Do Ra Ik tidak pernah secara terbuka menyalahkan mereka. Perlindungan ini menunjukkan kesadarannya sebagai bagian dari sistem yang lebih besar, sekaligus rasa tanggung jawabnya terhadap orang-orang yang tumbuh bersamanya sejak masa trainee.

5. Mengorbankan diri demi menjaga kebenaran versinya

still cut drama Korea Idol I (instagram.com/channel.ena.d)

Bentuk perlindungan paling menyakitkan adalah ketika Do Ra Ik memilih menanggung kecurigaan demi menjaga kebenaran versinya sendiri. Ia tidak memanipulasi cerita agar tampak sebagai korban sempurna.

Ia membiarkan dirinya terlihat rapuh, bahkan mencurigakan, selama itu berarti tidak ada orang lain yang harus dikorbankan. Dalam dunia yang terbiasa mencari kambing hitam, sikap ini menjadi bentuk perlindungan moral yang jarang disadari.

Melalui Do Ra Ik, Idol I menunjukkan bahwa perlindungan tidak selalu hadir dalam tindakan besar atau kata-kata lantang. Terkadang, perlindungan justru berupa diam, menahan diri, dan kesediaan disalahpahami. Do Ra Ik mungkin gagal melindungi dirinya sendiri, tetapi ia terus berusaha memastikan orang-orang di sekitarnya tidak ikut hancur bersamanya. Inilah yang membuat karakternya terasa tragis sekaligus manusiawi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team