Dalam drama Bloody Flower, Lee Woo Gyeom (Ryeo Un) hadir bukan sekadar sebagai terdakwa kasus pembunuhan berantai, tetapi sebagai figur yang mengaburkan batas antara ilmuwan jenius dan kriminal tanpa empati. Di tengah sorotan publik yang haus hukuman, ia tetap bersikeras bahwa semua tindakannya berakar pada satu hal, darahnya yang berbeda dari manusia biasa.
Darah mutan itulah yang menjadi inti konflik, sekaligus fondasi pembelaannya di ruang sidang. Klaim bahwa darahnya mampu menyembuhkan penyakit tak tersembuhkan membuat kasus ini jauh lebih kompleks daripada sekadar hitam dan putih. Berikut lima fakta tentang darah mutan Lee Woo Gyeom di Bloody Flower yang membuat ceritanya semakin provokatif dan sulit ditebak arahnya.
