Dalam drakor Idol I, Do Ra Ik (Kim Jae Young) digambarkan sebagai sosok yang terperangkap di antara dua dunia yang sama-sama asing baginya, dunia popularitas dan dunia hukum pidana. Sebagai idola, ia terbiasa menghadapi kamera, opini publik, dan tuntutan citra.
Namun, ketika statusnya berubah menjadi tersangka pembunuhan, semua insting yang selama ini ia miliki justru menjadi jebakan. Drama ini dengan cermat memperlihatkan bahwa ketidaktahuan terhadap konsekuensi hukum bisa memperparah posisi seseorang, terutama ketika emosi mengambil alih logika.
Berikut lima konsekuensi hukum yang tidak sepenuhnya dipahami Do Ra Ik di awal Idol I, dan bagaimana ketidaksadaran ini membuat posisinya semakin rentan. Apa saja, ya?
