Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (instagram.com/viumalaysia)

Intinya sih...

  • Semua korbannya adalah mantan narapidana

  • Klaim menyembuhkan penyakit yang tak terobati

  • Perbedaan jelas antara korban dan pasien

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lee Woo Gyeom (Ryeo Un) menjadi pusat pusaran konflik dalam drama Korea Bloody Flower sejak kemunculan perdananya. Ia bukan hanya menghadirkan ketegangan lewat statusnya sebagai pembunuh berantai, tetapi juga melalui rangkaian klaim dan sikap yang terus memancing keraguan.

Semakin jauh cerita berjalan, sosok Lee Woo Gyeom justru semakin sulit ditebak, seolah kebenaran tentang dirinya sengaja diselimuti lapisan misteri. Ada lima misteri utama tentang Lee Woo Gyeom yang menjadi penggerak cerita dan membuat Bloody Flower terus menekan rasa penasaran penonton.

1. Semua korbannya adalah mantan narapidana

still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Fakta bahwa seluruh korban Lee Woo Gyeom merupakan mantan narapidana bukan detail yang bisa diabaikan. Pola ini terlalu rapi untuk disebut kebetulan, seolah ada seleksi yang dilakukan dengan sadar.

Dalam Bloody Flower, misteri ini membuka dugaan bahwa Lee Woo Gyeom memiliki standar moral versi dirinya sendiri. Pertanyaannya, apakah ia sedang menjalankan bentuk hukuman personal, atau sekadar memilih target yang dianggap “tidak akan dirindukan”?

2. Klaim menyembuhkan penyakit yang tak terobati

still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Lee Woo Gyeom secara konsisten mengaku mampu menyembuhkan penyakit yang secara medis dinyatakan tak terobati. Klaim ini terdengar mustahil, tetapi beberapa indikasi hasil membuatnya sulit untuk langsung dipatahkan.

Misteri ini menjadi jantung konflik Bloody Flower. Jika klaim tersebut benar, maka Lee Woo Gyeom bukan hanya pelaku kejahatan, melainkan figur revolusioner yang berbahaya bagi sistem medis dan hukum sekaligus.

3. Perbedaan jelas antara korban dan pasien

still cut drama Korea Bloody Flower (instagram.com/viumalaysia)

Menariknya, ada garis tegas antara mereka yang dibunuh Lee Woo Gyeom dan mereka yang ia sebut sebagai pasien. Korban pembunuhan tidak pernah diposisikan sebagai bagian dari proses penyembuhan.

Dalam Bloody Flower, pemisahan ini memicu pertanyaan tentang logika internal Lee Woo Gyeom. Misterinya terletak pada bagaimana ia menentukan siapa yang layak diselamatkan dan siapa yang dianggap boleh dikorbankan.

4. Ketenangan yang terlalu sempurna

still cut drama Korea Bloody Flower (instagram.com/viumalaysia)

Lee Woo Gyeom hampir tidak pernah kehilangan kendali emosi, bahkan saat menghadapi interogasi dan ancaman hukuman mati. Ketenangannya terasa tidak wajar untuk seseorang yang berada di situasi ekstrem.

Dalam Bloody Flower, sikap ini menjadi senjata psikologis yang mempersulit pembacaan motifnya. Apakah ia benar-benar yakin pada keyakinannya, atau justru menyembunyikan sesuatu yang jauh lebih gelap?

5. Metode pengobatan yang selalu kabur

still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Lee Woo Gyeom tidak pernah menjelaskan metode pengobatannya secara lengkap dan transparan. Informasi yang ia sampaikan selalu setengah-setengah dan sarat ambiguitas.

Misteri ini menjadi simpul paling krusial dalam Bloody Flower. Metode tersebut bisa menjadi bukti bahwa ia penyelamat yang disalahpahami, atau justru alat kejahatan yang disamarkan sebagai mukjizat medis.

Kelima misteri ini membuat Lee Woo Gyeom terus berada di wilayah abu-abu yang sulit dipastikan kebenarannya. Melalui Bloody Flower, penonton diajak menyelami sosok yang tidak sepenuhnya bisa disebut monster maupun penyelamat, hingga drama ini menegaskan bahwa misteri terbesar Bloody Flower bukan hanya siapa Lee Woo Gyeom sebenarnya, tetapi sejauh mana kebenaran bisa bertahan ketika moral, hukum, dan nyawa manusia saling berbenturan di dunia Bloody Flower.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorInaf Mei