Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Ending Spring Fever tidak menawarkan ledakan konflik besar, tetapi justru menyisakan sunyi yang paling menyakitkan melalui penyesalan Sun Jae Gyu (Ahn Bo Hyun). Sosok yang selama ini terlihat kuat, pendiam, dan penuh kontrol akhirnya dipaksa berhadapan dengan perasaan bersalah yang tak pernah benar-benar ia ucapkan. Di titik akhir cerita, Sun Jae Gyu tidak lagi berlari dari masa lalu, melainkan berdiri diam dan mengakuinya.

Penyesalan ini bukan datang karena ia gagal mencintai, melainkan karena ia terlalu lama menahan semuanya sendirian. Ada lima penyesalan utama yang membentuk ekspresi emosional Sun Jae Gyu di akhir Spring Fever, sekaligus menjelaskan mengapa kebahagiaan baginya selalu terasa mahal dan rapuh.

1. Merasa belum menjadi paman yang cukup baik untuk Sun Han Gyul

still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Sun Jae Gyu menyadari bahwa merawat Sun Han Gyul (Jo Joon Young) sejak bayi tidak otomatis membuatnya menjadi paman yang sempurna. Ia memberi perlindungan, tetapi sering lupa memberi ruang untuk bicara. Banyak keputusan ia ambil sendiri tanpa melibatkan perasaan Han Gyul.

Di akhir cerita, penyesalan itu muncul karena Sun Jae Gyu sadar bahwa cinta tanpa komunikasi bisa berubah menjadi beban. Ia ingin melindungi, tetapi justru menciptakan jarak. Perasaan gagal ini menjadi luka yang paling sulit ia terima.

2. Terlambat mengatakan kebenaran tentang ibu Sun Han Gyul

still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Keputusan Sun Jae Gyu menyembunyikan fakta tentang ibu Han Gyul dilandasi niat baik. Ia ingin melindungi keponakannya dari rasa sakit dan kekecewaan. Namun, waktu membuktikan bahwa kejujuran yang ditunda tetap akan melukai.

Saat Han Gyul mengetahui kebenaran dari cara yang salah, Sun Jae Gyu menyadari kesalahannya. Penyesalan itu bukan karena kebohongan semata, tetapi karena ia merampas hak Han Gyul untuk memahami hidupnya sendiri sejak awal.

3. Tidak menyelamatkan ayahnya saat kebakaran

still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Meski ayahnya penuh luka dan kesalahan, Sun Jae Gyu tetap membawa rasa bersalah yang tidak pernah benar-benar hilang. Kebakaran 18 tahun silam terus menghantui, terutama karena ia harus memilih satu nyawa untuk diselamatkan. Pilihan itu menyelamatkan Han Gyul, tetapi mengorbankan ayahnya.

Di ending Spring Fever, penyesalan ini muncul tanpa kata. Sun Jae Gyu tahu keputusannya logis, tetapi emosi tidak pernah bekerja seadil itu. Rasa bersalah tersebut menjadi bayangan yang selalu mengikutinya.

4. Membiarkan Sun Han Gyul tumbuh dengan kasih sayang yang terbatas

still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Sun Jae Gyu memberi keamanan, pendidikan, dan masa depan bagi Han Gyul. Namun ia lupa bahwa anak juga membutuhkan kehangatan emosional yang konsisten. Ia terlalu sibuk menjadi pelindung, hingga lupa menjadi tempat bersandar.

Penyesalan ini terasa paling manusiawi. Sun Jae Gyu menyadari bahwa kekuatan saja tidak cukup untuk membesarkan seseorang. Ada pelukan dan kata jujur yang seharusnya ia berikan lebih awal.

5. Terlalu lama memikul semuanya sendirian

still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Di akhir cerita, Sun Jae Gyu akhirnya mengakui bahwa ia terlalu keras pada dirinya sendiri. Ia menolak bantuan, menekan perasaan, dan memilih diam demi menjaga orang lain. Sikap ini membuatnya tampak kuat, tetapi sebenarnya rapuh.

Penyesalan ini bukan tentang masa lalu tertentu, melainkan pola hidup yang ia jalani bertahun-tahun. Ia sadar bahwa dengan berbagi beban lebih awal, banyak luka mungkin bisa dicegah.

Lima penyesalan Sun Jae Gyu di endingSpring Fever memperlihatkan bahwa karakter ini tidak gagal karena kurang berjuang, melainkan karena terlalu lama menahan segalanya sendiri tanpa jeda untuk jujur pada perasaannya. Melalui Spring Fever, penonton diajak memahami bahwa penyembuhan tidak selalu datang dari keputusan besar, tetapi dari keberanian mengakui penyesalan dan memilih untuk tidak mengulanginya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team