still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)
Ini yang paling terang dan paling “tidak selesai”, villain utamanya belum tetangkap. Ayah Cha Yi Yeon, sebagai pimpinan firma hukum ternama, bukan hanya antagonis, tapi otak yang bisa membengkokkan sistem dari dalam. Selama ia masih bebas, semua kemenangan terasa rapuh, karena akar masalahnya masih berdiri tegak.
Drama ini juga sudah memberi gambaran bahwa ia bukan pelaku yang akan jatuh dengan mudah, sebab senjatanya bukan sekadar kekerasan, melainkan pengaruh, koneksi, dan legalitas yang dipelintir. Ketika antagonis utama dibiarkan berkeliaran, itu seperti cerita yang sengaja menyimpan “bos terakhir” untuk bab berikutnya. Kalau season 2 terjadi, ayah Cha Yi Yeon punya potensi jadi pusat badai yang jauh lebih besar daripada sebelumnya.
Di titik ini, Bloody Flower terasa seperti menutup satu lingkaran sambil diam-diam menggambar lingkaran yang lebih besar di belakangnya, sehingga semua petunjuk yang ditinggalkan bukan sekadar pemanis, melainkan jembatan menuju konflik baru yang lebih tajam dan lebih berbahaya. Kalau benar ada kelanjutannya, season 2 Bloody Flower kemungkinan akan bergerak dari kisah bertahan hidup menjadi perang strategi yang lebih rapi, karena tokoh-tokoh kuncinya belum benar-benar selesai dengan rahasia, dendam, dan permainan kuasa yang mereka mulai sendiri.