Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Dampak Turunnya Nilai Properti Su Jong di Mad Concrete Dreams
still cut drama Mad Concrete Dreams (instagram.com/tvn_drama)
  • Ki Su Jong membeli gedung dengan pinjaman besar, berharap nilainya naik, namun justru turun karena kabar pembatalan proyek pembangunan ulang.
  • Penurunan nilai properti membuat gedungnya sepi penyewa, pendapatan menurun drastis, dan ia kesulitan membayar bunga pinjaman bank.
  • Untuk bertahan, Su Jong bekerja paruh waktu di banyak tempat, memakai tabungan kuliah anaknya, hingga mengurus sendiri perbaikan gedung demi menghemat biaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
sebelum pembatalan pembangunan ulang

Ki Su Jong membeli gedung dengan pinjaman berbunga besar, yakin nilainya akan naik karena rencana pembangunan ulang.

setelah pembatalan pembangunan ulang

Nilai gedung yang dibeli Ki Su Jong terus turun akibat kabar pembatalan proyek. Gedung menjadi sepi penyewa selama berbulan-bulan dan pendapatannya menurun drastis.

periode setelah penurunan nilai properti

Su Jong kesulitan membayar bunga pinjaman bank, bekerja paruh waktu di banyak tempat, dan memakai tabungan kuliah putrinya untuk menutup kekurangan.

kini

Ki Su Jong menyadari kabar pembatalan pembangunan ulang hanyalah tipu daya agar pemilik menjual murah. Ia memutuskan menahan penjualan gedung demi harga terbaik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Nilai properti milik Ki Su Jong terus menurun setelah rencana pembangunan ulang di kawasan tersebut dibatalkan, menyebabkan berbagai kesulitan finansial dan operasional bagi dirinya.
  • Who?
    Ki Su Jong, seorang pemilik gedung yang sebelumnya membeli properti dengan pinjaman bank besar, serta putrinya Da Rae yang turut terdampak secara ekonomi.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di kawasan tempat gedung milik Ki Su Jong berada, dalam latar cerita drama Korea “Mad Concrete Dreams”.
  • When?
    Peristiwa terjadi setelah pembatalan rencana pembangunan ulang diumumkan; waktu pastinya per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Nilai properti turun karena kabar pembatalan proyek pembangunan ulang yang ternyata sengaja disebarkan untuk menekan harga jual gedung di kawasan tersebut.
  • How?
    Akibat penurunan nilai dan sepinya penyewa, Ki Su Jong kehilangan pendapatan, kesulitan membayar bunga pinjaman, bekerja paruh waktu, memakai tabungan anaknya, dan menangani sendiri perawatan gedung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ki Su Jong beli gedung pakai uang tabungan dan pinjaman bank. Ia pikir nanti harganya naik, tapi malah turun karena kabar pembangunan dibatalkan. Gedungnya sepi penyewa, uangnya habis buat bayar bunga dan kuliah anaknya. Ia kerja banyak tempat dan perbaiki gedung sendiri. Sekarang ia tahu kabar itu bohong dan masih bertahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun Ki Su Jong menghadapi penurunan nilai properti dan tekanan finansial berat, kisahnya dalam *Mad Concrete Dreams* menunjukkan keteguhan dan kecerdikannya. Ia tidak menyerah pada situasi sulit, melainkan bekerja keras di berbagai tempat sambil tetap menyelidiki penyebab sebenarnya. Keputusannya menunda penjualan gedung membuktikan keyakinan dan ketajamannya membaca keadaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ki Su Jong (Ha Jung Woo) bersusah payah mengumpulkan penghasilan dan uang tabungannya demi bisa membeli sebuah gedung. Untuk bisa membeli gedung, Ki Su Jong bahkan mengambil pinjaman dengan bunga besar ke bank. Yakin jika gedung yang ia beli nilainya akan naik di masa depan, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya.

Gedung yang Ki Su Jong beli nilainya terus turun karena rencana pembangunan ulang seperti yang telah diduga-duga justru dibatalkan. Karena sudah terlanjur membeli gedung itu, satu-satunya pilihan Ki Su Jong hanyalah mempertahankannya. Namun, sejumlah hal terjadi sebagai dampak dari turunnya nilai properti yang dimiliki Ki Su Jong itu. Apa saja?

1. Karena nilainya terus turun dari waktu ke waktu, gedung yang dimiliki Su Jong itu jadi sepi pesewa selama berbulan-bulan

still cut drama Mad Concrete Dreams (instagram.com/tvn_drama)

2. Hal ini secara otomatis membuat Su Jong kehilangan sebagian besar pemasukannya

still cut drama Mad Concrete Dreams (instagram.com/tvn_drama)

3. Karena sepi pesewa dan penghasilan dari pembayaran sewa berkurang, Su Jong mulai kesulitan membayar bunga pinjaman banknya

still cut drama Mad Concrete Dreams (dok.TvN/Mad Concrete Dreams)

4. Untuk bisa membayar bunga pinjaman banknya, Su Jong harus bekerja paruh waktu di banyak tempat sebagai tambahan pemasukan

still cut drama Mad Concrete Dreams (instagram.com/tvn_drama)

5. Karena masih kurang, Su Jong juga jadi sering menggunakan uang tabungan untuk kuliah Da Rae, putrinya

still cut drama Mad Concrete Dreams (instagram.com/tvn_drama)

6. Karena kekurangan uang, saat pesewa yang tersisa komplen terkait gedung, Su Jong harus mengatasinya sendiri

still cut drama Mad Concrete Dreams (instagram.com/tvn_drama)

7. Seperti saat toilet mampet, Su Jong tak memanggil teknisi dan harus mengerjakannya sendiri untuk menghemat uang

still cut drama Mad Concrete Dreams (dok.TvN/Mad Concrete Dreams) )

Ki Su Jong merasa ada yang janggal dari merosotnya nilai properti yang dimilikinya karena kabar pembatalan pembangunan ulang. Ki Su Jong dalam drakor Mad Concrete Dreams yakin jika gedungnya itu termasuk dalam pembangunan ulang dan harganya akan melambung tinggi. Karena ini, Ki Su Jong bertahan dan mencari informasi. Benar saja, ternyata kabar pembatalan pembangunan ulang hanya sengaja disebarkan agar para pemilik properti mau menjual gedungnya dengan murah. Ki Su Jong yang bertekad sengaja menunda menjual gedungnya demi dapatkan harga terbaik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorInaf Mei