Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
still cuts drama No Tail to Tell
still cuts drama No Tail to Tell (dok. SBS/No Tail to Tell)

Di No Tail to Tell (2026), Eun Ho (Kim Hye Yoon) tak lagi berada di posisi nyaman sebagai gumiho. Setelah berubah menjadi manusia, ia harus mengumpulkan kebaikan demi membantu Palmiho (Lee Si Woo) untuk memperkuat mutiara rubahnya, yang berarti membuka jalan agar Eun Ho bisa mendapatkan kembali kekuatannya.

Masalahnya, mengumpulkan kebaikan sebagai manusia ternyata jauh lebih rumit dari yang ia bayangkan. Cara berpikir gumiho yang serba instan sering berbenturan dengan realitas dunia manusia. Berikut tujuh kesulitan yang dihadapi Eun Ho dalam misinya.

1. Sulit memahami ukuran kebaikan itu sendiri, karena tidak semua tindakan heroik otomatis dihitung sebagai kebajikan

still cuts drama No Tail to Tell (dok. SBS/No Tail to Tell)

2. Cenderung memilih jalan ekstrem, seperti ingin menyelamatkan nyawa sekaligus, alih-alih melakukan kebaikan kecil yang konsisten

still cuts drama No Tail to Tell (dok. SBS/No Tail to Tell)

3. Salah kaprah menganggap menghancurkan kejahatan sebagai kebaikan, termasuk ide nekat membakar tempat judi

still cuts drama No Tail to Tell (dok. SBS/No Tail to Tell)

4. Sering terlambat menyadari situasi, sehingga aksi baiknya justru berakhir kacau dan berbahaya

still cuts drama No Tail to Tell (dok. SBS/No Tail to Tell)

5. Kebaikan kecil tak langsung membuahkan hasil, membuat Eun Ho frustrasi dan merasa usahanya sia-sia

still cuts drama No Tail to Tell (dok. SBS/No Tail to Tell)

6. Harus menelan ego dan mengikuti cara manusia, sesuatu yang paling sulit bagi Eun Ho yang terbiasa hidup tanpa aturan

still cuts drama No Tail to Tell (dok. SBS/No Tail to Tell)

7. Dipaksa menghadapi kesalahan masa lalunya sendiri, karena kebaikan baru benar-benar dihitung saat ia memperbaiki dampak dari perbuatannya dulu

still cuts drama No Tail to Tell (dok. SBS/No Tail to Tell)

Kesulitan Eun Ho dalam mengumpulkan kebaikan menunjukkan bahwa menjadi manusia bukan soal melakukan aksi besar, melainkan soal konsistensi dan tanggung jawab. Dari yang awalnya ingin serba cepat, Eun Ho perlahan dipaksa belajar bahwa kebaikan sejati justru lahir dari menghadapi kesalahan sendiri, bukan menghindarinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team