Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jung Kyung Ho di Pro Bono
Jung Kyung Ho di Pro Bono (x.com/CJnDrama)

Pro Bono merupakan drakor hukum yang sarat isu sosial. Drakor ini menceritakan mantan hakim pengadilan tipikor bernama Kang Da Wit (Jung Kyung Ho) yang beralih profesi jadi pengacara atau advokat publik setelah dijebak dalam skandal suap.

Drakor Pro Bono tidak hanya menyajikan kasus-kasus hukum dengan penyelesaian yang tidak ketebak. Drama Korea ini ternyata juga memiliki banyak adegan dengan detail tersembunyi yang mungkin tak kamu sadari saat nonton. Berikut ini enam di antaranya. Yuk, simak.

1. Alasan Kang Da Wit memakai cincin di kelingkingnya

poster drama Pro Bono (x.com/CJnDrama)

Jika diperhatikan, Kang Da Wit memiliki satu kebiasaan yang jadi ciri khasnya. Ia terlihat mengenakan cincin di jari kelingkingnya. Cincin ini dulu milik mendiang ibunya. Setelah sang ibu meninggal, Kang Da Wit memakai cincin itu. Cincin tersebut kekecilan untuknya sehingga Kang Da Wit memasangnya di kelingking.

Yang mengejutkan, ternyata ada cerita sedih di balik cincin ini. Ibu Kang Da Wit dulu meninggal sebab tak mendapat perawatan memadai setelah jarinya putus saat bekerja di pabrik. Kematian ibunya akibat kecelakaan kerja yang tak adil mengubah Kang Da Wit berambisi sukses jadi Hakim Agung.

2. Park Gi Ppeum punya skill mengamati yang tajam

So Ju Yeon di Pro Bono (x.com/CJnDrama)

Di episode 6, semua anggota tim pro bono dari Oh&Partners dikisahkan menjalani medical checkup. Saat tes mata, Park Gi Ppeum (So Ju Yeon) bisa melihat dan menyebutkan semua huruf, bahkan hingga yang terkecil. Adegan ini tidak hanya menunjukkan kesehatan penglihatan Park Gi Ppeum, tapi juga menggambarkan skill pengamatannya yang terbiasa membaca ekspresi saat bicara menggunakan bahasa isyarat dengan orangtuanya yang tuli.

3. Kebiasaan Park Gi Ppeum menggerakkan tangan saat bicara

So Ju Yeon di Pro Bono (x.com/CJnDrama)

Satu lagi keunikan Park Gi Ppeum yang muncul karena dirinya merupakan CODA (child of deaf adult) atau anak dengar dari orangtua tuli. Saat bicara, Park Gi Ppeum terbiasa sering menggerakkan tangannya. Hal ini sempat mengganggu Kang Da Wit di episode awal. Namun, alasan di balik ini karena Park Gi Ppeum sering berkomunikasi dengan bahasa isyarat sehingga otomatis tangannya banyak bergerak saat sedang bicara

4. Kang Da Wit tak ingat kejadian soal dus apel

poster drama Pro Bono (x.com/studiodragonKR)

Alasan Kang Da Wit terpaksa mundur dari posisi hakim adalah karena ia dijebak dan diancam menerima suap. Dalam video, tampak ia senang menerima dus apel berisi uang, tapi Kang Da Wit sama sekali tak ingat momen ini. Scene ini serupa kisah Putri Salju alias Snow White yang tidak sadarkan diri setelah menggigit buah apel dari ibu tirinya yang menyamar jadi nenek tua.

Dalam drakor Pro Bono, Kang Da Wit digambarkan lemah terhadap zat sedatif sehingga saat dibius ia akan bertingkah lain dari biasanya. Namun, ia tidak akan ingat hal itu saat sadar. Kisahnya ini mirip dongeng Putru Salju. Hal ini diperkuat dengan salah satu poster yang menunjukkan Kang Sa Wit diberi buah apel.

5. Arti nama Kang Da Wit

Jung Kyung Ho di Pro Bono (x.com/CJnDrama)

Nama Kang Da Wit diambil dari tokoh David atau Daud dalam cerita di alkitab. David dikisahkan sebagai pemuda biasa dan lemah yang bisa menang melawan raksasa bernama Goliath. Kisah David dan Goliath mewakili premis drakor Pro Bono. Di sini Kang Da Wit dan timnya berjuang membela kliennya yang merupakan kaum lemah agar menang di pengadilan sekalipun mereka melawan tergugat dengan posisi kuat, koneksi luas, dan harta banyak.

6. Kang Da Wit duduk saat hakim keluar ruang sidang di episode 6

Jung Kyung Ho di Pro Bono (x.com/CJnDrama)

Di episode 6, ditunjukkan Kang Da Wit tetap duduk saat persidangan usai. Padahal menurut aturan dan tata krama pengadilan, semua yang hadir di persidangan harus berdiri saat hakim masuk dan keluar ruang sidang. Sebagai mantan hakim, Kang Da Wit tahu hal ini, tapi ia memutuskan tidak berdiri di akhir sidang dan justru menatap tajam ketua hakim. Apa yang dilakukannya ini adalah bentuk protes atas putusan tidak adil dari hakim ketua kepada kasus kekerasan seksual yang dialami Kaya (Jung Hoe Rin).

Tidak hanya membahas berbagai kasus hukum, Pro Bono juga mempunyai adegan-adegan dengan detail tersembunyi. Khususnya, mengenai kebiasaan dan ciri khas para tokoh yang berkaitan dengan backstory mereka hingga alasan implisit di balik tindakan tertentu. Apa kamu menyadarinya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team