Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Alasan Drakor Bloody Flower Harus Dilanjutkan ke Season 2
cuplikan drama Bloody Flower (dok. Disney+/Bloody Flower)

Drakor Bloody Flower resmi berakhir pada Rabu (25/2/2026). Tamatnya drama tersebut membuat pencinta drakor kehilangan satu tontonan bergenre thriller pada bulan Februari ini. Drama ini tamat dengan total 8 episode.

Episode terakhir ditutup dengan Lee Woo Gyeom (Ryeo Un) yang berusaha menyelamatkan anak Park Han Jun (Sung Dong Il). Ia gak memikirkan dirinya, padahal ia sedang dikejar banyak orang. Masalah utama yang melatarbelakangi Lee Woo Gyeom menjadi pembunuh berantai sudah diuraikan di episode terakhir. Meskipun sudah tamat, drakor Bloody Flower dirasa layak untuk dilanjutkan ke season 2. Kenapa? Berikut beberapa alasannya.

Perhatian, artikel ini mengandung spoiler.

1. Lee Woo Gyeom masih hidup

cuplikan drama Bloody Flower (dok. Disney+/Bloody Flower)

Setelah melakukan pengobatan terhadap anak Park Han Jun, yaitu Park Min Seo (Yoon Chae Na), Lee Woo Gyeom jatuh pingsan karena ia sebelumnya memang sudah terluka parah. Tak lama setelah siuman, ia nekat untuk pergi karena ia tahu Chae Jeong Soo (Kwon Soo Hyun) akan segera menangkapnya.

Dugaan Lee Woo Gyeom itu terbukti. Belum sempat berpisah dengan Park Han Jun, ia didatangi oleh Chae Jeong Soo. Berselang sebentar, Cha Yi Yeon (Keum Sae Rok) dan kepolisian juga datang. Park Han Jun yang berupaya melindungi Lee Woo Gyeom yang akan menyerang Chae Jeong Soo jadi sasaran peluru dari polisi. Lee Woo Gyeom turut mengalami hal sama karena masih belum menyerah untuk menghabisi Chae Jeong Soo.

Lee Woo Gyeom menjatuhkan dirinya ke sungai dalam kondisi tertembak. Tak diperlihatkan bagaimana keadaannya setelah itu. Namun, beberapa waktu kemudian ia menghubungi Park Han Jun dengan nomor tak dikenal. Ia ternyata masih hidup dan senang keadaan sudah lebih baik.

2. Obat yang diciptakan Lee Woo Gyeom belum tahu akan dikemanakan

cuplikan drama Bloody Flower (dok. Disney+/Bloody Flower)

Sebelum berpisah, Lee Woo Gyeom memberitahu Park Han Jun bahwa ia menyimpan obat penyembuh pertamanya di dalam metronom yang terletak di studionya. Ia meminta Park Han Jun mengambilnya jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu terhadap dirinya.

Obat tersebut berada di tangan Park Han Jun dan belum tahu akan dikemanakan. Park Han Jun diberi dua pilihan oleh Lee Woo Gyeom, yaitu mengungkapnya agar bisa dikembangkan atau membuangnya agar tidak ada lagi nyawa yang dikorbankan. Park Han Jun terlihat akan melempar obat tersebut ke sungai, tetapi ia mengurungkan niatnya karena mendapat telepon dari Lee Woo Gyeom yang masih hidup.

Hal tersebut tentu membuat kelanjutan nasib obat itu menarik untuk dinantikan. Lee Woo Gyeom sebelumnya juga sempat menanyakan sejumlah kemungkinan kepada Chae Jong Soo. Bisa jadi, darahnya lama-lama tidak akan memiliki lagi efek penyembuh karena terlalu sering dipakai atau sebaliknya, tetap bisa menjadi penyembuh selama Lee Woo Gyeom masih hidup.

3. Nasib akhir para karakter yang terlibat dalam eksperimen ilegal belum jelas

cuplikan drama Bloody Flower (dok. Disney+/Bloody Flower)

Dari penyelidikan yang ia lakukan, Cha Yi Yeon akhirnya mengetahui bahwa di balik upaya Lee Woo Gyeom menciptakan obat penyembuh hingga membunuh 17 orang ada fakta yang lebih berbahaya. Chae Jeong Soo, pimpinan Chaeum Medical Group sering melakukan eksperimen ilegal yang melibatkan manusia. Korbannya bahkan mencapai ratusan.

Yang membuat miris adalah orang-orang di kejaksaan dan kepolisian turut terlibat. Mereka menutup mata atas tindakan yang dilakukan grup konglomerat itu. Ayah Cha Yi Yeon juga termasuk orang yang terlibat di dalamnya. Di akhir, ayah Cha Yi Yeon masih bebas berkeliaran. Sementara itu, Chae Jeong Soo kabarnya ditangkap, tetapi belum jelas apa putusan yang ditetapkan terhadapnya.

Ketiga hal di atas menjadi alasan kuat yang membuat drakor Bloody Flower harus dilanjutkan ke season 2. Semoga harapan adanya musim terbaru dari drama ini terealisasikan, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team