Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Alasan Harus Nonton Drakor If Wishes Could Kill
Still cut drama Korea If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)
  • Drama Korea If Wishes Could Kill (2026) langsung viral berkat jajaran aktor muda berbakat dengan chemistry kuat yang bikin penonton betah mengikuti kisahnya.
  • Adegan brutal dan intensitas ketegangan meningkat di tiap episode, namun tetap diselingi momen tenang agar alur cerita terasa jelas dan tidak monoton.
  • Premis unik menggabungkan teknologi aplikasi Girigo dan teror supranatural dikemas rapi dalam delapan episode, menghadirkan penceritaan detail serta atmosfer horor khas Korea.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Awalnya iseng download aplikasi Girigo biar keinginamu tercapai, eh malah dapat teror mengerikan. Itu yang dirasakan para karakter di drama Korea If Wishes Could Kill (2026) arahan Sutradara Park Youn Seo.

Belum genap satu hari tayang, drama Korea ini langsung menjadi perbincangan hangat di negara asalnya dan Indonesia. Biar kamu gak ketinggalan hype-nya, mending tonton If You Wishes Could Kill (2026), deh!

Peringatan: Artikel ini mengandung spoiler, ya!

1. Mayoritas karakter utamanya aktor muda yang aktingnya patut diperhitungkan dan chemistry mereka terjalin apik

Still cut drama Korea If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Netflix itu emang jagonya menyajikan drama Korea bernuansa young adult dengan jajaran aktor rookie. Akting mereka pun gak kaleng-kaleng, bahkan mampu mengimbangi aktor berpengalaman, seperti Jeon So Nee dan Roh Jae Won.

Chemistry kelima aktor utama, yaitu Jeon So Young, Kang Mi Na, Baek Sun Ho, Hyeon Woo Seok, dan Lee Hyo Je juga terjalin dengan apik. Bahkan gak mengherankan kalau setelah ini penonton terbagi, ada yang tim Yoo Se Ah (Jeon So Young) berlayar sama Kim Geon Woo (Baek Sun Ho) atau Kang Ha Joon (Hyeon Woo Seok). Intinya sih, kehadiran aktor muda ini bikin pengalaman menonton If Wishes Could Kill (2026) lebih fresh.

2. Adegannya brutal, episode demi episode semakin mencekam, tapi bikin penasaran

Still cut drama Korea If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Sejak episode pertama, penonton sudah diajak menyaksikan adegan demi adegan berdarah. Buat yang hobi nonton gore, If Wishes Could Kill (2026) bakal memanjakanmu. Namun, bagi kamu yang gak suka-suka amat, perlu mempersiapkan diri sebelum menonton.

Intensitas setiap episode drakor ini juga semakin meningkat. Sejak episode awal, penonton sudah dibuat penasaran tentang apa itu aplikasi Girigo hingga nasib para karakter utama di drakor ini.

Meski intensitasnya semakin meningkat, penonton gak selalu disuguhkan adegan menegangkan yang ujung-ujungnya bikin bosan. Ada jeda yang memang dimanfaatkan sang filmmaker untuk lebih menjelaskan mau dibawa ke mana alurnya.

3. Biasanya premis sejenis dibikin film, makanya plot-nya kurang detail, tapi If Wishes Could Kill penceritaannya cukup rapi dan memuaskan

Still cut drama Korea If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Premis yang disajikan cukup unik, karena menggabung teknologi, yaitu aplikasi Girigo dan teror supranatural mengerikan. Penceritaan yang disajikan pun dikemas rapi dan memang seharusnya diceritakan, bukan sekadar pemanis.

Kalau sering nonton film horor Korea, pasti gak asing lagi sama vibes yang disajikan. Gelap, diliputi perasaan was-was saat menonton, cut to cut adegannya cepat, hingga musiknya mencekam. Karena terbatas durasi, presentase antara adegan menegangkan dan penjelasan alur ceritanya tidak seimbang.

Maka dari itu, beberapa film tidak mampu memanfaatkan durasi yang ada untuk fokus menjabarkan alur cerita secara keseluruhannya. Di sisi lain, If Wishes Could Kill (2026) yang hadir dengan dalam format delapan episode justru bisa menjelaskan segala hal dengan rapi dan tidak terburu-buru.

Apakah If Wishes Could Kill (2026) worth it untuk ditonton? Tentu saja, apalagi buat kamu yang suka tayangan horor berupa teror menegangkan. Bonusnya, drakor ini juga menyajikan sedikit elemen komedi dan romansa, supaya kamu gak bosan!

Editorial Team