Still cut drama Korea If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)
Premis yang disajikan cukup unik, karena menggabung teknologi, yaitu aplikasi Girigo dan teror supranatural mengerikan. Penceritaan yang disajikan pun dikemas rapi dan memang seharusnya diceritakan, bukan sekadar pemanis.
Kalau sering nonton film horor Korea, pasti gak asing lagi sama vibes yang disajikan. Gelap, diliputi perasaan was-was saat menonton, cut to cut adegannya cepat, hingga musiknya mencekam. Karena terbatas durasi, presentase antara adegan menegangkan dan penjelasan alur ceritanya tidak seimbang.
Maka dari itu, beberapa film tidak mampu memanfaatkan durasi yang ada untuk fokus menjabarkan alur cerita secara keseluruhannya. Di sisi lain, If Wishes Could Kill (2026) yang hadir dengan dalam format delapan episode justru bisa menjelaskan segala hal dengan rapi dan tidak terburu-buru.
Apakah If Wishes Could Kill (2026) worth it untuk ditonton? Tentu saja, apalagi buat kamu yang suka tayangan horor berupa teror menegangkan. Bonusnya, drakor ini juga menyajikan sedikit elemen komedi dan romansa, supaya kamu gak bosan!