Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dahyun di drakor Love Me
Dahyun di drakor Love Me (instagram.com/jtbcdrama)

Memiliki karier stabil sebelum usia 30 tahun adalah pencapaian yang membanggakan. Hye On sudah menginjak posisi tersebut; ia adalah editor berbakat yang mampu menghidupkan naskah "kering" jadi lebih bernyawa. Namun, terlepas dari pujian atasan, Hye On memilih untuk resign. Apakah alasan di balik keputusannya?

1. Keputusan resign bukan lahir dari desakan atau konflik, tapi dari sebuah rencana besar yang telah dipersiapkan dengan matang sejak awal lulus kuliah

Dahyun di drakor Love Me (instagram.com/jtbcdrama)

2. Berbeda dengan narasi burnout yang umum terjadi, resign bagi Hye On adalah sebuah pencapaian

Dahyun di drakor Love Me (instagram.com/jtbcdrama)

3. Ia memiliki disiplin finansial yang luar biasa, menetapkan target tabungan sebesar 24.000 dolar sebagai "tiket kebebasan"

Dahyun di drakor Love Me (instagram.com/jtbcdrama)

4. Tabungan tersebut bukan sekadar angka, melainkan ruang bernapas agar ia bisa berkarya tanpa tekanan kebutuhan sehari-hari

Dahyun di drakor Love Me (instagram.com/jtbcdrama)

5. Ia masuk ke dunia penerbitan bukan untuk menetap selamanya sebagai pendukung karya orang lain, melainkan untuk mempelajari medannya sebelum akhirnya terjun sebagai pemeran utama (penulis)

cuplikan drakor Love Me (instagram.com/jtbcdrama)

6. Bagi sebagian orang, langkah Hye On mungkin terlihat impulsif. Namun, jika dilihat lebih dalam, ini adalah bentuk keberanian eksistensial

cuplikan drakor Love Me (instagram.com/jtbcdrama)

7. Ia lebih takut kehilangan mimpinya daripada kehilangan gaji bulanannya. Ia memilih untuk "bertaruh" pada dirinya sendiri saat energinya masih berada di puncak

Dahyun di drakor Love Me (instagram.com/jtbcdrama)

Keputusan resign Hye On adalah sebuah reminder bahwa stabilitas sering kali menjadi penjara bagi mimpi yang lebih besar. Meski realita mungkin tidak selalu berpihak pada optimismenya, langkah Hye On menunjukkan bahwa ialah pemegang kendali atas hidupnya sendiri.

Ia tidak hanya sekadar berhenti bekerja; ia sedang mulai mengejar mimpinya sebagai penulis. Akankah ia mampu mewujudkan mimpinya menjadi penulis? Ataukah itu hanya akan jadi mimpi yang utopis? Kalau kamu penasaran, jangan lupa tonton drakor Love Me agar tak ketinggalan ceritanya, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team