Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Alasan Pangeran Agung I An Gak Merebut Takhta di Perfect Crown
cuplikan drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfecrt Crown)
  • Pangeran Agung I An menyimpan dekret kerajaan yang menobatkannya sebagai penerus takhta, namun memilih tidak merebut kekuasaan demi menjaga stabilitas dan kehormatan istana.
  • Ia menekan ambisi pribadi sejak kecil, merasa bersalah atas kematian kakaknya Raja Yi Hwan, serta lebih mengutamakan keselamatan keluarga dan orang-orang terdekatnya.
  • Alih-alih merebut takhta, Pangeran I An fokus menyelidiki tragedi misterius di kerajaan untuk mengungkap dalang di balik berbagai peristiwa yang mengancam kedamaian Perfect Crown.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di Perfect Crown, dikisahkan Raja Yi Hwan (Sung Joon) sempat menyusun dekret sebelum tewas dalam kebakaran. Isi dekret tersebut menetapkan adiknya, Pangeran Agung I An (Byeon Woo Seok), sebagai penerus takhta setelah dirinya lengser.

Siapa sangka, dekret kerajaan yang dikira sudah lenyap itu selama ini disimpan Pangeran I An. Meski dirinya punya kualitas dan potensi besar menjadi seorang raja, Pangeran I An memilih untuk gak merebut takhta dari keponakannya. Apa alasannya?

1. Pangeran I An tebiasa untuk menekan ambisinya dari kecil

cuplikan drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfecrt Crown)

Sejak kecil, Pangeran Agung I An hidup di bawah pengawasan ketat dan ekspektasi tinggi dari lingkungan istana yang mematikan kebebasannya. Hal ini membuatnya merasa "gak memiliki apa-apa" meski secara status ia adalah pangeran.

Karena selalu dikecam ayahnya dan dilarang bertindak semaunya, Pangeran I An dari dulu gak pernah terlatih mengejar apa yg dirinya mau dan layak dapatkan. Meski dekret raja berada di tangannya, ia gak yakin mengambil paksa takhta saat ini karena takut keinginannya itu terlalu egois dan serakah.

2. Menjaga situasi istana agar tetap stabil

cuplikan drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfecrt Crown)

Sebagai putra raja, Pangeran I An merasa memiliki kewajiban moral untuk menjaga kehormatan keluarga dan keberlangsungan takhta. Ia pun lebih memilih menahan diri daripada menciptakan kekacauan politik.

Pangeran I An harus sering bersembunyi dari sorotan publik dan menjaga perilaku demi menjaga keseimbangan politik istana yang rapuh. Sebab, ia sadar bahwa memberontak akan membahayakan posisinya dan orang-orang di sekitarnya

Maka dari itu, ia memilih untuk melanggar aturan secara halus atau diam-diam, terutama demi Seong Hui Ju (IU) daripada melakukan pemberontakan terbuka yang bisa menghancurkan dirinya sendiri. Kepatuhannya dalah wujud pertahanan diri dan dedikasinya dalam menjaga situasi istana agar tetap stabil.

3. Pangeran I An ingin melindungi orang-orang di sekitarnya

cuplikan drama Perfect Crown (x.com/mbcdrama_pre)

Pangeran I An menyadari konsekuensi apabila dirinya naik takhta dan menggantikan keponakannya. Jika dekret raja tersebut terungkap, Ibu Suri Yoon Yi Rang (Gong Seung Yeon) bisa dituduh sebagai pengkhianat karena telah mengabaikannya, sementara posisi Raja Yi Yoon (Kim Eun Ho) yang masih kecil pun akan ikut terancam.

I An tahu bahwa aturan istana gak mengizinkan adanya dua pangeran, yang bisa membuat putra mahkota terbuang. Karena itu, ia lebih memilih mengalah. Sifatnya yang selalu mendahului keselamatan orang lain inilah yang membuatnya rela menderita sendirian agar orang yang ia sayangi gak terkena dampak dari konflik kekuasaan.

4. Rasa bersalah akan kematian kakaknya

cuplikan drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfecrt Crown)

Walau menyimpan keinginan rahasia untuk naik takhta, Pangeran I An sebenarnya memendam rasa bersalah yang mendalam. Ia menganggap dirinya punya "andil" atas kematian kakaknya, Raja Yi Hwan.

Pangeran I An merasa seandainya sang kakak gak menulis dekret tersebut, tragedi kebakaran itu mungkin gak akan pernah terjadi. Itulah sebabnya, ketika Yoon Yi Rang menuduhnya sebagai penyebab kematian Raja Yi Hwan, ia hanya terdiam dan gak membela diri karena merasa ikut bertanggung jawab.

5. Rencana untuk menangkap pelaku di balik berbagai tragedi kerajaan

cuplikan drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfecrt Crown)

Di samping rasa bersalah, Pangeran I An diduga menunda klaim takhtanya demi menyusun strategi rahasia. Ia berupaya mengusut tuntas rentetan peristiwa mencurigakan di lingkungan kerajaan, mulai daro kecelakaan yang menimpa ibunya, kebakaran yang menewaskan kakaknya, hingga sabotase mobil Seong Hui Ju.

Sambil mengumpulkan bukti-bukti kuat, Pangeran I An bertekad untuk meringkus dalang di balik rentetan peristiwa tersebut. Fokus pada misi penyelidikan inilah yang membuatnya tetap bimbang untuk segera menggunakan dekret raja dan naik takhta

Meski memegang dekret raja, Pangeran I An memilih untuk gak memberontak demi menjaga kedamaian kerajaan dan melindungi orang tercinta. Namun, sikap kompromisnya ini mulai berubah setelah ia mendapati Seong Hui Ju berkali-kali terancam bahaya di drakor Perfect Crown.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team