Dalam drama Korea Honour, konflik antara Park Je Yeol (Seo Hyun Woo) dan tiga pengacara L&J berkembang menjadi pertarungan yang bukan hanya soal hukum, tetapi juga soal kekuasaan dan kendali. Sosok Park Je Yeol digambarkan sebagai figur ambisius yang terbiasa berada di posisi dominan. Ketika posisinya mulai ternacam, ia memilih langkah konforntatif yang memicu ketegangan besar. Berikut keempat alasan Park Je Yeol mengancam tiga pengacar L&J. Yuk, simak sampai akhir!
4 Alasan Park Je Yeol Mengancam Tiga Pengacara L&J di Honour

1. Dianggap telah mengusik aplikasi Connection
Park Je Yeol menilai langkah tiga pengacara L&J sudah melewati batas ketika mereka mulai menyelidiki aplikasi Connection, aplikasi yang menyediakan layanan jawa prostitusi. Bagi Je Yeol, aplikasi tersebut bukan sekadar proyek bisnis biasa. Ada kepentingan besar yang bergantung pada sistem aplikasi tersebut.
Ia merasa penyelidikan tersebut dapat membuak celah yang selama ini berhasil ia jaga. Semakin dalam L&J menggali, semakin berisiko rahasia di balik Connection terungkap. Ancaman pun menjadi cara instan untuk menghentikan gerak mereka sebelum semuanya terlambat.
2. Tak ingin rahasia pribadinya terbongkar
Di balik sikap tegasnya, Park Je Yeol sebenarnya menyimpan ketakutan yang cukup besar. Ia sadar bahwa ada sisi masa lalu dan keputusan pribadinya yang bisa menjadi boomerang. Jika hal itu terungkap, citra dan kekuasaannya bisa runtuh seketika.
Tiga pengacara L&J dikenal teliti dan sulit diintimidasi secara logika hukum. Hal ini membuat Je Yeol merasa terpojok secara psikologi. Ancaman yang ia lontarkan menjadi bentuk perlindungan diri agar rahasia itu tetap terkubur.
3. Merasa posisinya terancam secara hukum dan jabatan
Sebagai figur berpengaruh, Park Je Yeol sangat memahami risiko hukum yang mungkin muncul. Satu kesalahan kecil bisa menyeretnya ke proses panjang yang merugikan secara finansial dan reputasi. Ia tidak ingin kehilangan jaringan dan kekuasaan yang telah dibangun dengan susah payah.
Dari sisi bisnis, konflik ini juga bisa mengguncang stabilitas jabatan dan bisnisnya. Kepercayaan publik dan mitra kerja sangat bergantung pada reputasi yang bersih. Karena itu, ia memilih menyerang lebih dulu untuk mengamankan posisinya.
4. Ingin menunjukkan dominasi dan kendali situasi
Karakter Park Je Yeol terbiasa menjadi pihak yang memegang kendali. Ia tidak nyaman berada dalam posisi defensive atau tertekan. Ketika L&J mulai terlihat percaya diri, ia merasa perlu mengembalikan hirearki kekuasaan. Ia lantas mengatur alur konflik agar tetap berada dalam scenario yang ia rancang, sehingga pihak lain tampak lemah, terpojok, dan kehilangan ruang untuk membela diri.
Ia memanfaatkan nformasi, dan relasi untuk memastikan dirinya dirinya tetap untung. Sikap ini juga memperlihatkan kecenderungan untuk mengancam tiga pengacara. Dengan menciptakan tekanan dan situasi yang serba terkontrol, ia berusaha membentuk persepsi public sesuai kepentingannya.
Sikap ini memperhatikan kecenderungan untuk tidak memberi ruang dialog yang setara, karena setiap interaksi diposisikan sebagai ajang mempertahankan kuasa. Dengan menciptakan tekanan dan situasi yang serba terkontrol, ia berusaha membentuk persepsi public sesuai kepentingannya, sehingga kebenaran menjadi relative dan bertanggung pada siapa yang paling mampu menguasai narasi.