Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
still cuts drama Pro Bono
still cuts drama Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

Meski sudah tamat dengan ending yang bisa dibilang memuaskan, cerita dari Pro Bono (2025) masih terasa belum benar-benar selesai. Banyak konflik memang ditutup, tapi justru di episode terakhir penonton disuguhi arah cerita baru yang terasa terlalu besar untuk dibiarkan begitu saja.

Alih-alih menjadi penutup, ending Pro Bono terasa seperti titik awal babak baru. Dari firma hukum baru hingga konflik hukum yang lebih besar, semuanya seolah berteriak minta dilanjutkan. Inilah alasan kenapa Pro Bono rasanya wajib punya musim kedua.

1. Firma hukum Mata Ganti Mata baru didirikan Kang Da Wit belum sempat menunjukkan jati dirinya di dunia hukum

still cuts drama Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

2. Model firma yang fokus pada kasus kepentingan publik menimbulkan pertanyaan besar soal keberlanjutan dan sumber dana

still cuts drama Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

3. Kasus popok beracun sebagai klien pertama hanya ditampilkan sekilas, yang memancing penasaran penonton karena tim akan melawan Oh & Patners

still cuts drama Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

4. Hubungan Da Wit dan Oh Jung In menjadi ambigu setelah terungkapnya pengkhianatan, namun belum jelas apakah mereka akan menjadi rival

still cuts drama Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

5. Peran Woo Myeong Hun yang kini berada di jajaran manajemen Oh & Partners membuka kemungkinan konflik hukum baru dengan firma Da Wit

still cuts drama Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

6. Skandal besar Jang Hyeon Bae, Shin Jung Seok, dan jaringan penyuapan elit hukum belum mendapat vonis final yang jelas

still cuts drama Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

7. Ending yang menyorot langkah baru tim Pro Bono terasa seperti awal perjalanan, bukan benar-benar penutup cerita

still cuts drama Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

Dengan semua benang cerita yang masih terbuka, Pro Bono terasa terlalu sayang untuk benar-benar ditutup di season pertama. Perjalanan Kang Da Wit dan timnya baru saja menemukan bentuk idealnya, dan justru di titik itulah konflik paling menarik bisa dimulai. Kalau menurut kalian, gimana nih? Setuju nggak kalau cerita dilanjutkan ke musim kedua?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team