Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
still cut drama Korea The Art of Sarah
still cut drama Korea The Art of Sarah (instagram.com/netflixkr)

The Art of Sarah menghadirkan karakter perempuan ambisius yang rela memalsukan identitas demi mempertahankan kemewahan yang ia bangun. Sarah Kim (Shin Hae Sun), yang lahir dengan nama Kim Eun Jae, menjelma menjadi ikon luxury brand Boudior—meski jalannya dipenuhi kebohongan dan manipulasi. Namun segalanya berubah ketika Kim Mi Jeong, pengrajin tas berbakat yang bekerja untuknya, tewas dalam insiden tragis yang berujung pada pembuangan jasad di Mal Samwol.

Alih-alih melarikan diri, Sarah Kim justru mendatangi kantor polisi secara sukarela. Tapi bukan sebagai Sarah Kim—melainkan sebagai Kim Mi Jeong. Keputusan mengejutkan itu tentu bukan tanpa alasan. Berikut tiga motif di balik pengakuannya.

1. Menjadi “Sarah Kim” adalah keinginan terakhir Kim Mi Jeong

still cut drama Korea The Art of Sarah (instagram.com/netflixkr)

Sejak awal, Kim Mi Jeong terobsesi pada sosok Sarah Kim—dari gaya bicara hingga penampilannya. Sarah Kim bahkan pernah mengatakan bahwa Kim Mi Jeong sangat mirip dengannya, kalimat yang tanpa sadar memicu ambisi berbahaya. Ketika Kim Mi Jeong mulai menggunakan kartu ATM milik Sarah Kim dan terang-terangan menyatakan ingin menjadi dirinya, batas antara asli dan palsu pun mulai kabur.

Bagi Sarah Kim, pengakuannya sebagai Kim Mi Jeong adalah ironi sekaligus sindiran terakhir. Jika Kim Mi Jeong ingin menjadi Sarah Kim, maka ia akan memberikan “keinginan” itu—bahkan setelah kematiannya. Dengan membalik identitas, Sarah Kim menciptakan realitas baru di mana yang palsu dan yang asli tak lagi bisa dibedakan.

2. Untuk menyelamatkan Boudior dari kehancuran

still cut drama Korea The Art of Sarah (instagram.com/netflixkr)

Boudior bukan sekadar merek tas mewah, itu adalah simbol kelahiran kembali Sarah Kim dari masa lalunya yang penuh kepalsuan. Ia membangun citra, reputasi, dan jaringan sosial dengan susah payah. Jika ia mengaku sebagai Sarah Kim yang terlibat kasus kematian, maka seluruh fondasi Boudior bisa runtuh dalam sekejap.

Dengan menggunakan nama Kim Mi Jeong—identitas yang sah dan terdaftar—Sarah Kim mencoba memisahkan skandal dari bisnisnya. Ia rela “membunuh” nama Sarah Kim demi menjaga Boudior tetap hidup. Baginya, kehilangan identitas lebih baik daripada kehilangan kerajaan yang telah ia bangun dengan darah dan dusta.

3. Karena identitas “Sarah Kim” secara hukum nyaris tidak ada

still cut drama Korea The Art of Sarah (x.com/NetflixKR)

Nama Sarah Kim sejatinya hanyalah konstruksi—identitas palsu yang dibentuk selama pernikahannya dengan Hong Seong Sin, lengkap dengan latar belakang yang direkayasa. Secara administratif, nama itu hampir tidak memiliki jejak resmi yang kuat. Inilah celah yang disadari Sarah.

Park Mu Hyeong mungkin mencurigainya, tetapi tanpa identitas legal yang jelas, “Sarah Kim” adalah bayangan yang sulit disentuh hukum. Dengan mengaku sebagai Kim Mi Jeong—nama yang terdaftar resmi—Sarah Kim justru mengendalikan arah penyelidikan. Ia memilih identitas yang bisa ia atur konsekuensinya, daripada mempertahankan nama yang bisa menyeret semuanya ke jurang yang lebih dalam.

Keputusan Sarah Kim bukan sekadar strategi hukum, melainkan permainan identitas yang dingin dan terencana. Di dunia yang ia bangun dari kepalsuan, nama hanyalah alat—bisa dipakai, ditukar, bahkan dikorbankan. Pertanyaannya kini bukan lagi siapa Sarah Kim sebenarnya, melainkan seberapa jauh ia bersedia menghapus dirinya sendiri demi mempertahankan kemewahan yang ia ciptakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team