Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Pangeran I An Benar-benar Mau Merebut Takhta di Perfect Crown?
Cuplikan drama Korea Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)

Sejak awal drama Perfect Crown, Pangeran I An (Byeon Woo Seok) terus dicurigai ingin merebut takhta kerajaan. Kedekatannya dengan Baginda Raja I Yoon (Kim Eun Ho) yang masih kecil, membuat banyak orang percaya bahwa I An menyimpan ambisi tersembunyi.

Ibu Suri Yi Yoon (Gong Seung Yeon) bahkan menganggap semua tindakan I An hanyalah cara halus untuk menguasai kerajaan. Namun, benarkah demikian? Jika melihat perjalanan karakternya lebih dalam, I An justru terlihat sebagai sosok yang paling takut pada kekuasaan itu sendiri.

Yuk, simak tiga alasan yang menjawab pertanyaan, apakah I An benar-benar mau merebut takhta?

1. I An selalu melihat takhta sebagai beban

Cuplikan drama Korea Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)

Berbeda dengan para bangsawan lain yang haus kekuasaan, I An sejak awal justru berusaha menjauh dari takhta. Ia tahu kakaknya, I Hwan (Sung Joon), memang ingin menyerahkan posisi itu kepadanya suatu hari nanti.

Namun alih-alih merasa senang, I An malah ketakutan. Ia takut dirinya berubah menjadi serakah dan takut kekuasaan menghancurkan dirinya seperti yang terjadi pada keluarganya.

Karena itu, I An berkali-kali menolak terlibat terlalu jauh dalam urusan kerajaan. Sikapnya menunjukkan bahwa ia tidak pernah benar-benar menginginkan mahkota tersebut.

2. Kedekatannya dengan Raja I Yoon lahir dari sayang, bukan politik

Cuplikan drama Korea Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)

Banyak orang menganggap I An terlalu ikut campur dalam pemerintahan Raja I Yoon yang masih berusia delapan tahun. Hal itu membuatnya dicurigai sedang mempersiapkan jalan untuk merebut kekuasaan.

Namun sebenarnya, I An hanya ingin melindungi keponakannya. Ia tahu bagaimana rasanya tumbuh dalam tekanan istana dan memikul tanggung jawab besar sejak kecil. Karena itu, ia selalu berada di sisi I Yoon agar sang raja kecil tidak menghadapi semuanya sendirian.

Bahkan ketika istrinya, Hui Ju (IU) berkata bahwa I An ingin melindungi raja, ia langsung menjawab, “Aku hanya ingin melindungi keponakanku.” Kalimat itu memperlihatkan bahwa I An tidak melihat mahkota di kepala I Yoon, melainkan hanya seorang anak kecil yang ia sayangi.

3. I An terus difitnah justru karena terlalu tulus melindungi orang lain

Cuplikan drama Korea Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)

Tragisnya, ketulusan I An sering disalahartikan sebagai strategi politik. Semakin ia berusaha menjaga Raja I Yoon, semakin besar pula kecurigaan orang-orang terhadapnya.

Ibu Suri dan para pejabat istana melihat kepedulian I An sebagai ancaman bagi kerajaan. Padahal, jika benar ia ingin merebut takhta, I An bisa saja memanfaatkan kekacauan istana untuk mengambil kekuasaan dengan mudah.

Pada akhirnya, Perfect Crown menunjukkan bahwa Pangeran I An adalah karakter yang tragis karena niat baiknya terus dipelintir menjadi ambisi kekuasaan. Ia hidup di lingkungan istana yang membuat ketulusan sulit dipercaya. Padahal, yang paling diinginkan I An hanyalah menjaga orang-orang yang ia cintai tetap aman, terutama Raja I Yoon.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team