Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
8 Bukti Darah Dingin Im Sa Hyeong di To My Beloved Thief
still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Dalam pusaran politik kelam drakor To My Beloved Thief, nama Im Sa Hyeong (Choi Won Young) selalu hadir sebagai sosok yang paling sulit ditebak dan paling berbahaya. Ia bukan tipe penjahat yang meledak-ledak, melainkan sosok dingin yang bergerak dalam senyap, menghitung risiko, dan tak segan mengorbankan siapa pun demi ambisinya.

Jika Raja Yi Gyu (Ha Seok Jin) dikenal sebagai tiran yang brutal secara terbuka, maka Im Sa Hyeong adalah racun yang bekerja perlahan dari dalam istana. Berikut delapan bukti betapa dinginnya hati Im Sa Hyeong sepanjang cerita.

1. Mengkhianati raja tanpa sedikit pun rasa bersalah

still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Sebagai pejabat tinggi yang mendapat kepercayaan penuh dari raja, Im Sa Hyeong justru bermain dua kaki. Ia merancang skema yang melemahkan kekuasaan tanpa menunjukkan ekspresi penyesalan sedikit pun.

Di To My Beloved Thief, pengkhianatan ini bukan sekadar langkah politik, melainkan cerminan karakter. Baginya yang terbiasa menjadi "boneka" bagi sang raja, kesetiaan hanyalah alat.

2. Dikembalikan ke jabatan setelah disiksa, tapi tetap tanpa penyesalan

still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Saat terseret kasus percobaan pembunuhan terhadap raja, ia ditangkap dan disiksa. Namun, secara mengejutkan, raja mengembalikan posisinya.

Alih-alih bersyukur atau berubah, Im Sa Hyeong tetap menjalankan rencananya. Tidak ada rasa takut, tidak ada penyesalan. Ia justru semakin lihai menyembunyikan jejaknya.

3. Menyingkirkan semua yang menghambat jalannya

still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Bagi Im Sa Hyeong, orang-orang hanyalah pion. Siapa pun yang berpotensi mengganggu jalannya akan disingkirkan, baik secara politik maupun fisik.

Ia membangun citra sebagai pejabat rasional. Padahal di balik layar ia merapikan kekuasaan dengan tangan yang tak terlihat.

4. Mengorbankan putranya sendiri, Im Seung Jae

still cut drama Korea To My Beloved Thief (youtube.com/@KBSdrama)

Titik paling mengerikan dari karakternya adalah saat ia menjadikan putranya sendiri, Im Seung Jae (Do Sang Woo), sebagai kambing hitam dalam kasus percobaan pembunuhan terhadap raja. Alih-alih melindungi darah dagingnya, ia justru membiarkan sang anak memikul tuduhan berat demi menyelamatkan dirinya. Ini membuktikan betapa dinginnya hati Im Sa Hyeong.

5. Mengusulkan hukuman pemenggalan untuk anaknya sendiri

still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Lebih kejam lagi, Im Sa Hyeong secara terbuka mengusulkan hukuman pemenggalan bagi Im Seung Jae kepada raja. Usulan itu bukan karena tuntutan hukum semata, melainkan strategi untuk membuktikan “kesetiaan”-nya. Ia ingin menunjukkan bahwa ia bahkan tidak memihak keluarganya sendiri jika itu menyangkut kerajaan.

6. Memenjarakan putranya sendiri, Im Jae I

still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Tak berhenti pada satu anak, ia juga memenjarakan putranya sendiri, Im Jae I (Hong Min Gi), ketika situasi politik mengancam posisinya. Keputusan ini memperlihatkan bahwa hubungan darah tidak pernah lebih penting daripada ambisi kekuasaan baginya. Bagi Im Sa Hyeong,kekuasaan membutuhkan pengorbanan, sekalipun itu harus keluarganya sendiri.

7. Membunuh Im Seung Jae sebelum pengasingan

still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Saat Im Seung Jae hendak dipindahkan ke pengasingan sebelum eksekusi, Im Sa Hyeong justru memastikan sang anak tidak pernah sampai ke tujuan. Ia membunuhnya sendiri. Langkah yang memastikan rahasia tetap terkubur dan tidak ada celah yang bisa menyeretnya jatuh.

8. Tidak mengadakan upacara pemakaman

still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Sebagai penutup yang paling dingin, Im Sa Hyeong bahkan tidak mengadakan upacara pemakaman layak untuk Im Seung Jae. Dalam budaya Joseon, penghormatan terakhir bagi keluarga adalah kewajiban moral. Menolak melakukannya bukan hanya tindakan kejam, tapi juga simbol bahwa ia benar-benar memutuskan hubungan sebagai ayah.

Lewat karakter Im Sa Hyeong, To My Beloved Thief menunjukkan bahwa kejahatan tidak selalu hadir dalam teriakan dan amarah. Kadang, ia hadir dalam keputusan yang diambil tanpa getaran emosi sedikit pun.

Im Sa Hyeong bukan sekadar antagonis. Ia adalah gambaran ambisi tanpa batas, di mana darah, keluarga, dan nurani hanyalah harga yang siap ia bayar demi kekuasaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team