still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)
Woo Gyeom mengakui jumlah korban, lokasi jenazah, hingga detail eksperimen dengan ketenangan yang mencurigakan. Dalam beberapa kasus hukum, pengakuan yang terlalu rapi justru menimbulkan pertanyaan tentang kondisi psikologis atau tekanan saat interogasi. Pembela dapat mengeksplorasi kemungkinan gangguan mental atau motivasi tersembunyi di balik pengakuan tersebut.
Jika kondisi mentalnya dipertanyakan secara sah, maka kapasitas pertanggungjawaban pidananya bisa diuji. Pemeriksaan forensik psikiatri dapat membuka peluang untuk mengurangi hukuman. Dalam kasus hukuman mati, isu kesehatan mental sering menjadi faktor penentu yang signifikan.
Pada akhirnya, nasib Lee Woo Gyeom di Bloody Flower tidak hanya ditentukan oleh seberapa berat kejahatannya, tetapi juga oleh seberapa cermat hukum membaca setiap celah yang ada. Drama ini dengan cerdas menunjukkan bahwa ruang sidang bukan hanya arena penghakiman, melainkan medan strategi yang menuntut ketelitian dan ketahanan mental dari semua pihak. Jika satu saja dari celah hukum itu terbukti kuat, maka arah akhir kisah Lee Woo Gyeom di Bloody Flower bisa berubah drastis dan mengguncang seluruh fondasi konflik yang telah dibangun sejak awal.