Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
still cuts drama Idol I
still cuts drama Idol I (dok. ENA/Idol I)

Kematian Kang Woo Seong (An Woo Yeon) bukan cuma tragedi besar di dalam cerita Idol I (2025), tapi juga jadi titik balik paling menyakitkan di hidup Do Ra Ik (Kim Jae Young). Cuma dalam satu malam, hidup Ra Ik yang sudah rapuh benar-benar runtuh. Dari seorang idol papan atas, ia berubah menjadi sosok yang dicurigai, ditinggalkan, dan dipaksa menghadapi semuanya sendirian.

Sejak insiden itu, setiap aspek kehidupan Ra Ik ikut terdampak, mulai dari kondisi mental, hubungan personal, hingga karier yang ia bangun selama bertahun-tahun. Berikut ini dampak-dampak paling besar yang harus ditanggung Do Ra Ik setelah kehilangan Kang Woo Seong.

1. Ra Ik kehilangan satu-satunya sahabat terdekat yang selama ini menjadi tempatnya bersandar di tengah tekanan kariernya

still cuts drama Idol I (dok. ENA/Idol I)

2. Lebih menyakitkan lagi, ia malah menjadi tersangka utama dalam kasus kematian Woo Seong hanya karena menjadi orang terakhir yang bersama korban

still cuts drama Idol I (dok. ENA/Idol I)

3. Tuduhan tersebut membuat Ra Ik diseret ke pusaran opini publik yang kejam, di mana ia sudah lebih dulu dihakimi sebelum penyelidikan berjalan adil

still cuts drama Idol I (dok. ENA/Idol I)

4. Tekanan mental yang ia alami semakin parah, memicu depresi dan insomnia yang sebelumnya sudah ia pendam sendirian

still cuts drama Idol I (dok. ENA/Idol I)

5. Karier Ra Ik sebagai idol praktis hancur dalam sekejap, dengan jadwal dibatalkan dan namanya tercoreng di media

still cuts drama Idol I (dok. ENA/Idol I)

6. Agensi yang seharusnya melindungi justru memilih lepas tangan, membuat Ra Ik kehilangan satu-satunya payung perlindungan profesional

still cuts drama Idol I (dok. ENA/Idol I)

7. Di tengah semua kekacauan itu, Ra Ik harus menghadapi kesepian paling dalam karena hampir tidak ada satu pun orang yang benar-benar berdiri di sisi

still cuts drama Idol I (dok. ENA/Idol I)

Kematian Woo Seong bukan hanya soal kasus kehilangan nyawa, tetapi juga tentang bagaimana satu peristiwa mampu menghancurkan hidup seseorang secara perlahan. Ra Ik kehilangan sahabat, masa depan, dan rasa aman dalam waktu bersamaan yang bikin penderitaannya terasa begitu bertubi-tubi. Di tekanan emosional yang ekstrem ini, mampukah Ra Ik bertahan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team