Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
cuplikan drama Can This Love Be Translated?
cuplikan drama Can This Love Be Translated? (dok. Netflix/Can This Love Be Translated?)

Can This Love Be Translated? kerap dibicarakan sebagai drama romantis tentang komunikasi dan perbedaan budaya. Namun di balik alur utamanya, terdapat sejumlah detail cerita yang tidak selalu disadari penonton karena tidak disampaikan secara eksplisit.

Detail-detail ini tidak berdiri sebagai twist besar, melainkan tersebar halus dalam dialog, struktur adegan, dan cara karakter dibangun. Berikut empat detail cerita Can This Love Be Translated? yang jarang dibahas, tetapi berperan penting dalam memahami keseluruhan maknanya.

1. Penerjemahan tidak selalu berarti memahami

cuplikan drama Can This Love Be Translated? (dok. Netflix/Can This Love Be Translated?)

Sebagai penerjemah profesional, Joo Ho Jin digambarkan sangat cakap menyampaikan pesan orang lain dengan akurat. Namun drama ini secara konsisten menunjukkan bahwa kemampuan menerjemahkan bahasa tidak otomatis berarti mampu memahami makna emosional di baliknya.

Dalam beberapa adegan, Joo Ho Jin berhasil menerjemahkan kata demi kata dengan tepat, tetapi gagal menangkap konteks perasaan lawan bicaranya. Detail ini memperlihatkan bahwa drama tidak memuja profesi penerjemah sebagai sosok “paling paham”, melainkan justru menempatkannya dalam posisi ironis. Pemahaman emosional digambarkan sebagai sesuatu yang tidak bisa dicapai hanya dengan keahlian teknis.

2. Do Ra Mi sebagai ekspresi emosi yang tidak terucap

cuplikan drama Can This Love Be Translated? (dok. Netflix/Can This Love Be Translated?)

Kepribadian ganda Cha Mu Hee, Do Ra Mi, sering dipandang sebagai elemen unik atau bahkan eksentrik. Namun dalam struktur cerita, Do Ra Mi berfungsi sebagai bentuk ekspresi emosi yang tidak mampu disampaikan Cha Mu Hee secara langsung.

Do Ra Mi muncul bukan sekadar untuk memberi kontras karakter, melainkan sebagai representasi perasaan yang ditekan, ditunda, atau dihindari. Dengan kata lain, kehadiran Do Ra Mi menegaskan gagasan utama drama: tidak semua emosi bisa diterjemahkan dengan kata-kata, dan sebagian hanya bisa muncul lewat cara yang tidak konvensional.

3. Program kencan sebagai ruang observasi, bukan romantisasi

cuplikan drama Can This Love Be Translated? (dok. Netflix/Can This Love Be Translated?)

Program kencan lintas negara yang mempertemukan artis Korea dan Jepang sering terlihat seperti perangkat cerita untuk mempertemukan tokoh utama. Namun jika diperhatikan, program ini lebih sering berfungsi sebagai ruang observasi daripada alat romantisasi.

Melalui situasi formal, kamera, dan tuntutan citra publik, drama menunjukkan bagaimana karakter bersikap berbeda ketika berada dalam ruang personal dan ruang yang disaksikan banyak orang. Detail ini memperkuat konflik internal Cha Mu Hee sebagai figur publik, sekaligus memperjelas jarak emosional yang dirasakan Joo Ho Jin meski berada di dekatnya.

4. Keheningan diperlakukan setara dengan dialog

cuplikan drama Can This Love Be Translated? (dok. Netflix/Can This Love Be Translated?)

Salah satu detail yang jarang disadari penonton adalah bagaimana drama ini memperlakukan keheningan sebagai bagian penting dari komunikasi. Beberapa momen krusial justru terjadi tanpa dialog panjang, bahkan tanpa penjelasan langsung.

Keheningan tersebut bukan kekosongan, melainkan ruang bagi penonton untuk membaca emosi karakter. Pendekatan ini sejalan dengan tema besar drama yang mempertanyakan apakah semua perasaan memang perlu diterjemahkan, atau justru dipahami melalui kehadiran dan sikap.

Alih-alih menyampaikan pesan secara gamblang, Can This Love Be Translated? memilih menyembunyikan maknanya dalam detail-detail kecil yang mudah terlewat. Justru melalui detail inilah drama ini membangun identitasnya sebagai romansa yang tidak berisik, tetapi reflektif.

Dengan memperhatikan lapisan-lapisan cerita tersebut, penonton dapat melihat bahwa drama ini tidak hanya bertanya tentang cinta, melainkan juga tentang batas bahasa dalam memahami manusia lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team