Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
still cut drama Korea The Judge Returns
still cut drama Korea The Judge Returns (instagram.com/mbcdrama_now)

Intinya sih...

  • Mencuri mainan saat kecil karena kemiskinan

  • Memukul ayahnya sendiri saat demo buruh

  • Mengkhianati ayahnya di lokasi demo

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lee Han Young (Ji Sung) dalam The Judge Returns bukanlah sosok protagonis yang sejak awal bersih dan idealis. Masa lalunya justru dipenuhi luka, rasa bersalah, dan keputusan-keputusan keliru yang perlahan membentuknya menjadi pribadi keras sekaligus oportunis. Dosa-dosa itu tidak hanya meninggalkan bekas pada dirinya sendiri, tetapi juga menghancurkan orang-orang terdekat yang seharusnya ia lindungi.

Trauma masa kecil dan tekanan hidup membuat Lee Han Young tumbuh dengan cara yang salah, bahkan sebelum ia mengenakan jubah hakim. Kesalahan demi kesalahan tersebut menjadi akar dari konflik batin yang terus menghantuinya hingga dewasa, terutama saat ia menyadari bahwa keberhasilannya dibangun di atas pengkhianatan dan keheningan yang mematikan. Ada lima dosa besar Lee Han Young di masa lalu yang menjadi fondasi kelam perjalanan hidupnya dalam The Judge Returns.

1. Mencuri mainan saat kecil karena kemiskinan

still cut drama Korea The Judge Returns (youtube.com/@mbc_drama)

Dosa pertama Lee Han Young berakar dari masa kanak-kanaknya yang diliputi kemiskinan. Ia mencuri mainan milik anak lain bukan karena kenakalan semata, melainkan karena rasa iri dan keinginan sederhana untuk merasakan kebahagiaan yang tak mampu diberikan keluarganya.

Namun, tindakan ini menjadi titik awal bagaimana Lee Han Young belajar memenuhi keinginannya dengan cara yang salah. Sejak kecil, ia memahami bahwa dunia tidak adil, dan untuk bertahan, ia harus mengambil sesuatu yang bukan miliknya, sebuah pola pikir yang kelak terus terbawa hingga dewasa.

2. Memukul ayahnya sendiri saat demo buruh

still cut drama Korea The Judge Returns (youtube.com/@mbc_drama)

Ketika beranjak dewasa, dosa Lee Han Young meningkat bukan hanya secara moral, tetapi juga emosional. Dalam sebuah aksi demonstrasi, ia memukul ayahnya sendiri yang tengah berjuang sebagai buruh. Tindakan ini lahir dari rasa malu, amarah, dan ketakutan akan masa depan yang suram jika ia terus diasosiasikan dengan perjuangan kelas bawah.

Pukulan itu bukan hanya melukai fisik sang ayah, tetapi juga menghancurkan ikatan batin antara ayah dan anak. Dalam The Judge Returns, momen ini digambarkan sebagai titik runtuhnya nilai kemanusiaan Lee Han Young.

3. Mengkhianati ayahnya di lokasi demo

still cut drama Korea The Judge Returns (instagram.com/mbcdrama_now)

Dosa ketiga Lee Han Young bahkan lebih kejam karena dilakukan dengan kesadaran penuh. Setelah memukul ayahnya, ia memilih meninggalkan sang ayah yang tergeletak dengan kepala terluka akibat pukulan kayu di tengah kekacauan demo.

Ia tidak mencari bantuan, tidak menoleh kembali, dan memilih menyelamatkan dirinya sendiri. Pengkhianatan ini menjadi simbol egoisme Lee Han Young yang paling telanjang, saat keselamatan dan ambisinya lebih penting daripada nyawa ayahnya sendiri. Rasa bersalah atas kejadian ini terus menghantuinya sepanjang The Judge Returns.

4. Tidak menjadi saksi yang meringankan ayahnya di pengadilan

still cut drama Korea The Judge Returns (youtube.com/@mbc_drama)

Ketika kasus ayahnya berlanjut ke meja hijau, Lee Han Young kembali membuat keputusan fatal. Ia memilih tidak menjadi saksi yang dapat meringankan tuduhan bahwa ayahnya memukul petugas keamanan saat demo. Padahal, ia mengetahui kebenaran di balik insiden tersebut.

Keputusannya untuk diam bukan karena tidak tahu, melainkan karena takut masa depannya hancur jika terlibat dalam kasus buruh. Dalam The Judge Returns, sikap ini menegaskan bagaimana Lee Han Young sejak awal rela mengorbankan kebenaran demi kenyamanan pribadi.

5. Membiarkan ayahnya dipenjara 1 tahun 6 bulan

still cut drama Korea The Judge Returns (instagram.com/mbcdrama_now)

Puncak dosa Lee Han Young adalah keputusannya untuk tetap diam hingga ayahnya dijatuhi hukuman 1 tahun 6 bulan penjara. Ia tidak mengajukan klarifikasi, tidak berjuang membela, dan tidak menebus kesalahannya meski memiliki kesempatan.

Hukuman itu bukan hanya memenjarakan sang ayah, tetapi juga mengubur nurani Lee Han Young. Dalam The Judge Returns, hukuman inilah yang menjadi luka terdalam dan sumber penyesalan terbesar, karena ia sadar bahwa karier dan hidupnya dibangun di atas penderitaan ayahnya sendiri.

Kelima dosa ini menjadikan Lee Han Young karakter yang kompleks, rapuh, dan sarat konflik batin dalam The Judge Returns. Masa lalunya bukan sekadar latar cerita, melainkan fondasi yang menjelaskan mengapa ia terobsesi pada kekuasaan, keadilan, dan penebusan. Melalui dosa-dosa tersebut, The Judge Returns menegaskan bahwa perjalanan Lee Han Young bukan hanya soal melawan sistem hukum yang rusak, tetapi juga tentang menghadapi bayangan kesalahan yang selama ini ia kubur dalam hidupnya sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team