Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bertabur Bintang Gak Jadi Jaminan, 5 Drakor Ini Banjir Kritikan
poster Perfect Crown, Divorce Insurance, dan Queen of Tears (dok. MBC | dok. tvN)

Kehadiran nama-nama besar dalam drama seringkali bikin ekspektasi penonton melambung tinggi. Jajaran pemain dalam sebuah proyek pun kerap jadi salah satu faktor penentu kualitas dramanya. Namun, kini nama besar gak selalu jadi jaminan sebuah drama bakal bebas dari hujatan.

Bahkan dengan aktor dan aktris kelas A, gak sedikit drama yang berakhir dengan rating rendah dan banjir kritikan. Lalu, drama apa saja yang menuai reaksi negatif dari penonton?

1. Queen of Tears

Drama Korea Queen of Tears (dok. tvN/Queen of Tears)

Siapa yang gak baper melihat chemistry Kim Soo Hyun dan Kim Ji Won di Queen of Tears? Meski drama ini sukses memecahkan rekor rating tertinggi di tvN, paruh akhir ceritanya justru memicu perdebatan sengit di kalangan netizen.

Banyak penonton merasa alurnya mulai melenceng menjadi drama "makjang" alias melodrama yang berlebihan. Plot seperti penyakit langka, kecelakaan mobil, amnesia, hingga penculikan dianggap sebagai formula lama yang dipaksakan masuk ke dalam satu drama. Hal ini menjadi diskusi hangat, mengingat Park Ji Eun sebagai penulis Queen of Tears sebelumnya sukses dengan karya seperti Crash Landing on You, My Love from the Star, dan The Producers.

2. Divorce Insurance

poster drama The Divorce Insurance (dok.tvn/The Divorce Insurance)

Kolaborasi Lee Dong Wook dan Lee Kwang Soo yang dikenal kocak belum mampu memberikan komedi yang diharapkan dalam Divorce Insurance. Padahal, proyek ini mulanya mendapatkan ekspektasi penonton, karena tema yang unik mengenai asuransi perceraian.

Sayangnya, eksekusinya dinilai kurang oleh penonton. Drama ini banjir kritikan akan skrip yang kurang menggigit dan kisahnya yang membosankan. Rating Divorce Insurance pun merosot jauh dari harapan. Bahkan, drama ini mencatat rating terendah di tvN lewat kisaran angka 0 persen hingga 1 persen secara nasional selama masa penayangannya.

3. When the Star Gossip

Cuplikan drama When the star gossip (dok. KeyEast MYM Entertainment/when the star gossip)

Sebuah proyek besar dengan budget 50 miliar Won atau sekitar Rp570 miliar tentu mengundang ekspektasi penonton. Apalagi, nama Lee Min Ho dan Gong Hyo Jin muncul dalam jajaran pemainnya. Kendati demikian, When the Stars Gossip justru kesulitan mempertahankan rating tinggi.

Salah satu kritik keras yang muncul adalah banyaknya adegan berbau seksual yang dianggap tidak perlu dan tidak memberikan pengaruh signifikan pada jalan cerita. Netizen merasa adegan-adegan tersebut malah mengaburkan fokus utama drama yang seharusnya mengeksplorasi kehidupan di stasiun luar angkasa.

4. The King: Eternal Monarch

poster drama The King: Eternal Monarch (instagram.com/keyeastofficial)

Ini adalah salah satu drama Korea yang paling dinanti karena menjadi proyek comeback Lee Min Ho setelah wajib militer pada 2020 lalu. Skala proyeknya juga gak main-main, karena drama ini ditulis oleh penulis legendaris Kim Eun Sook yang dikenal oleh Descendants of the Sun dan Goblin.

Namun, penonton justru dibuat kesal karena banyaknya Product Placement (PPL) alias iklan yang muncul secara terang-terangan. Mulai dari kopi, alat kecantikan, hingga makanan instan. Penonton kurang menyukai cara penyampaiannya yang dianggap sangat mengganggu plot tentang dunia paralel.

5. Perfect Crown

Poster Drama Perfect Crown (https://www.instagram.com/mbcdrama_now?igsh=OXBqcGhvaDMzaXI3)

Perfect Crown yang dibintangi IU dan Byeon Woo Seok mulanya mengawali drama dengan sukses besar. Namun, drama ini mulai menuai kritikan lewat akting sang aktor yang dinilai kebanting dari para pemain lain. Lalu, hujatan semakin memanas usai penayangan episode final. Dalam 12 episode, penonton menilai banyak konflik yang belum terselesaikan.

Di sisi lain, penonton Korea Selatan juga mengkritik keras akan distorsi sejarah yang muncul. Saat Yi An dinobatkan sebagai raja, ia mengenakan mahkota Guryumyeongwan. Mahkota ini berlapis 9 rangkaian manik-manik yang secara historis dipakai raja-raja Joseon sebagai penanda status kerajaan di bawah China.

Di adegan yang sama, istana mengumandangkan "cheonse", teriakan yang secara tradisional dialamatkan kepada penguasa negara bawahan, alih-alih "manse" yang menjadi simbol kedaulatan penuh Korea Selatan. Penonton langsung bereaksi keras, menyebut drama ini secara tersirat menggambarkan Korea sebagai negara di bawah pengaruh China.

Tim produksi, Byeon Woo Seok, hingga IU akhirnya meminta maaf dalam kesempatan yang berbeda. Tim produksi juga berjanji mengedit ulang episode 11 setelah menerima kritik keras terkait dugaan distorsi sejarah.

Dari daftar drama di atas, apakah ada yang jadi favoritmu?

Editorial Team