Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
cuplikan KDrama Chief Detective 1958
cuplikan KDrama Chief Detective 1958 (dok.MBC/Chief Detective 1958)

Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Ada ketenangan yang terasa lebih dalam saat menjalani ibadah dan aktivitas sehari-hari. Nah, di momen seperti ini, banyak penggemar drama Korea ingin tetap menonton drakor yang tidak berlebihan dalam adegan romantis dan minim skinship, tapi tetap menyentuh hati.

Agar tetap khusyuk, sederet drakor yang heartwarming ini dapat menjadi teman ngabuburit kamu saat puasa Ramadan, lho. Drakor ini tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai kemanusiaan, keluarga, perjuangan, dan ketulusan. Apa saja, ya? Check it out!

1. Daily Dose of Sunshine (2023)

poster KDrama Daily Dose of Sunshine (instagram.com/dongyicompany.official)

Jung Da Eun (Park Bo Young) berprofesi sebagai perawat yang kemudian mendapat penugasan baru di departemen neuropsikiatri setelah sebelumnya bekerja di bagian penyakit dalam. Karena belum pernah menangani pasien di unit tersebut, ia kerap merasa kikuk dan kewalahan menghadapi situasi yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Meski demikian, Da Eun tidak menyerah. Ia terus belajar dan berusaha memahami pasien dengan sepenuh hati, hingga perlahan berkembang menjadi perawat yang lebih tangguh berkat bimbingan Kepala Perawat Song Hyo Jin (Lee Jung Eun).

Di sisi lain, Dong Go Yun (Yeon Woo Jin) adalah dokter spesialis proktologi. Ia tanpa sadar merasa terhibur setiap kali melihat ketulusan dan kepolosan Da Eun. Kehadiran sang perawat membawa senyum di wajahnya, bahkan memberi efek menenangkan yang seolah ikut menyembuhkan dirinya.

Sahabat Da Eun, Song Yu Chan (Jang Dong Yoon), dikenal sebagai pribadi yang ceria dan penuh energi. Namun di balik sikap optimisnya, ia memendam luka dan kesedihan yang tak pernah ia tunjukkan kepada orang lain.

Yang membuat drakor ini cocok untuk Ramadan adalah pesan empatinya yang kuat. Kita diajak untuk tidak menghakimi, melainkan mendengar dan memahami. Minim skinship dan lebih banyak interaksi penuh makna, drama ini seperti pengingat bahwa menjadi manusia berarti saling menguatkan.

2. A Shop for Killers (2024)

poster KDrama A Shop for Killers (instagram.com/leedongwook_official)

Ketika Jeong Ji An (Kim Hye Jun) masih kecil, hidupnya berubah drastis. Ibunya tewas di tangan ayahnya sendiri, lalu sang ayah mengakhiri hidupnya tepat di hari pemakaman neneknya. Dalam waktu singkat, Ji An menjadi yatim piatu dan harus menanggung kehilangan yang begitu besar. Pamannya, Jeong Jin Man (Lee Dong Wook), kemudian mengambil tanggung jawab untuk merawat dan membesarkannya. Di balik keseharian mereka yang tampak biasa, Jin Man ternyata mengelola sebuah pusat perbelanjaan dengan rahasia yang tak pernah ia jelaskan.

Waktu berlalu, Ji An tumbuh menjadi mahasiswi dan memilih tinggal sendiri demi menjalani hidup yang lebih mandiri. Ketika ia mulai terbiasa dengan kehidupannya, kabar duka datang secara tiba-tiba. Sang paman meninggal dunia. Ji An pun kembali ke rumah yang menyimpan banyak kenangan masa kecilnya. Di sanalah ia perlahan mengungkap fakta mengejutkan tentang bisnis misterius yang selama ini dijalankan oleh Jeong Jin Man.

A Shop for Killers memang dikenal sebagai drama aksi thriller, tetapi di balik ketegangannya tersimpan cerita tentang hubungan paman dan keponakan yang penuh makna. Fokusnya bukan pada romansa, melainkan pada bagaimana seseorang melindungi keluarga dengan caranya sendiri.

Di tengah suasana Ramadan, drama ini tetap nyaman ditonton karena tidak menonjolkan adegan romantis berlebihan. Justru yang terasa kuat adalah rasa tanggung jawab dan pengorbanan. Ada rasa haru ketika menyadari bahwa cinta keluarga sering kali hadir dalam bentuk yang tak terduga.

3. Chief Detective 1958 (2024)

poster KDrama Chief Detective 1958 (instagram.com/c.woo_sung)

Park Yeong Han (Lee Je Hoon) adalah seorang detektif muda dari Hwangcheon. Ia marah saat menyaksikan kenyataan bahwa martabat manusia kerap diinjak-injak, dan ia pun berjuang menghadapi situasi tersebut. Dalam perjalanannya, ia bekerja sama dengan rekan-rekan detektifnya di Kantor Polisi Jongnam, Seoul.

Drakor ini membawa kita ke era klasik dengan kisah detektif yang menjunjung tinggi kejujuran dan keberanian. Drama ini minim romansa dan lebih menonjolkan perjuangan menegakkan keadilan di tengah sistem yang korup.

Menontonnya saat Ramadan terasa pas karena nilai moralnya begitu kuat. Kita diajak merenungkan arti integritas dan keberanian berdiri di sisi yang benar. Alurnya hangat meski bertema kriminal, dan interaksi antarkarakter terasa penuh rasa hormat dan persahabatan.

4. Knight Flower (2024)

Lee Honey di KDrama Knight Flower (instagram.com/mbcdrama_now)

Knight Flower menyajikan kisah janda bangsawan, Jo Yeo Hwa (Lee Ha Nee) yang hidup tertutup di siang hari dan menjadi sosok misterius di malam hari. Ia diam-diam melompati tembok rumahnya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Drama sageuk ini memadukan aksi dan komedi dengan sentuhan kemanusiaan.

Nuansa romansa tidak menjadi fokus utama. Justru yang menghangatkan adalah perjuangan seorang perempuan dalam menemukan makna hidupnya. Ada rasa bangga sekaligus haru saat menyaksikan keberaniannya, hingga tanpa sadar membuat kita ikut tersenyum sepanjang menontonnya, lho.

5. The Trauma Code: Heroes on Call (2025)

poster KDrama The Trauma Code: Heroes on Call (instagram.com/blitzway_ent)

Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menyaksikan kisah tentang dedikasi dan pengorbanan, misalnya saja drakor The Trauma Code: Heroes on Call. Baek Kang Hyuk (Ju Ji Hoon) dikenal sebagai dokter bedah trauma berbakat yang telah menangani operasi di berbagai zona konflik internasional. Kemampuannya tidak diragukan, dan ia memiliki karakter tegas serta pantang mundur ketika yakin sedang memperjuangkan hal yang benar. Kariernya membawanya ke sebuah rumah sakit universitas, tempat ia dipercaya memimpin unit penanganan trauma berat.

Keberadaan tim tersebut menjadi dilema bagi pihak rumah sakit. Di satu sisi, mereka berhasil menyelamatkan banyak nyawa. Di sisi lain, biaya besar yang dibutuhkan untuk menangani kasus-kasus kritis membuat kondisi keuangan rumah sakit semakin tertekan. Tim ini juga diperkuat oleh Yang Jae Won (Choo Young Woo), Perawat Cheon Jang Mi (Ha Young), serta residen anestesi Park Gyeong Won (Jeong Jae Kwang).

Sebelumnya, Yang Jae Won bertugas di bagian bedah di bawah bimbingan Profesor Han Yu Rim (Yoon Kyung Ho). Baek Kang Hyuk kemudian merekrutnya secara langsung untuk bergabung dengan tim trauma dan menjadikannya anak didik pertama. Berkat kepemimpinannya yang penuh determinasi, unit trauma berat yang awalnya hanya formalitas berubah menjadi tim solid yang benar-benar terjun ke lapangan demi menyelamatkan pasien dalam kondisi genting.

Drakor ini penuh ketegangan, tetapi juga sarat rasa kemanusiaan, karena ada tim medis yang berjuang menyelamatkan nyawa dalam situasi genting. Minim adegan romantis, drama ini lebih menonjolkan kerja tim dan empati terhadap pasien. Setiap penyelamatan terasa seperti pengingat bahwa hidup adalah amanah yang harus dijaga.

6. Oh My Ghost Clients (2025)

poster KDrama Oh My Ghost Clients (dok.MBC/Oh My Ghost Clients)

Oh My Ghost Clients menghadirkan kisah unik tentang pengacara yang menangani klien-klien tak biasa, yakni arwah gentayangan. Dalam proses menangani kasus-kasus tersebut, No Mu Jin (Jung Kyung Ho) perlahan bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik. Meski dibalut komedi, drama ini menyentuh isu sosial dan keadilan dengan cara ringan.

Interaksi antarkarakter terasa tulus dan tidak berlebihan. Ada tawa yang menyegarkan sekaligus momen refleksi yang membuat hati hangat. Cocok banget untuk ditonton setelah berbuka sambil menikmati teh hangat, lho.

7. Salon de Holmes (2025)

poster KDrama Salon de Holmes (instagram.com/channel.ena.d)

Salon de Holmes mengangkat kisah ibu rumah tangga yang diam-diam memecahkan kasus kejahatan di lingkungannya. Drama ini ringan, kocak, dan penuh kehangatan. Fokusnya ada pada solidaritas dan kecerdikan perempuan.

Drakor ini juga minim adegan romantis, lebih banyak cerita tentang persahabatan dan keberanian. Rasanya seperti melihat potret perempuan yang sering diremehkan, padahal menyimpan kekuatan luar biasa. Tertarik menontonnya?

8. The Winning Try (2025)

poster KDrama The Winning Try (instagram.com/netflixkr)

The Winning Try berkisah tentang perjuangan meraih mimpi lewat dunia olahraga rugbi. Drama ini menonjolkan kerja keras dan semangat pantang menyerah. Menontonnya memberi energi positif, lho.

Interaksi antarkarakter dibangun lewat persahabatan dan kompetisi sehat. Tidak banyak adegan romantis, sehingga tetap nyaman dinikmati bersama keluarga. Drakor ini juga mengingatkan bahwa kegagalan bukan akhir, melainkan titik awal untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh.

9. Shin's Project (2025)

poster KDrama Shin's Project (dok.tvN/Shin's Project)

Shin's Project mengisahkan kehidupan Tuan Shin (Han Suk Kyu) yang mengelola sebuah restoran ayam. Ia memiliki kepribadian yang supel dan dermawan, serta pandai berbicara. Di lingkungannya, ia dikenal sebagai penengah andal yang selalu muncul ketika terjadi perselisihan antarwarga dan membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Dengan pendekatan yang cepat dan tepat, ia mampu meredakan konflik secara efektif. Selain itu, Tuan Shin juga berani berdiri di garis depan untuk melawan ketidakadilan.

Ramadan jadi waktu terbaik untuk cerita seperti ini. Drakor ini banyak menyuguhkan kisah reflektif dan lebih fokus pada pertumbuhan karakter. Setiap episode terasa seperti ajakan untuk memperbaiki diri.

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menjaga hati dan pikiran. Sederet drakor di atas menawarkan cerita yang hangat, minim skinship, dan kaya nilai kehidupan. Semoga salah satunya bisa menjadi teman terbaikmu di sela-sela ibadah dan waktu berkualitas bersama keluarga, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team