Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Drakor Perjalanan Waktu dengan Elemen Musik, Ada My Idol, My Debut
poster drama My Idol, My Debut (www.soompi.com) | poster drama Lovely Runner (x.com/CJnDrama)
  • Tiga drama Korea bertema perjalanan waktu dipadukan dengan elemen musik, menghadirkan kisah emosional tentang cinta, keluarga, dan perjuangan mengubah takdir melalui kekuatan nada dan semangat muda.
  • Twinkling Watermelon menyoroti hubungan ayah-anak lewat musik band pop-rock, Lovely Runner menggambarkan tekad fans menyelamatkan idolanya, sementara My Idol, My Debut fokus pada kerasnya dunia trainee idola.
  • Ketiganya menunjukkan bahwa musik bukan sekadar hiburan, melainkan sarana penyembuhan dan penggerak untuk memperjuangkan masa depan serta menulis ulang akhir cerita kehidupan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tema perjalanan waktu atau time-slip selalu berhasil menjadi daya tarik utama dalam industri drama Korea. Membawa karakter utamanya kembali ke masa lalu, genre ini menawarkan kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan atau menyelamatkan nyawa orang tersayang.

Namun, bagaimana jika premis fantasi yang menegangkan ini dipadukan dengan pesona gemerlap panggung hiburan dan alunan musik masa muda? Hasilnya adalah tontonan yang tidak hanya menguras air mata lewat perjuangan mengubah takdir, tetapi juga memanjakan telinga. Jika kamu menyukai perpaduan genre ini, berikut tiga drakor time-slip dengan elemen musik yang wajib kamu simak!

1. Twinkling Watermelon (2023)

poster drama Twinkling Watermelon (x.com/CJnDrama)

Twinkling Watermelon menghadirkan perpaduan hangat antara keluarga, persahabatan, dan cinta yang dibalut dalam alunan musik band pop-rock. Kisahnya berpusat pada Ha Eun Gyeol (Ryeo Un), seorang siswa SMA berbakat musik yang secara ajaib terlempar kembali ke tahun 1995. Di masa lalu, ia bertemu dengan versi remaja dari ayah dan ibunya.

Menyadari adanya sebuah kecelakaan tragis yang akan merenggut masa depan ayahnya, Eun Gyeol bertekad untuk mengubah takdir tersebut. Dalam misinya, ia justru bergabung dan membentuk sebuah band bersama sang ayah. Twinkling Watermelon berhasil menonjolkan semangat masa muda di mana musik menjadi bahasa pemersatu untuk menyembuhkan luka dan mengubah masa depan.

2. Lovely Runner (2024)

cuplikan drama Lovely Runner (instagram.com/tvn_drama)

Bagi para penggemar KPop, Lovely Runner adalah visualisasi sempurna dari pepatah demi idola, aku rela melakukan apa saja. Drama ini menceritakan perjalanan ajaib Im Sol (Kim Hye Yoon), seorang penggemar berat yang hatinya hancur setelah mendengar kabar kematian tragis idola kesayangannya, Ryu Sun Jae (Byeon Woo Seok).

Sebuah insiden misterius tiba-tiba membawa Im Sol kembali ke masa SMA, tepat sebelum serangkaian kejadian buruk menimpa Sun Jae. Dengan tekad yang bulat, Im Sol berusaha keras melindunginya dan mengubah alur waktu. Drama ini tidak hanya menampilkan manisnya cinta masa muda, tetapi juga memperlihatkan dinamika industri hiburan serta kekuatan luar biasa dari seorang fans yang ingin menyelamatkan biasnya.

3. My Idol, My Debut (2026)

poster drama My Idol, My Debut (www.soompi.com)

Melengkapi daftar ini, My Idol, My Debut hadir dengan fokus yang lebih intens pada kerasnya dunia pelatihan atau trainee idola. Kisahnya berpusat pada Choi Ae Ni (Hwang Ji A), seorang penggemar setia yang harus menelan pil pahit melihat kecelakaan tragis idol favoritnya. Demi mencegah tragedi itu terjadi, ia melakukan perjalanan kembali ke masa 8 tahun yang lalu.

Di masa tersebut, Ae Ni mengambil keputusan berani dengan menjadi seorang trainee demi bisa mengubah takdir. Drama ini menyajikan dinamika persaingan dan persahabatan yang kuat antara boy group bernama Boy to the Moon dan girl group IRION, memperlihatkan bahwa keringat dan air mata di ruang latihan adalah kunci untuk merajut ulang masa depan yang lebih baik.

Menonton ketiga drama ini memberikan pengalaman emosional yang berlapis. Lewat Twinkling Watermelon, Lovely Runner, dan My Idol, My Debut, penonton diajak menyadari bahwa musik bukan sekadar lagu yang dinyanyikan di atas panggung, melainkan sebuah instrumen penggerak untuk menyatukan hati dan memperjuangkan hidup orang-orang yang berharga. Ketiganya membuktikan bahwa meski takdir masa depan tampak menakutkan, tapi semangat, nada, dan keberanian di masa lalu selalu memiliki kekuatan untuk menulis ulang akhir ceritanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article