Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
9 Film Korea yang Mengangkat Isu Perempuan Modern, Penuh Tantangan!
Three Sisters (koreanfilm.or.kr)
  • Film-film Korea kini semakin berani mengangkat isu perempuan modern, menyoroti tekanan sosial, ketidaksetaraan kerja, hingga perjuangan menghadapi trauma dan pencarian jati diri.
  • Beragam kisah ditampilkan, mulai dari ibu rumah tangga, pekerja kelas bawah, hingga remaja yang menghadapi realitas keras kehidupan modern dengan keberanian dan empati.
  • Lewat karakter kuat dan cerita emosional, film-film ini membuka ruang diskusi tentang pengalaman perempuan serta tantangan sosial yang masih relevan di masyarakat masa kini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Film Korea semakin berani mengangkat cerita yang berfokus pada pengalaman perempuan. Tidak hanya tentang romansa, banyak film yang mulai membahas realitas hidup perempuan modern, mulai dari tekanan sosial, ketidaksetaraan di tempat kerja, hingga perjuangan menghadapi trauma pribadi. Lewat cerita yang realistis dan emosional, film-film ini memberikan gambaran bagaimana perempuan berusaha menemukan suara dan ruangnya sendiri dalam masyarakat.

Menariknya, kisah-kisah tersebut tidak selalu disampaikan melalui cerita yang dramatis. Ada yang dikemas lewat kehidupan sehari-hari yang sederhana, ada pula yang hadir sebagai drama sosial yang menyentuh. Dari perjuangan ibu rumah tangga hingga kisah perempuan muda yang mencari jati diri, film-film Korea ini menunjukkan berbagai sudut pandang tentang kehidupan perempuan modern yang penuh tantangan sekaligus keberanian. Yuk, lihat rekomendasi filmnya di bawah ini!

1. Kim Ji-young, Born 1982 (2019)

Kim Ji-young, Born 1982 (koreanfilm.or.kr)

Film ini mengikuti kehidupan Kim Ji-young, seorang perempuan yang tampak menjalani kehidupan biasa sebagai ibu rumah tangga. Namun di balik kesehariannya, ia menyimpan kelelahan mental akibat berbagai tekanan yang dialaminya sejak kecil, mulai dari diskriminasi di sekolah, tempat kerja, hingga setelah menikah dan memiliki anak.

Melalui cerita Ji-young, film ini mengangkat realitas yang sering dialami perempuan dalam masyarakat patriarkal. Ekspektasi untuk menjadi anak yang berbakti, pekerja yang baik, sekaligus ibu yang sempurna membuat Ji-young perlahan kehilangan ruang untuk dirinya sendiri. Film ini menjadi potret yang jujur tentang bagaimana tekanan sosial dapat memengaruhi kesehatan mental perempuan.

2. Little Forest (2018)

Little Forest (koreanfilm.or.kr)

Little Forest menceritakan Hye-won, seorang perempuan muda yang memutuskan meninggalkan kehidupan kota setelah merasa gagal menghadapi berbagai tekanan hidup. Ia kembali ke desa tempat masa kecilnya dan menjalani hari-hari sederhana dengan bertani serta memasak makanan dari hasil alam.

Di balik suasananya yang tenang, film ini sebenarnya berbicara tentang pencarian jati diri. Hye-won mencoba memahami apa yang benar-benar ia inginkan dari hidupnya, tanpa harus mengikuti standar kesuksesan yang ditentukan masyarakat. Film ini menggambarkan bagaimana perempuan berhak menentukan jalan hidupnya sendiri.

3. Miss Baek (2018)

Miss Baek (koreanfilm.or.kr)

Miss Baek mengikuti kehidupan Baek Sang-ah, seorang perempuan dengan masa lalu yang penuh luka. Ia hidup dengan citra yang dingin dan keras, tetapi segalanya berubah ketika ia bertemu seorang anak perempuan yang menjadi korban kekerasan dalam keluarga.

Pertemuan tersebut membuat Sang-ah menghadapi trauma masa lalunya sendiri. Film ini memperlihatkan bagaimana pengalaman kekerasan dapat meninggalkan luka yang dalam, sekaligus menunjukkan kekuatan empati seorang perempuan yang berusaha melindungi orang lain dari nasib yang sama.

4. Cart (2014)

Cart (koreanfilm.or.kr)

Cart bercerita tentang sekelompok pekerja perempuan di sebuah supermarket besar yang tiba-tiba diberhentikan secara sepihak oleh perusahaan. Keputusan ini memaksa mereka untuk memperjuangkan hak-haknya melalui aksi protes dan solidaritas bersama.

Film ini menyoroti kehidupan perempuan kelas pekerja yang sering berada dalam posisi rentan di dunia kerja. Selain menghadapi tekanan ekonomi, mereka juga harus menyeimbangkan tanggung jawab keluarga. Kisah ini menunjukkan bagaimana keberanian dan solidaritas dapat menjadi kekuatan bagi perempuan dalam menghadapi ketidakadilan.

5. Our Body (2018)

Our Body (koreanfilm.or.kr)

Our Body mengikuti Ja-young, seorang perempuan muda yang sedang merasa terjebak dalam hidupnya. Ia belum memiliki pekerjaan tetap dan merasa tertinggal dibandingkan teman-temannya yang tampak lebih sukses.

Suatu hari, ia bertemu seorang perempuan pelari yang membuatnya tertarik pada dunia olahraga. Melalui proses latihan yang perlahan, Ja-young mulai memahami tubuhnya dan menemukan kembali kepercayaan diri yang sempat hilang. Film ini menggambarkan perjalanan seorang perempuan untuk menerima dirinya sendiri di tengah tekanan sosial.

6. More Than Family (2020)

More Than Family (koreanfilm.or.kr)

Film ini mengikuti kisah seorang mahasiswa bernama To-il yang mendapati dirinya hamil di usia muda. Situasi ini membuatnya harus menghadapi berbagai reaksi dari keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

Alih-alih terjebak dalam konflik yang berat, film ini justru menghadirkan cerita dengan pendekatan yang ringan dan unik. Kisahnya menunjukkan bagaimana konsep keluarga bisa memiliki banyak bentuk, sekaligus menyoroti keberanian seorang perempuan muda dalam menentukan pilihan hidupnya sendiri.

7. Citizen of a Kind (2024)

Citizen of a Kind (koreanfilm.or.kr)

Citizen of a Kind diangkat dari kisah nyata tentang seorang ibu rumah tangga yang menjadi korban penipuan telepon. Setelah kehilangan uang dalam jumlah besar, ia tidak hanya berusaha mendapatkan kembali haknya, tetapi juga membantu polisi melacak sindikat penipuan tersebut.

Film ini menarik karena menampilkan sosok perempuan biasa yang menemukan keberanian dalam situasi sulit. Tanpa latar belakang khusus, ia justru menjadi tokoh penting dalam mengungkap kejahatan besar. Cerita ini memperlihatkan bahwa keberanian dapat muncul dari siapa saja.

8. Next Sohee (2022)

Next Sohee (koreanfilm.or.kr)

Next Sohee mengikuti kisah seorang siswi SMK yang menjalani program magang di pusat layanan pelanggan. Awalnya pengalaman tersebut terlihat seperti kesempatan untuk belajar dunia kerja, tetapi kenyataannya jauh lebih berat dari yang dibayangkan.

Tekanan kerja yang tinggi dan sistem yang tidak manusiawi membuat Sohee mengalami tekanan mental yang serius. Film ini menjadi kritik sosial terhadap eksploitasi tenaga kerja muda sekaligus menyoroti bagaimana sistem kerja modern dapat berdampak besar pada kesehatan mental generasi muda.

9. Three Sisters (2020)

Three Sisters (koreanfilm.or.kr)

Three Sisters mengisahkan tiga saudara perempuan yang masing-masing memiliki kehidupan yang tampak normal di permukaan. Namun di balik itu, mereka menyimpan luka dan kemarahan yang berasal dari masa lalu keluarga mereka.

Ketika mereka kembali berkumpul, berbagai konflik lama mulai muncul ke permukaan. Film ini menggambarkan bagaimana trauma keluarga dapat memengaruhi kehidupan seseorang hingga dewasa, serta bagaimana perempuan mencoba menghadapi masa lalu mereka untuk bisa melanjutkan hidup.

Film Korea ini menunjukkan bahwa cerita tentang perempuan dapat disampaikan dengan cara yang sangat beragam. Ada yang menggambarkan kehidupan sehari-hari dengan sederhana, ada pula yang menghadirkan konflik sosial yang lebih tajam. Namun semuanya memiliki satu kesamaan, yaitu memperlihatkan realitas yang sering dialami perempuan dalam kehidupan modern.

Melalui karakter-karakter yang kuat dan cerita yang emosional, beberapa film Korea ini mengajak penonton untuk melihat dunia dari sudut pandang perempuan. Kisah-kisah ini tidak hanya menyentuh, tetapi juga membuka ruang diskusi tentang berbagai isu sosial yang masih relevan hingga saat ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team