Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Still cut drama Made in Korea
Still cut drama Made in Korea (dok.Disney+ Hotstar/Made in Korea)

Drama Made in Korea menghadirkan isu politik Korea era 1970-an yang pada saat itu berada dalam masa transisi besar. Gejolak politik tersebut dimanfaatkan oleh Baek Ki Tae (Hyun Bin) untuk memenuhi obsesinya memiliki harta dan kekuasaan.

Sejumlah tokoh berkuasa di Made in Korea digambarkan memiliki dua sisi yang tampak terhormat di depan publik, namun diam-diam terlibat dalam transaksi gelap. Begitu kelam, berikut gambaran realitas isu politik tahun 1970-an yang disorot di drama Made in Korea.

1. Keterlibatan pegawai pemerintah dalam kasus kriminal

Still cut drama Made in Korea (dok.Disney+ Hotstar/Made in Korea)

Baek Ki Tae yang berstatus Kepala Departemen Intelijen KCIA diam-diam bekerja sama dengan atasannya, Direktur Jenderal Hwang Gukpyeong (Park Yong Woo) untuk menjalankan pengedaran narkoba. Bisnis ilegal tersebut sebenarnya dipimpin oleh geng Manjae yang pada saat itu menguasai ekonomi Busan.

Meski tak terlibat langsung dalam pengedaran, namun Baek Ki Tae dan Hwang Gukpyeong menjadi backingan utama geng Manjae yang membuat bisnis gelap mereka tak tersentuh oleh hukum. Akibatnya, kegiatan jual beli barang haram di era 1970-an tersebut merajalela sampai ke tahap internasional.

2. Timpang tindih kekuasaan dalam menjalankan roda pemerintahan

Still cut drama Made in Korea (dok.Disney+ Hotstar/Made in Korea)

Ketidakstabilan sosial dan politik di tahun 1970-an berdampak besar terhadap timpang tindih kekuasaan dalam menjalankan roda pemerintahan. Pada saat itu, KCIA (Korean Central Intelligence Agency) memiliki pengaruh yang sangat besar untuk mengendalikan politik.

Sementara pihak berwajib seperti jaksa dan kepolisian tak diberikan ruang untuk mengungkap berbagai kasus kriminal dan kejahatan yang melibatkan KCIA.Oleh sebab itu, KCIA berada di piramida paling atas yang pengaruhnya disandingkan dengan presiden dan jajarannya.

3. Ketidaksetaraan dalam membangun keadilan

Still cut drama Made in Korea (dok.Disney+ Hotstar/Made in Korea)

Keadilan akan tercipta jika seseorang memiliki jabatan, koneksi, dan harta untuk membungkam hukum di tahun 1970-an. Ketidaksetaraan dalam membangun keadilan tersebut membuat Baek Ki Tae bebas melakukan peran ganda sebagai pegawai negeri dan pengedar.

Namun, semuanya berubah saat pasutri dari masyarakat biasa yang menjual narkoba dinyatakan tewas setelah dibunuh oleh tentara asing. Berkat kejadian tersebut, Jaksa Jang Gun Young (Jung Woo Sung) yang dikenal ambisius mulai menyelediki berbagai kejanggalan untuk menjebloskan pelaku sebenarnya ke penjara.

4. Minim peraturan dan hukuman bagi pelaku kejahatan

Still cut drama Made in Korea (dok.Disney+ Hotstar/Made in Korea)

Tumpang tindih sistem pemerintahan, suara kecil dibungkam, hingga minimnya peraturan dan hukuman bagi pelaku kejahatan mewarnai alur cerita Made in Korea. Adapun salah satu kasus yang disorot adalah saat pembajakan pesawat oleh kelompok revolusioner dari Korea Utara mengguncang dunia penerbangan.

Setelah kejadian menegangkan tersebut, barulah pihak pemerintahan merombak seluruh sistem penerbangan agar melalui serangkaian pemeriksaan dengan ketat.

Selain itu, Undang-Undang yang mengatur tentang hukum bagi pelaku kejahatan masih minim dibuat. Alhasil, pelaku kejahatan seperti pengedar narkoba yang dilakukan geng Manjae dan Baek Ki Tae masih bebas berkeliaran.

Meski hanya cerita fiksi, namun drama Made in Korea menjadi pengingat bahwa suara rakyat harus selalu didengar dan penegakan hukum harus berdiri tegak tanpa pandang jabatan. Apa kamu tim nonton on going drama Made in Korea?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team