cuplikan drama Bloody Flower (dok. VIU/Bloody Flower)
Lee Woo Gyeom mengklaim bahwa obat yang ia ciptakan hingga membuatnya nekat bereksperimen pada manusia merupakan obat yang bisa menyembuhkan penyakit tak tertolong. Beberapa orang yang mendapatkan obat darinya langsung sembuh seolah-olah gak pernah mempunyai penyakit. Ia mengajukan demonstrasi medis kepada pengadilan dengan mengantongi laporan dari American Blood Asociation. Namun, permintaan tersebut ditolak.
Salah satu narapidana yang satu sel dengan Lee Woo Gyeom menyimpan dendam. Kakak dari narapidana tersebut ternyata tewas dibunuh oleh Lee Woo Gyeom. Ia dan para penghuni lain di sel itu berencana menghabisi Lee Woo Gyeom saat tengah malam. Namun, Lee Woo Gyeom ternyata sudah memprediksi hal tersebut. Ia sudah berencana untuk mempertaruhkan nyawanya agar bisa melakukan demonstrasi medis.
Ia mengincar narapidana lain di sel itu yang punya penyakit bawaan. Dan benar saja, dengan kenekatannya melakukan transfusi darah kepada narapidana terluka itu ternyata membuat kehebohan. Narapidana itu sembuh hanya dalam hitungan jam, bahkan penyakit bawaannya turut sembuh. Demonstrasi medis yang tadinya ditolak akhirnya diizinkan. Publik dibuat heboh karena darah miliknya bisa mengobati pasien dengan kanker yang sudah parah.
Dengan sikap tenang dan gak tergesa-gesa, Lee Woo Gyeom ternyata bisa membuat banyak kejutan. Beberapa gebrakan di atas berhasil ia lakukan hingga menyebabkan para penegak hukum dan masyarakat terkaget-kaget.