Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
cuplikan drama Bloody Flower
cuplikan drama Bloody Flower (instagram.com/lucky_company_)

Intinya sih...

  • Lee Woo Gyeom pasrah saat ditangkap kepolisian, mengaku sedang mengobati pasien terakhirnya tanpa perlawanan.

  • Ia membunuh 17 orang namun menyebut aksinya sebagai kontribusi untuk menyelamatkan manusia dengan menciptakan obat penyembuh segala penyakit.

  • Diizinkan melakukan demonstrasi medis setelah nekat bereksperimen pada manusia dan berhasil menyembuhkan penyakit tak tertolong.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lee Woo Gyeom (Ryeo Un) adalah seorang pembunuh berantai yang sudah menghilangkan banyak nyawa di drakor Bloody Flower. Ia merupakan mantan mahasiswa kedokteran yang genius. Sejak awal kemunculannya, ia sudah mencuri perhatian karena gak mengelak dengan kejahatan yang ia lakukan.

Di drama ini, Lee Woo Gyeom mempunyai pembawaan yang tenang. Sebagai pembunuh berantai, sikapnya sangat santai. Ia menanggapi setiap pertanyaan dan tuntutan dengan wajah penuh senyum. Namun, jangan salah, ia sukses melakukan beberapa gebrakan yang bikin orang-orang di sekitarnya melongo. Berikut adalah tiga gebrakan yang dilakukan Lee Woo Gyeom.

1. Pasrah saat ditangkap kepolisian

cuplikan drama Bloody Flower (dok. Disney+/Bloody Flower)

Tidak seperti pembunuh pada umumnya yang bersembunyi saat diburu kepolisian, Lee Woo Gyeom justru terlihat pasrah ketika ditangkap. Ia saat itu mengaku sedang mengobati pasien terakhirnya. Dengan sikap yang demikian, ia seolah-olah sengaja membuat momen agar ia ditangkap.

Lee Woo Gyeom gak menunjukkan perlawanan. Ia hanya berpesan bahwa pasien yang ia tangani tidak boleh diobati menggunakan metode lain karena pengobatan dari dirinya nantinya gak akan berpengaruh.

2. Membunuh 17 orang, tetapi menyebut aksinya sebagai kontribusi untuk menyelamatkan manusia

cuplikan drama Bloody Flower (instagram.com/lucky_company_)

Saat diinterogasi, Lee Woo Gyeom mengaku bahwa ada 17 orang yang ia bunuh. Para korban itu ia habisi dengan cara yang keji. Namun, ia gak mau menyebut aksinya itu sebagai pembunuhan. Ia lebih suka disebut sebagai pahlawan karena dengan membunuh banyak orang, ia mengaku ada banyak orang pula yang ia selamatkan.

Ia memilih para korban dari kalangan orang-orang yang melakukan kejahatan serius, mulai dari penyerangan, penipuan, perampokan, pemerkosaan, hingga pembunuhan. Dengan membunuh mereka, ia melakukan eksperimen untuk menciptakan obat penyembuh segala penyakit. Ia gak menunjukkan penyesalan telah menghilangkan nyawa orang banyak demi obsesinya menciptakan obat.

Ia mengajukan keringanan hukuman karena telah membuat terobosan. Obat yang ia buat ternyata berasal dari darahnya yang telah mengalami mutasi dan ia ingin membuktikan bahwa hal tersebut bukan omong kosong.

3. Diizinkan melakukan demonstrasi medis

cuplikan drama Bloody Flower (dok. VIU/Bloody Flower)

Lee Woo Gyeom mengklaim bahwa obat yang ia ciptakan hingga membuatnya nekat bereksperimen pada manusia merupakan obat yang bisa menyembuhkan penyakit tak tertolong. Beberapa orang yang mendapatkan obat darinya langsung sembuh seolah-olah gak pernah mempunyai penyakit. Ia mengajukan demonstrasi medis kepada pengadilan dengan mengantongi laporan dari American Blood Asociation. Namun, permintaan tersebut ditolak.

Salah satu narapidana yang satu sel dengan Lee Woo Gyeom menyimpan dendam. Kakak dari narapidana tersebut ternyata tewas dibunuh oleh Lee Woo Gyeom. Ia dan para penghuni lain di sel itu berencana menghabisi Lee Woo Gyeom saat tengah malam. Namun, Lee Woo Gyeom ternyata sudah memprediksi hal tersebut. Ia sudah berencana untuk mempertaruhkan nyawanya agar bisa melakukan demonstrasi medis.

Ia mengincar narapidana lain di sel itu yang punya penyakit bawaan. Dan benar saja, dengan kenekatannya melakukan transfusi darah kepada narapidana terluka itu ternyata membuat kehebohan. Narapidana itu sembuh hanya dalam hitungan jam, bahkan penyakit bawaannya turut sembuh. Demonstrasi medis yang tadinya ditolak akhirnya diizinkan. Publik dibuat heboh karena darah miliknya bisa mengobati pasien dengan kanker yang sudah parah.

Dengan sikap tenang dan gak tergesa-gesa, Lee Woo Gyeom ternyata bisa membuat banyak kejutan. Beberapa gebrakan di atas berhasil ia lakukan hingga menyebabkan para penegak hukum dan masyarakat terkaget-kaget.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team