Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
still cut drama Korea Pro Bono
still cut drama Korea Pro Bono (youtube.com/@tvNDRAMA_official)

Intinya sih...

  • Bukti percakapannya dengan Hakim Agung Shin Jung Seok

  • Bukti percakapannya dengan Kang Da Wit

  • Kontrak tambang dengan Jang Hyeon Bae

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Nama Oh Gyu Jang (Kim Kap Soo) selama ini berdiri sebagai simbol kekuatan hukum tertinggi di Pro Bono. Ia dikenal luas sebagai pemilik firma hukum Oh and Partners, tempat berkumpulnya mantan pejabat tinggi, jaksa senior, dan hakim pensiunan yang seolah menjadi penjaga stabilitas hukum negara. Di mata publik, Oh Gyu Jang adalah figur elite yang selalu berada satu langkah di atas hukum.

Namun, semua topeng itu runtuh ketika Kang Da Wit (Jung Kyung Ho) mulai membuka satu per satu borok yang selama ini tersembunyi rapi. Di ruang sidang, bukti dan fakta yang disajikan Kang Da Wit membuat Oh Gyu Jang tak lagi bisa berlindung di balik jabatan dan koneksi. Ada lima hal memalukan yang akhirnya terungkap dan memperlihatkan wajah asli Oh Gyu Jang di akhir Pro Bono.

1. Bukti percakapannya dengan Hakim Agung Shin Jung Seok

still cut drama Korea Pro Bono (youtube.com/@tvNDRAMA_official)

Hal paling mencoreng nama Oh Gyu Jang adalah terbongkarnya bukti percakapannya dengan Hakim Agung Shin Jung Seok (Lee Moon Sik). Percakapan itu bukan sekadar komunikasi profesional, melainkan negosiasi kekuasaan yang vulgar dan terang-terangan mengatur arah hukum negara.

Dalam percakapan tersebut, terlihat jelas bagaimana Oh Gyu Jang berperan aktif dalam mendukung Shin Jung Seok naik ke kursi hakim agung. Ia bukan sekadar penyedia jaringan, tetapi aktor utama yang mengatur skema, waktu, dan kepentingan. Bukti ini menghancurkan klaim Oh Gyu Jang sebagai “mediator netral” yang selama ini ia gaungkan.

2. Bukti percakapannya dengan Kang Da Wit

still cut drama Korea Pro Bono (youtube.com/@tvNDRAMA_official)

Tak kalah memalukan adalah bukti percakapan pribadi Oh Gyu Jang dengan Kang Da Wit. Dalam komunikasi tersebut, Oh Gyu Jang beberapa kali berusaha menekan, membujuk, bahkan menggiring Kang Da Wit agar berpihak pada kepentingan elite.

Percakapan ini membuktikan bahwa Oh Gyu Jang tidak pernah menghormati independensi hukum. Ia memandang hakim dan pengacara sebagai bidak yang bisa digerakkan selama memiliki daya tawar. Ketika bukti ini diputar di persidangan, publik menyadari bahwa Oh Gyu Jang selama ini bermain di dua sisi dengan wajah yang sama liciknya.

3. Kontrak tambang dengan Jang Hyeon Bae

still cut drama Korea Pro Bono (youtube.com/@tvNDRAMA_official)

Fakta paling telanjang dari kejahatan Oh Gyu Jang adalah kontrak tambang rahasianya dengan Jang Hyeon Bae (Song Young Chang). Dokumen tersebut menunjukkan adanya kesepakatan bagi hasil sebesar 10 persen sebagai imbalan atas bantuan hukum dan manipulasi putusan banding.

Kontrak ini menjadi bukti nyata bahwa hukum telah diperdagangkan secara sistematis. Oh Gyu Jang tidak hanya menjadi penasihat hukum, tetapi investor bayangan yang diuntungkan dari penderitaan korban. Terbongkarnya kontrak ini membuat semua dalih “demi stabilitas negara” terdengar seperti lelucon pahit.

4. Sepak terjangnya sebagai pelobi hukum

still cut drama Korea Pro Bono (youtube.com/@tvNDRAMA_official)

Selama ini Oh Gyu Jang selalu menolak disebut pelobi. Namun bukti yang diungkap Kang Da Wit menunjukkan bahwa justru itulah peran utama Oh Gyu Jang selama bertahun-tahun. Ia menjadi penghubung antara pengusaha bermasalah, pejabat hukum, dan pengadilan.

Sepak terjangnya sebagai pelobi memperlihatkan bagaimana hukum dimanipulasi dari balik layar. Ia mengatur siapa duduk di kursi penting, kasus mana yang harus dimenangkan, dan siapa yang harus dikorbankan. Semua dilakukan tanpa pernah muncul di berkas perkara, menjadikannya sosok yang nyaris tak tersentuh hukum.

5. Sepak terjangnya mempermainkan hukum

still cut drama Korea Pro Bono (youtube.com/@tvNDRAMA_official)

Puncak dari semua hal memalukan Oh Gyu Jang adalah terbongkarnya pola sistematis dalam mempermainkan hukum. Ia menciptakan firma hukum sebagai benteng, tempat para mantan pejabat berkumpul dan saling melindungi kesalahan satu sama lain.

Oh Gyu Jang menjadikan hukum sebagai alat transaksi, bukan sarana keadilan. Kasus-kasus besar yang melibatkan konglomerat, pelanggaran HAM, hingga kecelakaan fatal, semuanya bisa “diatur” selama harga disepakati. Fakta ini membuat publik menyadari bahwa kerusakan hukum bukan terjadi secara kebetulan, melainkan dirancang.

Keberhasilan Kang Da Wit membongkar semua kebusukan Oh Gyu Jang menjadi momen paling katarsis di Pro Bono. Drama ini dengan berani memperlihatkan bahwa kejahatan terbesar sering kali bersembunyi di balik jargon stabilitas dan profesionalisme. Lewat kejatuhan Oh Gyu Jang, Pro Bono menegaskan bahwa hukum hanya akan bermakna ketika keberanian moral mampu melampaui kekuasaan dan uang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team