Sejak pertama kali tayang hingga musim ketiga, Taxi Driver selalu menjadi drama yang menawarkan sensasi berbeda dibandingkan serial Korea kebanyakan. Alih-alih berfokus pada romansa atau konflik keluarga, drama ini konsisten mengangkat isu ketidakadilan sosial yang kerap luput dari sorotan hukum, lalu membalasnya lewat aksi balas dendam yang terorganisir dan emosional. Di musim ketiganya, skala konflik semakin besar, musuh semakin canggih, dan tekanan emosional yang dirasakan para karakter pun jauh lebih dalam.
Ketika Taxi Driver 3 mendekati akhir penayangannya, rasa kehilangan mulai terasa bagi penonton setia. Bukan hanya karena ceritanya yang menegangkan, tetapi juga karena banyak elemen khas yang membuat drama ini begitu melekat dan sulit digantikan. Dari dinamika tim Rainbow Taxi hingga pesan sosial yang tajam, ada banyak hal yang akan membekas bahkan jelang episode terakhir ditayangkan. Berikut lima hal yang bakal paling dirindukan dari Taxi Driver 3 dan alasan mengapa drama ini terasa begitu spesial.
