Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Isu Sosial yang Ditampilkan di Drakor If Wishes Could Kill
cuplikan drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)
  • Drama If Wishes Could Kill menyoroti budaya instan di kalangan remaja melalui aplikasi Girigo yang mengabulkan keinginan tanpa usaha, namun membawa konsekuensi fatal bagi penggunanya.
  • Kisah ini juga menggambarkan kompleksitas hubungan remaja, mulai dari cinta segi empat hingga perpecahan persahabatan akibat kesalahpahaman dan rasa bersalah yang tak terungkap.
  • Selain konflik sosial, drama ini menampilkan sisi emosional tokohnya seperti Yoo Se Ah yang tampak ceria tapi menyimpan kesepian mendalam karena trauma masa lalu dan kurangnya dukungan keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di balik cerita tentang aplikasi misterius yang bisa mengabulkan keinginan, drakor If Wishes Could Kill menampilkan gambaran yang cukup dekat dengan kehidupan remaja masa kini. Drama ini menunjukkan bagaimana keinginan untuk mendapatkan sesuatu secara cepat bisa membuat seseorang mengabaikan risiko yang sebenarnya sudah terlihat sejak awal.

Drama ini menyinggung berbagai isu sosial yang relevan, mulai dari budaya serba instan hingga hancurnya persahabatan hanya karena kesalahpahaman. Berikut adalah lima isu sosial yang ditampilkan dalam If Wishes Could Kill.

1. Budaya serba instan di kalangan remaja

cuplikan drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Para karakter di drama ini memilih jalan cepat lewat aplikasi untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Choi Hyeong Wook (Lee Hyo Je) membuat permohonan agar nilai matematikanya saat ujian meningkat. Alih-alih belajar dengan rajin, ia merekam video saat membuat permohonan di aplikasi bernama Girigo. Ajaibnya, keinginannya itu terkabul.

Hal itu memicu karakter lain iseng untuk melakukan hal yang sama. Munculnya aplikasi Girigo menggambarkan adanya kebiasaan sebagian remaja yang ingin solusi tanpa proses yang realistis.

2. Pembunuhan

cuplikan drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Pemohon yang permintaannya berhasil dikabulkan aplikasi Girigo harus menghadapi konsekuensi yang besar. Mereka harus membayar permintaan mereka yang telah dikabulkan itu dengan nyawa. Choi Hyeong Wook tewas seolah melakukan bunuh diri di sekolah. Padahal, ia seperti kerasukan. Tubuhnya tidak bisa ia kendalikan dan ia gak bisa mencegah makhluk halus yang menguasai tubuhnya untuk membunuhnya.

3. Cinta segi empat

cuplikan drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Kehidupan remaja tentu gak lengkap tanpa adanya cinta-cintaan. Yoo Se Ah (Jeon So Young) diceritakan berteman dekat dengan Lim Na Ri (Kang Mi Na), Kim Geon Woo (Baek Sun Ho), Kang Ha Joon (Hyeon Woo Seok), dan Choi Hyeong Wook. Di antara mereka berlima, ada empat orang yang memiliki ketertarikan sebagai individu.

Yoo Se Ah dan Kim Geon Woo saling menyukai. Mereka pacaran diam-diam dan belum memberitahukan hubungan mereka pada teman-teman mereka. Sementara itu, Lim Na Ri terang-terangan menyatakan bahwa ia menyukai Kim Geon Woo, sedangkan Kang Ha Joon memendam perasaan untuk Yoo Se Ah.

4. Friendship breakup

cuplikan drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Selain percintaan, dalam persahabatan pun Yoo Se Ah dkk harus menghadapi perpecahan. Dimulai dari Lim Na Ri yang sering menjelek-jelekkan Choi Hyeong Wook sebagai wibu dan ingin laki-laki itu untuk segera mati. Ia sempat menyesal telah membuat permohonan untuk menghilangkan nyawa temannya sendiri. Namun, ia gak langsung jujur pada teman-temannya yang lain dan memilih untuk menutupinya.

Lim Na Ri terbawa arus. Awalnya dipengaruhi makhluk halus, tetapi ia lama-lama berterus terang bahwa ia benci dengan semua yang telah terjadi. Ia menyalahkan Choi Hyeong Wook karena telah memberi tahu tentang aplikasi Girigo dan kesal karena cintanya bertepuk sebelah tangan.

Friendship breakup juga menjadi latar belakaang terciptanya aplikasi Girigo. Dua orang murid yang dulu bersekolah di SMA Seorin mulanya bersahabat. Karena kesalahpahaman, mereka jadi musuh dan salah satunya nekat menggunakan ilmu perdukunan untuk menciptakan kutukan.

5. Kesepian di tengah pergaulan

cuplikan drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Yoo Se Ah terlihat ceria bersama teman-temannya. Namun, gak ada yang tahu bahwa ia sering merasa kesepian. Ia masih trauma dengan kematian orangtuanya saat ia masih kecil. Ditambah dengan bibinya yang jarang di rumah dan sibuk bekerja membuat ia terkadang sedih.

Lewat cerita yang dibawakan, If Wishes Could Kill menunjukkan bahwa drama remaja juga bisa menyoroti persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal itu membuat konflik dalam drama ini terasa lebih relevan untuk diikuti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team