Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
cuplikan drama The Art of Sarah
cuplikan drama The Art of Sarah (dok. Netflx/The Art of Sarah)

Intinya sih...

  • Pembunuhan Park Mu Gyeong

  • Pencurian Sarah Kim

  • Penipuan dan fenomena "tante girang" serta FOMO

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Drakor The Art of Sarah mencuri atensi sejak penayangan perdananya. Drama ini memfokuskan ceritanya pada karakter bernama Sarah Kim yang diperankan oleh Shin Hye Sun. Sarah Kim melakukan kebohongan hingga menyebabkan terjadinya kejahatan yang lain, baik yang ia lakukan sendiri maupun dilakukan oleh orang lain.

Di drama ini, kehidupan Sarah Kim yang penuh liku memperlihatkan adanya berbagai isu sosial yang relevan. Awalnya adalah kasus pembunuhan, lalu setelah ditelusuri, pembunuhan ini dipicu oleh masalah lainnya, seperti penipuan hingga pencurian. Berikut adalah beberapa isu sosial yang tercermin dalam drakor The Art of Sarah.

1. Pembunuhan

cuplikan drama The Art of Sarah (dok. Netflx/The Art of Sarah)

Park Mu Gyeong (Lee Jun Hyuk) adalah detektif yang menyelidiki kematian mayat anonim yang ditemukan di sebuah selokan. Mayat tersebut sulit diidentifikasi karena wajahnya sudah hancur. Dari penelusurannya, Park Mu Gyeong menduga mayat tersebut adalah Sarah Kim. Mayat itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan diduga tewas karena kedinginan setelah diserang hingga terluka parah. Penyelidikan yang panjang membuat Park Mu Gyeong mengetahui bahwa mayat itu bukan Sarah Kim dan Sarah Kim membunuh orang lain agar bisa menggunakan identitasnya.

2. Pencurian

cuplikan drama The Art of Sarah (dok. Netflx/The Art of Sarah)

Sarah Kim awalnya bekerja di sebuah mall sebagai karyawan di bagian barang mewah. Suatu hari, ia terpaksa meninggalkan toko karena tidak tahan untuk buang air ke toilet. Jarak toiletnya cukup jauh sehingga butuh waktu lama untuk menjangkaunya. Saat ia tinggalkan, ada pengunjung yang mencuri barang-barang di toko dan ia disalahkan karena tidak siaga saat bertugas menjaga.

Saat masih menjadi karyawan di mall itu, ia pernah ditugaskan untuk membeli barang diskon. Ia lalu berinisiatif untuk menjual barang yang ia dapatkan layaknya barang branded secara daring. Ia sampai mencuri foto yang digunakan oleh influencer agar banyak yang tertarik. Tak hanya itu, ia juga mencuri ID card karyawan lain dan menggunakannya untuk mengelola bisnisnya itu.

3. Penipuan

cuplikan drama The Art of Sarah (dok. Netflx/The Art of Sarah)

Sukses mengelola bisnis kecil-kecilan secara daring, Sarah Kim terpicu untuk membuat gebrakan yang lebih besar. Ia bertekad untuk membuat brand sendiri dan menjangkau kaum sosialita. Park Mu Gyeong yang menyelidiki dirinya lalu mengetahui bahwa Sarah Kim tidak diketahui nama aslinya. Selama ini, tidak ada orang yang bernama Sarah Kim dan perempuan yang mengaku punya nama tersebut dikenal dengan nama orang lain di sekitarnya.

Gak hanya satu, Sarah Kim beberapa kali menggunakan identitas orang lain untuk melakukan penipuan. Penipuan yang ia lakukan itu terjadi secara bertahap, mulai dari yang sederhana hingga yang rumit. Ia dikenal sebagai pengusaha barang mewah, padahal yang ia produksi adalah barang-barang palsu.

4. Fenomena “tante girang” dan berondong

cuplikan drama The Art of Sarah (dok. Netflx/The Art of Sarah)

Salah satu karakter yang ditipu oleh Sarah Kim adalah Choi Chae U (Bae Jong Ok), pemilik mall Samwol, tempat Sarah Kim dulu bekerja. Gak banyak yang tahu bahwa Choi Chae U ingin kembali merasakan masa-masa muda. Oleh sebab itu, Sarah Kim memanfaatkan keadaan itu dengan baik. Ia menyuruh Kang Ji Hwon (Kim Jae Won) untuk menjadi simpanan Choi Chae U. Dengan menempatkan Kang Ji Hwon sebagai mata-mata, ia bisa mengetahui apa yang harus ia lakukan untuk memikat Choi Chae U.

5. FOMO dan gaya hidup konsumtif

cuplikan drama The Art of Sarah (dok. Netflx/The Art of Sarah)

Dalam drama ini, fenomena FOMO (Fear of Missing Out) atau takut ketinggal tren adalah hal yang terjadi di berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak muda hingga orang dewasa menjadikan barang-barang branded sebagai patokan kekayaan dan kesuksesan. Gaya hidup kosumtif itulah yang membuat Sarah Kim nekat melakukan berbagai kejahatan.

Bukan sekadar tontonan biasa, drama The Art of Sarah ternyata menampilkan banyak isu sosial yang relateable. Dari drama ini, tampak bahwa sistem sosial dalam kehidupan masyarakat lebih bobrok dari yang biasa dilihat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team