Setiap orang pasti punya mekanisme berbeda dalam menyikapi trauma atau pengalaman buruk. Ada yang melarikan diri pada kesenangan atau hobi, ada yang menutup diri dari lingkungan sekitar, tapi ada juga tipe orang yang malah semakin giat bekerja. Mereka pikir, dengan menambah kesibukan dan beban kerja, mereka bisa lekas pulih dari trauma masa lalu.
Begitu pun halnya dengan tiga karakter perempuan dalam drakor di bawah. Memiliki latar belakang yang berbeda, ketiganya memiliki satu kesamaan: menjadikan pekerjaan sebagai pelarian atau coping mechanism dari trauma masa lalu.
Hal ini yang membuat ketiga karakter di bawah menjadi lebih hidup. Dinamika mereka terasa nyata, bukan hanya sebagai karakter fiksi, melainkan mirip layaknya sosok pribadi nyata. Siapa saja kira-kira? Keep scrolling!
