Di drakor Honour (2026), tiga pengacara perempuan dari firma L&J (Listen & Join) awalnya menangani kasus pelecehan seksual yang dialami oleh Jo Yoo Jeong (Park Se Hyun). Kasus tersebut awalnya terlihat seperti perkara kekerasan seksua biasa yang melibatkan aktris ternama, sampai perlahan muncul kejanggalan demi kejanggalan yang sulit dijelaskan.
Tanpa disangka, kasus tersebut justru menjadi pintu masuk ke jaringan prostitusi besar yang jauh lebih rumit dan berbahaya. Setiap petunjuk seolah berujung buntu, sementara para pelaku terasa selalu selangkah lebih maju. Lewat perjuangan pengacara L&J, Honour memperlihatkan betapa sulitnya menembus kejahatan yang sudah tertata rapi, terutama ketika korban dipaksa bungkam dan pelaku dilindungi oleh kekuasaan. Lalu, apa sebenarnya yang membuat kasus prostitusi di drama ini begitu sulit dilacak? Ini tujuh alasannya.
