Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
still cut drama Korea Taxi Driver 3
still cut drama Korea Taxi Driver 3 (dok. SBS/Taxi Driver 3)

Jenderal Oh Won Sang (Kim Jong Soo) menjadi sosok antagonis paling mengejutkan di akhir drakor Taxi Driver 3. Selama ini namanya hanya disebut sebagai figur masa lalu dalam kehidupan Kim Do Gi (Lee Je Hoon), tanpa disadari bahwa bayangannya masih begitu kuat mengendalikan sistem militer dari balik layar. Ending drama ini pun perlahan membuka tabir betapa besar kejahatan yang pernah dan masih ia lakukan.

Tak hanya berperan sebagai atasan bermasalah, Oh Won Sang tampil sebagai simbol rusaknya kekuasaan yang tak pernah benar-benar mati, meski status militernya telah dicabut. Berikut lima kejahatan Jenderal Oh Won Sang yang menjadikannya musuh paling berbahaya bagi Kim Do Gi di Taxi Driver 3.

1. Melakukan pelecehan seksual yang berujung pemecatan tidak hormat

still cut drama Korea Taxi Driver 3 (dok. SBS/Taxi Driver 3)

Kejahatan pertama Oh Won Sang bermula dari tindakannya sendiri saat masih menjabat sebagai jenderal aktif. Ia melakukan pelecehan seksual terhadap prajurit perempuan, memanfaatkan posisi dan kekuasaannya untuk menekan korban agar bungkam. Skandal ini akhirnya terbongkar dan menjadi alasan utama pemecatannya secara tidak hormat dari militer.

Namun, alih-alih bertanggung jawab atau menyesali perbuatannya, Oh Won Sang justru menyimpan dendam pada institusi yang menurutnya “mengkhianati” dirinya. Pemecatan ini menjadi titik awal perubahan obsesinya, dari perwira militer menjadi dalang kejahatan sistemik yang bergerak di balik layar.

2. Mengorbankan prajurit demi obsesinya membangun 'Republik Korea ideal'

still cut drama Korea Taxi Driver 3 (dok. SBS/Taxi Driver 3)

Oh Won Sang memandang prajurit bukan sebagai manusia, melainkan pion yang bisa dikorbankan demi ambisi pribadinya. Ia memiliki visi radikal tentang Republik Korea yang kuat melalui dominasi militer, dan untuk mewujudkannya, ia rela mengorbankan nyawa prajurit yang berada di bawah komandonya.

Kasus Yu Seon Ah (Jeon So Nee) menjadi contoh paling tragis dari kejahatan ini. Ia dijadikan alat dalam skenario berbahaya, lalu ditinggalkan ketika situasi tak lagi menguntungkan. Bagi Oh Won Sang, kematian prajurit hanyalah “biaya operasional” demi tujuan yang lebih besar.

3. Menjadikan pengorbanan prajurit sebagai dalih agresi terhadap Korea Utara

still cut drama Korea Taxi Driver 3 (dok. SBS/Taxi Driver 3)

Lebih kejam lagi, kematian prajurit tidak hanya berhenti sebagai korban, tetapi dimanipulasi sebagai justifikasi politik dan militer. Oh Won Sang menyusun narasi seolah-olah pengorbanan tersebut merupakan bukti perlunya agresi terhadap Korea Utara, demi memancing konflik berskala besar.

Ia dengan sengaja menciptakan musuh eksternal untuk menutupi kejahatan internalnya. Strategi ini menunjukkan betapa liciknya Oh Won Sang dalam memanfaatkan nasionalisme dan ketakutan publik demi kepentingan pribadinya.

4. Menyusun skenario agresi militer dan berkolusi meski telah menjadi warga sipil

still cut drama Korea Taxi Driver 3 (dok. SBS/Taxi Driver 3)

Meski secara resmi telah menjadi warga sipil, Oh Won Sang nyatanya masih mengendalikan jaringan militer aktif. Ia berkolusi dengan sejumlah jenderal dan petinggi untuk menyusun skenario agresi militer, seolah-olah ia masih memiliki wewenang penuh.

Manipulasi ini diperkuat dengan pemalsuan data, komunikasi rahasia, hingga instruksi tidak resmi yang tetap dipatuhi. Fakta bahwa seorang warga sipil bisa menggerakkan mesin militer menjadi bukti rapuhnya sistem yang digambarkan Taxi Driver 3.

5. Menyalahgunakan wewenang sejak masih menjabat sebagai jenderal

still cut drama Korea Taxi Driver 3 (dok. SBS/Taxi Driver 3)

Seluruh kejahatan Oh Won Sang berakar dari kebiasaan lamanya menyalahgunakan wewenang. Saat masih aktif, ia terbiasa mengambil keputusan sepihak, menghapus jejak kesalahan, dan menekan bawahan agar patuh tanpa pertanyaan. Budaya ketakutan inilah yang membuat kejahatannya bertahan lama tanpa tersentuh.

Ending Taxi Driver 3 menegaskan bahwa Oh Won Sang bukan monster yang muncul tiba-tiba, melainkan produk dari sistem yang membiarkan penyalahgunaan kekuasaan terjadi berulang kali tanpa konsekuensi nyata. Keberadaan Jenderal Oh Won Sang memperkuat pesan Taxi Driver 3 bahwa kejahatan paling berbahaya sering kali tidak datang dari penjahat jalanan, melainkan dari mereka yang pernah memegang kuasa. Sosoknya menjadi alasan personal bagi Kim Do Gi untuk kembali turun tangan, bukan sekadar sebagai pembalas dendam, tetapi sebagai saksi hidup atas kerusakan yang ditinggalkan kekuasaan tanpa moral.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team