Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kemalangan Moon Cha Min di Dreaming of a Freaking Fairy Tale
Lee Jun Young di Dreaming of a Freaking Fairy Tale (instagram.com/real_2junyoung)

Moon Cha Min (Lee Jun Young) adalah tokoh utama drakor Dreaming of a Freaking Fairy Tale. Ia dikisahkan sebagai generasi kedelapan dari keluarga konglomerat yang hidup mewah sejak lahir. Karena itu, ia hidup santai tanpa mengejar keuntungan finansial saat bekerja.

Meski hidupnya terlihat mudah karena kekayaan yang dimiliki, nyatanya Moon Cha Min diam-diam memiliki banyak kemalangan. Hal ini terutama berkaitan dengan masa kecilnya yang menyedihkan. Berikut lima kemalangan Moon Cha Min di Dreaming of a Freaking Fairy Tale.

1. Terpisah dari ibunya saat kecil

Lee Jun Young di Dreaming of a Freaking Fairy Tale (dok. TVING/Dreaming of a Freaking Fairy Tale)

Saat kecil, Moon Cha Min dekat dengan ibunya. Sayangnya, mereka harus berpisah setelah ibu dan ayahnya bercerai. Moon Cha Min kecil pun tak bisa lagi bertemu sang ibu meski sangat merindukannya. Ia bahkan memiliki bekas luka setelah terjatuh saat mengejar ibunya yang pergi dengan mobil. Kala itu, Moon Cha Min kecil menangis di jalan memanggil ibunya. Tangannya juga berdarah sebab kukunya terkena pecahan beling.

2. Mengalami kejadian traumatis di masa kecil

Lee Jun Young di Dreaming of a Freaking Fairy Tale (dok. TVING/Dreaming of a Freaking Fairy Tale)

Tak hanya sedih akibat terpisah dari ibunya, Moon Cha Min cilik juga mengalami kejadian traumatis lain. Ia pernah menjadi korban penculikan oleh pengasuh yang dipercaya dan disayanginya. Baru-baru ini memang terungkap momen itu sebetulnya bukan penculikan. Bibi pengasuhnya hanya ingin mempertemukan Moon Cha Min dan ibu anak itu. Namun, Moon Cha Min kecil sudah telanjur trauma. Ia jadi tak bisa percaya pada orang lain dan selalu cemas sehingga membawa payung hitam sebagai senjata kemanapun dirinya pergi.

3. Kukunya terluka kena beling saat kecil, begitu pula inner child-nya

Lee Jun Young di Dreaming of a Freaking Fairy Tale (dok. TVING/Dreaming of a Freaking Fairy Tale)

Momen perpisahan dengan ibunya yang dijelaskan di poin pertama memiliki imbas lain pada diri Moon Cha Min. Sampai dewasa, bekas luka akibat terjatuh terkena beling saat mengejar sang ibu, masih ada. Begitu pula luka batin yang dimiliki inner child-nya. Akibatnya, Moon Cha Min sering bersikap seperti kidult (kid-adult) yang kekanak-kanakan. Hal ini terlihat dengan dirinya yang tidak serius mengurus bisnisnya. Ia malah menganggap Chungdam Heaven yang merupakan tempat usahanya sebagai taman bermain.

4. Dipaksa ayahnya untuk tidak jatuh cinta

Lee Jun Young di Dreaming of a Freaking Fairy Tale (dok. TVING/Dreaming of a Freaking Fairy Tale)

Malang bagi Moon Cha Min. Saat ia tak mendapat kasih sayang ibu, ayahnya juga tidak memberi perhatian yang seharusnya diberikan oleh orangtua. Sang ayah justru memberikan doktrin negatif dan melarang Moon Cha Min untuk jatuh cinta. Ayahnya itu malah mentransfer traumanya pada Moon Cha Min. Pria itu memang terluka dan kecewa karena mengira dimanfaatkan dan diselingkuhi sang istri. Karena itu, ia jadi menekan Moon Sang Min untuk tak percaya cinta atau perempuan.

5. Bertunangan demi bisnis, tapi menyukai gadis lain

Lee Jun Young di Dreaming of a Freaking Fairy Tale (dok. TVING/Dreaming of a Freaking Fairy Tale)

Moon Cha Min pada akhirnya berpikiran untuk tidak pernah menikah. Meski begitu, ia bertunangan dengan Ban Dan A (Song Ji Woo) demi kelancaran bisnis keluarga. Namun, Ban Dan A punya anger issues yang membuat gadis itu jadi mudah marah. Di sisi lain, Moon Cha Min bertemu Shin Jae Rim (Pyo Ye Jin). Ia pun galau akan perasaannya pada Shin Jae Rim karena dirinya sudah punya tunangan. Belum lagi ia memiliki trauma dan dilarang untuk jatuh cinta oleh ayahnya.

Terlepas dari kekayaan dan kemewahan dalam hidupnya, Moon Cha Min ternyata punya sisi menyedihkan. Ia mengalami berbagai kemalangan bahkan sejak kecil. Kisah menyedihkannya ini, terutama masa kecilnya di Dreaming of a Freaking Fairy Tale, sukses mengaduk emosi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team