Still cut film Korea The Great Flood (dok. Netflix/The Great Flood)
Tahu gak sih, banyak penonton The Great Flood yang merasa tertipu oleh alur dari film ini. Mereka awalnya berpikir bahwa film ini akan berfokus pada perjuangan seorang ibu dan anak melawan banjir besar.
Namun, alur ceritanya justru menghadirkan kisah emosional tentang pengulangan waktu yang ternyata menjadi misi awal An-Na untuk menyelamatkan umat manusia.
Mirip dengan Sore: Istri dari Masa Depan, film ini gak hanya menyuguhkan kejadian besar sebagai pemanis cerita, namun juga mengajak penonton menyelami pergulatan batin tokoh utamanya.
Akan tetapi, justru di situlah letak kekuatan kedua film ini. Jadi, kamu akan tetap menganggapnya sebagai film bencana semata atau justru siap dengan berbagai plot twist-nya?
Itu dia alasan kenapa The Great Flood disebut mirip Sore: Istri dari Masa Depan. Mulai dari alur cerita hingga time loop, semuanya membuat kisahnya terasa mirip dengan Sore: Istri dari Masa Depan. Nah, setelah tahu ceritanya seperti ini, apakah kamu tertarik untuk menonton filmnya?
Film The Great Flood menceritakan tentang apa? | The Great Flood menceritakan kisah An-Na, seorang ibu yang terjebak dalam pengulangan waktu di tengah peristiwa banjir besar. |
Apakah The Great Flood benar-benar film bencana? | Meski dibalut dengan latar banjir besar, film ini lebih menonjolkan drama emosional, hubungan keluarga, dan konsep pengulangan waktu. |
Kenapa The Great Flood disebut mirip Sore: Istri dari Masa Depan? | Keduanya sama-sama mengangkat tema time loop dan perjuangan tokoh utama demi orang yang dicintai. |