Dalam banyak drama hukum Korea, ruang sidang sering kali menjadi arena adu kecerdasan semata, siapa lebih cepat menemukan celah hukum, siapa lebih piawai menyusun argumen, dan siapa yang mampu menjatuhkan lawan dengan bukti pamungkas.
Namun, drakor Idol I memilih jalur yang jauh lebih kompleks. Pertarungan antara Maeng Se Na (Sooyoung) melawan Kwak Byung Gyun (Jeong Jae Kwang) tidak berhenti pada menang atau kalah di pengadilan, melainkan menyentuh lapisan psikologis, etis, dan personal yang jauh lebih dalam.
Sejak awal, drama ini membangun konflik mereka bukan sebagai rival profesional biasa, tetapi sebagai dua individu dengan cara pandang yang bertolak belakang terhadap hukum, kebenaran, dan kekuasaan. Setiap persidangan menjadi refleksi dari luka lama, ego, serta keyakinan yang telah mengeras selama bertahun-tahun. Inilah alasan mengapa duel Maeng Se Na versus Kwak Byung Gyun terasa lebih intens daripada sekadar proses hukum formal.
