Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cuplikan drama Korea Pro Bono
Cuplikan drama Korea Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

Divisi Pro Bono di firma Oh & Partners awalnya hanyalah unit kecil yang sering dipandang sebelah mata. Mereka menangani kasus tanpa bayaran, ditekan dari berbagai arah, dan kerap dianggap “buang waktu” oleh firmanya sendiri.

Namun sejak Kang Da Wit (Jung Kyung Ho) bergabung dan memimpin tim ini, arah kerja mereka berubah total. Da Wit menanamkan nilai-nilai yang mengubah mentalitas tim.

Berkat itulah, Park Gi Ppeum (So Ju Yeon), Yoo Nan Hui (Seo Hye Won), Hwang Jun U (Kang Hyoung Suk), dan Jang Yeong Sil (Yoon Na Moo) bisa memenangkan banyak kasus bersama Da Wit. Yuk, simak selengkapnya tiga nilai yang ditanamkan Da Wit pada mereka di bawah ini!

1. Da Wit menanamkan "jika sudah memulai, kita harus selalu menang"

Cuplikan drama Korea Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

Sejak awal, Da Wit sudah mengobservasi anggota divisi pro bono ini. Kebanyakan dari mereka memang masih punya mental yang pesimis, ragu-ragu, meski jiwa keadilannya sangat tinggi. Tapi, itu semua wajar karena mereka membela klien yang tidak punya uang dan kuasa.

Karena itulah, Da Wit menanamkan nilai, jika sudah memulainya, mereka harus menang apapun yang terjadi. Bukan berarti menghalalkan berbagai cara, melainkan berusaha keras dengan optimis untuk bisa membela klien di ruang sidang.

Da Wit percaya berkat kepercayaan diri, hal yang mustahil sekalipun bisa jadi mungkin. Kalimat itu juga jadi fondasi psikologis tim untuk tetap berdiri di tengah tekanan dan intimidasi.

2. Bekerja sistematis sesuai peran, bukan keroyokan

Cuplikan drama Korea Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

Keunggulan dari tim pro bono adalah mereka memang punya visi yang sama. Namun, cara mereka bekerja justru lebih suka keroyokan daripada membagi peran. Sejak Da Wit memimpin tim, ia sudah mengetahui pengacara mana yang bisa mengurus satu hal.

Seperti Jang Yeong Sil yang jago urusan komputer, Nan Hui juga pintar menyamar, sampai Jun U yang mengurus bagian investigasi lapangan. Menurut Da Wit, ini perlu dibenahi, karena daripada fokus mereka lebih banyak pada empati korban, lebih baik mereka mempersiapkan pertarungan di ruang sidang.

3. Menang lewat celah, sekecil apa pun

Cuplikan drama Korea Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

Da Wit paham betul kalau kasus-kasus yang dibela tim pro bono itu rentan dan sangat lemah di mata hukum. Sistem sudah condong pada pihak terkuat, bukti sering tidak berpihak, dan hakim lebih percaya logika hukum daripada realitas korban.

Maka dari itu, Da Wit selalu beri semangat pada timnya untuk terus mencari kesempatan menang, lewat informasi sekecil apa pun. Mulai dari membalik narasi, mengganggu logika lawan, dan memaksa ruang sidang itu melihat sesuatu yang selama ini diabaikan.

Kang Da Wit di Pro Bono tak hanya mengubah cara kerja tim pro bono, tapi juga membentuk jiwa mereka. Sebagai pemimpin tim, pro bono diajarkan untuk selalu optimis dan berani untuk menang, hingga gigih untuk mencari celah di tengah ketidakadilan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team