Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
cuplikan drama Pro Bono
cuplikan drama Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

Sebagai karakter utama di drakor Pro Bono, Kang Da Wit (Jung Kyung Ho) harus menghadapi masalah yang rumit. Ia mengalami kemerosotan karier, yang tadinya menjadi hakim terkenal lalu beralih menjadi pengacara pro bono. Ia juga dituntut oleh orang-orang yang membencinya atas dugaan manipulasi persidangan.

Namun, bukan Kang Da Wit namanya jika menyerah begitu saja. Ia gak gentar meskipun harus melawan orang-orang yang berkuasa. Baginya, peralihan dari hakim ke pengacara sudah cukup untuk ia jadikan sebagai pelajaran. Ia membuat sejumlah pilihan berani di dua episode terakhir hingga membuat orang-orang di sekitarnya terkejut. Berikut adalah beberapa pilihan berani yang diambil Kang Da Wit di ending drakor Pro Bono.

Perhatian, artikel ini mengandung spoiler.

1. Menghadirkan orang-orang penting di persidangan

cuplikan drama Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

Kang Da Wit dituntut oleh Jang Hyeon Bae (Song Young Chang), seorang tokoh penting yang bisnisnya punya pengaruh besar di bidang politik dan hukum. Jang Hyeon Bae menuduh Kang Da Wit memanipulasi sidang hingga ia dijatuhi hukuman berat. Kang Da Wit mengetahui bahwa Jang Hyeon Bae punya hubungan dekat dengan Shin Jung Seok (Lee Moon Sik), hakim agung yang dulu jadi atasannya, dan Oh Gyu Jang (Kim Kap Soo), pendiri firma hukum Oh & Partners.

Tanpa takut, Kang Da Wit mengajukan permohonan kepada hakim agar Shin Jung Seok dan Oh Gyu Jang dipanggil ke pengadilan. Permintaan Kang Da Wit itu tentu membuat semua orang di ruang sidang speechless karena orang-orang yang ingin ia hadirkan bisa dibilang merupakan orang-orang yang ‘tak tersentuh’. Ia meminta waktu satu minggu untuk menunggu respons dari mereka. Dan benar saja, dengan taktik yang ia rancang, dua tokoh penting itu hadir di persidangan yang dijalani Jang Hyeon Bae.

2. Menolak tawaran sebagai hakim agung yang sudah lama ia impikan

cuplikan drama Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

Mengetahui Kang Da Wit mengajukan pemanggilan terhadap dirinya, Oh Gyu Jang berusaha untuk menghindar. Ia berencana mencampakkan Shin Jung Seok dan menawarkan posisi hakim agung kepada Kang Da Wit. Namun, Kang Da Wit dengan tegas menolaknya saat mereka bertemu di ruang sidang.

Kang Da Wit memang sudah lama menginginkan posisi hakim agung, tetapi jika diperoleh dengan cara yang gak baik, ia gak mau. Ia mengungkapkan fakta bahwa Jang Hyeon Bae, Shin Jung Seok, dan Oh Gyu Jang bersekongkol. Mereka memanipulasi hukum hingga posisi yang sakral pun mereka anggap sebagai sesuatu yang bisa dibongkar pasang.

3. Keluar dari tim manajemen

cuplikan drama Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

Setelah berhasil mengungkap kebobrokan orang-orang penting, Kang Da Wit mendapat posisi yang lebih tinggi di Oh & Partners. Ia masuk ke dalam tim manajemen berisi pengacara-pengacara senior. Beberapa waktu berada di sana membuat Kang Da Wit sadar bahwa ia sudah terikat dengan tim PB. Ia merasa tujuan Oh Jung In (Lee Yoo Young) membawanya ke perusahaan hanya untuk menaikkan angka kemenangan kasus. Dengan kesadaran penuh, ia memutuskan untuk keluar dari tim tersebut.

4. Mendirikan firma hukum independen untuk membela rakyat kecil bersama tim PB

cuplikan drama Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

Begitu keluar dari tim yang notabenenya sangat penting di perusahaan, Kang Da Wit mendirikan firma hukum independen bernama firma hukum Mata Ganti Mata. Ia mengajak tim PB untuk membela rakyat kecil dengan mewakili ribuan korban ketidakadilan. Ia bertekad agar kasus-kasus itu menjadi kasus bernilai puluhan miliar won.

Beberapa pilihan di atas membuat Kang Da Wit dianggap sebagai orang yang terlalu berani. Namun, Kang Da Wit gak mempermasalahkannya karena baginya yang terpenting adalah tujuan kemanusiaannya tidak terganggu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team