Cinta di era serba cepat sering terasa seperti daftar cek, padahal hati maunya tetap sederhana. The Practical Guide to Love menangkap kegelisahan itu lewat adegan-adegan yang dekat dengan rutinitas kota, tanpa perlu memaksa menjadi dramatis. Hasilnya, romansa terasa hangat, tapi tetap punya sentuhan satir yang halus.
Sejak episode awal, drama ini langsung menaruh tokohnya di persimpangan antara logika dan rasa, lalu membiarkan pilihan kecil memicu gelombang besar. Ada lima premis awal yang bikin The Practical Guide to Love menarik. Masing-masing membuka arah konflik dan memberi alasan penonton betah mengikuti ceritanya. Selengkapnya dalam ulasan berikut.
