Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Realitas Kehidupan Dewasa ala Drakor Yumi’s Cells 3, Butuh Tantangan
Cuplikan drakor Yumi's Cells 3 (instagram.com/tvn_drama)
  • Kim Yu Mi sukses jadi penulis terkenal dengan empat karya dan studio sendiri, tapi mulai merasakan kesepian karena teman-temannya sibuk dengan kehidupan masing-masing.
  • Yu Mi belajar mengenal diri dan kenyamanan hidupnya, namun sadar bahwa kebosanan muncul saat terlalu lama berada di zona aman tanpa tantangan baru.
  • Kehadiran editor Shin Soon Rok memberi kritik tajam yang membantu Yu Mi berkembang, menyadarkannya bahwa hidup butuh tantangan dan kesulitan untuk terus tumbuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Drakor Yumi’s Cells 3 (2026) membawa kelanjutan cerita hidup Kim Yu Mi (Kim Go Eun) yang berusia 30 tahun. Di usianya yang dewasa ini, Kim Yu Mi berhasil menjadi seorang penulis terkenal dengan 4 karya. Gak hanya itu, Yu Mi juga membuka sebuah studio yang cukup besar dengan 1 asisten.

Keberhasilan Yu Mi ini juga membuatnya mulai merasakan berbagai perasaan baru di kehidupan dewasanya ini. Selama 3 tahun, Yu Mi mulai nyaman dengan diri sendiri hingga gak sanggup untuk memulai sebuah hubungan lagi. Sayangnya, realitas kehidupan dewasa gak semudah itu untuk dihadapi, lho.

Lalu, apa saja realitas kehidupan dewasa ala drakor Yumi’s Cells 3?

Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.

1. Mulai sedikit teman yang bisa meluangkan waktu dengan bebas

Cuplikan drakor Yumi's Cells 3 (instagram.com/tvn_drama)

Sejak dulu, Yu Mi memang gak punya banyak teman. Dia hanya dekat dengan beberapa orang saja, seperti Kang Yi Da (Mi Ram). Lingkup sosial Yu Mi juga gak besar dan hanya berkutat di lingkungan pekerjaan saja.

Setelah 3 tahun berlalu, hidup Yu Mi mulai lebih banyak dihabiskan untuk bekerja dan beristirahat. Dia menghabiskan waktu sendirinya karena teman-teman yang dikenalnya punya kesibukan pribadi sendiri. Durasi pertemuan mereka juga gak sebanyak sebelumnya. Hal ini dikarenakan sosok teman-teman Yu Mi mulai memiliki keluarga dan anak bayi. Makanya, Yu Mi hanya bisa memanfaatkan beberapa kondisi untuk bertemu teman-temannya tanpa mengganggu prioritas mereka.

2. Usia yang mengandalkan kesadaran penuh dalam menjalani hidup

Cuplikan drakor Yumi's Cells 3 (instagram.com/tvn_drama)

Setelah beberapa kali gagal berhubungan, Yu Mi merasa jika dirinya mulai mengenal diri sendiri. Dia merasa nyaman dengan diri sendiri. Gak hanya itu, pekerjaannya mulai stabil dan membuatnya merasakan berbagai pengalaman yang sebelumnya gak pernah dilakukan. Dengan kondisi ini, Kang Yi Da, sebagai temannya, sadar jika Yu Mi mengalami kebosanan.

Berbagai cara sudah dilakukan Yu Mi untuk mengatasi rasa bosannya ini. Sayangnya, Yu Mi merasa cara tersebut gak ada yang ampuh untuk dilalui. Pada akhirnya, dia sadar jika dirinya memang butuh bertemu dan berkenalan dengan sosok baru.

3. Kadang kita memang butuh dikritik untuk bisa berkembang

Cuplikan drakor Yumi's Cells 3 (instagram.com/tvn_drama)

Sosok editor baru, Shin Soon Rok (Kim Jae Won), membuat Kim Yu Mi sangat geram. Dia merasa jika sosok editornya ini anti sosial dan gak punya tata krama. Gak hanya itu, percakapannya juga sangat realistis dan jujur yang kadang membuat Yu Mi sakit hati.

Sayangnya, masukan yang diberikan Shin Soon Rok ini membuat Yu Mi merasa lega. Dia sadar jika editornya ini merupakan sosok yang selama ini dicari untuk mengembangkan tulisannya. Sayangnya, dengan gengsi selangit, Yu Mi merasa jika Shin Soon Rok gak perlu diapresiasi karena sikapnya selama ini.

4. Hidup butuh tantangan dan kesulitan untuk berkembang

Cuplikan drakor Yumi's Cells 3 (instagram.com/tvn_drama)

Setelah 3 tahun memutuskan untuk sendiri, Kim Yu Mi yakin jika hidupnya ini sangat nyaman baginya. Sekalipun begitu, Kang Yi Da menganggap jika hidup Yu Mi sangat sepi dan membosankan. Dia harusnya menantang diri untuk ikut kencan buta dan menghadapi berbagai masalah lain.

Sayangnya, Yu Mi merasa jika jatuh cinta malah membuatnya merasakan berbagai perasaan menggebu-gebu dan campur aduk. Stabilitas ini sebenarnya yang membuat Yu Mi merasa aman. Namun, Yu Mi gak sadar jika dirinya terlalu nyaman berada di zona aman.

Realitas kehidupan Yu Mi ini sepertinya gak hanya dialami di kehidupan dewasa saja. Faktanya, manusia memang harus dihadapkan kesulitan untuk bisa berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Setuju?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team